Tampilkan postingan dengan label Adab Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2009

Minal Aidzin Wal-Faidzin

Acap keseharian dilingkupi kelalaian
Dan ketidaksempurnaan menjadi ganjalan


Kini lupakan khilaf dan tumpukan salah
Saling untai maaf, menuju diri yang lebih fitrah

Diri baru yang mumpuni, yang sukses hadapi masa nanti
Sukses karir, sukses dalam kehidupan ... sukses yang sejati


Bagi yang merayakan kami ucapkan:

"Minal Aidzin Wal-Faidzin" Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Dengan penuh kerendahan hati, kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangsempurnaan blog ini. Semoga saya bisa menyampaikan dakwah - dakwah dengan lebih baik lagi.

Jumat, 11 September 2009

Menyambut Hari Raya Iedul Fithri dan Iedul Adha ( 2 )

Alhamdulillah... kita masih dipanjangkan umur sampai pada Iedul Fithri 1430H, Sholawat dan Salam untuk Rosulullah Muhammad SAW, pemberi syafaat di yaumil  kiamat dan yang telah memberi petunjuk dari jalan gelap menuju jalan yang di ridhoi Allah SWT, yaitu Islam.. baik agar tidak terlalu jemu dengan Mukadimah..pada artikel pertama saya membahas mengenai filosofi Iedul Fithri itu sendiri...dan artikel ini saya akan bahas mengenai adab untuk menyambut Hari Raya Iedul Fithri bag. ( 2 ),
Allah SWT, menjadikan satu tahun itu dua hari raya, yaitu Hari Raya Iedul Fthri yang dilaksanakan setelah Puasa Ramadhan satu bulan penuh, dan Iedul Adha pada saat Waqaf di Arafah, kedua hari raya tersebut Allah persembahkan untuk umatnya bersenang - senang dan bergembira...dan dilarang untuk melakukan ibadah puasa pada ke dua hari tersebut...

Berikut Adab - adab menyambut Hari Raya ;
  1. Niat dengan hati yang Ihklas karena Allah ta'ala ; karena niat adalah dasar segala urusan umat islam.
  2. Mandi ; hendaknay kita mandi seperti mandi di hari Jum'at sebelum ke Masjid
  3. Memakai Wewangian ; hendaknya memakai wewangian, tetapi wewangian dikhususkan untuk laki - laki, sedangkan wanita dilarang memakai wewangian terkecuali untuk suaminya dirumah.
  4. Berpakaian yang baik dan baru ; hendaknya memakai pakaian baik dan baru, tetapi apabila masih ada baju yang bagus tidak diwajibkan membeli baju baru.
  5. Mengeluarkan Zakat Fitrah ; mengeluarkan zakat fitrah itu dilakukan sebelum shalat Ied, dan untuk pertanyaan seputar Zakat klick disini
  6. Menyembelih Hewan Kurban ; menyembelih hewan kurban setelah sholat Iedul Adha, apabila menyembelih hewan sebelum sholat maka tidak termasuk hewan kurban, dan dapat dimakan oleh keluarga.
  7. Memakan Kurma ; Rasulullah SAW, memakan kurma sebelum hari raya Iedul Fithri dan memakan hewan kurban setelah hari raya Iedul Adha. seperti hadist berikut ;
  8. Dari Buraidah ia berkata : “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tidak pergi (shalat Ied) pada hari raya Fithri hingga ia makan dan tidak makan pada hari raya Adlha hingga ia pulang.” (HR. Tirmidzi nomor 245, Ahmad nomor 33 dan 44, Ibnu Majah bab 49, Ad Darimi bab 217, Al Hakim dalam Al Mustadrak 1/294, beliau menshahihkannya, Ath Thayalisi nomor 811, Nailul Authar oleh Asy Syaukani juz 3 halaman 355, hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Al Qahthan)
  9. Bersegeralah Menuju Masjid ; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

    "Artinya : Seandainya manusia mengetahui keutamaan panggilan adzan dan shaf awal kemudian tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi, pastilah mereka berundi dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba dan seandainya mereka mengetahui keutamaan sepertiga malam yang awal dan shubuh niscaya mereka akan datang kepadaKu walaupun dengan merangkak". [Hadits Riwayat Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437] 
  10.  
    Dengan berjalan kaki ke Masjid maka akan terhapus dosa - dosa kita, seperti hadist berikut ; 
"Artinya : Maukah kalian aku tunjukkan apa-apa yang menyebabkan Allah menghapuskan dosa dan mengangkat derajat kalian". Mereka berkata: "Ya, wahai Rasul"
    kemudian Rasul menyebutkan salah satunya adalah memperbanyak langkah menuju masjid. [Hadits Riwayat Muslim no. 251]
Demikianlah adab - adab menyambut Hari Raya..Wa Allahu a'lam....

Kamis, 10 September 2009

Menyambut Hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha

Setiap tanggal 1 syawal seluruh umat Islam diseluruh dunia selalu merayakan Hari Idul Fithri dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Hari Raya Idul Fithri merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses ibadah selama bulan Ramadhon, dimana dalam bulan tersebut kita melakukan ibadah shaum dengan penuh keimanan kepada Allah SWT. Penetapan Hari Raya Idul Fithri oleh Rasulullah SAW dimaksudkan untuk menggantikan Hari Raya yang biasa dilaksanankan orang­-orang Madinah pada waktu itu. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yaitu :
"Jabir ra. Berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah, sedangkan bagi penduduk Madinah ada dua hari yang mereka ( bermain-main padanya dan merayakannya dengan berbagai permainan). Maka Rasulullah SAW bertanya : " Apakah hari yang dua ini ? " Penduduk Madinah menjawab : " Adalah kami dimasa jahiliyah bergembira ria padanya ". Kemudian Rasulullah bersabda : " Allah telah menukar dua hari itu dengan yang lebih baik yaitu Idul Adha dan Idul Fithri ". (HR Abu Dawud)
 PENGERTIAN IDUL FITHRI
Menurut Abu Irsyad kalau ditilik kembali, pendapat yang mengartikan idul Fithri dengan "kembali menjadi suci" tidak sepenuhnya benar, karena kata "Fithri" apabila diartikan dengan "Suci" tidaklah tepat. Sebab kata "Suci" dalam bahasa Arabnya adalah "Al Qudus" atau "Subhana".
Untuk memperoleh pengertian itu kita bisa memulainya dengan melihat makna asal ungkapan Arab id al-fithr. Kata id berasal dari akar kata yang sama dengan kata `awdah atau `awdat-un, `adab atau adat-un dan isti'adat-un. Semua kata-kata itu mengandung makna asal "kembali" atau "terulang" yakni, sebagai "adat kebiasaan"). Dan hari raya diistilahkan sebagai id karena ia datang kembali berulang-ulang secara periodik dalam daur waktu satu tahun.
Makna asal kata-kata "fithri" kiranya sudah jelas, karena satu akar dengan kata "fitrah" (fithrah), yang artinya "Pencipta" atau "Ciptaan". Secara kebahasaan, fithrah mempunyai pengertian yang sama dengan khilqah, yaitu "ciptaan" atau "penciptaan". Tuhan Yang Maha Pencipta disebut dengan A-Khaliq, atau Al-Fathir. Sebagai contoh, misalnya kita lihat dalam Al Qur'an :


"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS Al Fathir 35 : 1)
Berdasarkan uraian diatas maka penulis menyimpulkan bahwa kata "Idul Fithri" mempunyai minimal tiga pengertian yaitu :
1.     Kembali ke Awal Penciptaan.
2.     Kembali ke Penciptaan Yang Awal.
3.     Kembali ke Sang Maha Pencipta

Wa Allahu a'lam.........