<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639</id><updated>2012-01-14T07:23:23.878+07:00</updated><category term='My Blog Award'/><category term='Hadits'/><category term='Kuliner'/><category term='Riyadhu Shaalihiin'/><category term='Imam Bukhary'/><category term='Bid&apos;ah'/><category term='Renungan'/><category term='Obat'/><category term='Jendela Akhirat'/><category term='Jilbab'/><category term='Sirah Nabawiyah'/><category term='Wahabi'/><category term='Agama'/><category term='Tips'/><category term='Link dan Banner Sahabat'/><category term='Wanita'/><category term='Himbauan'/><category term='Tanda - tanda Allah Swt'/><category term='TANYA - JAWAB'/><category term='Kisah'/><category term='Free Download Al-Qur&apos;an'/><category term='SAYEMBARA'/><category term='gaya hidup'/><category term='Tips Islam'/><category term='Sejarah / Sirah'/><category term='Keluarga'/><category term='Software'/><category term='Jenazah'/><category term='Khalid Bin Walid'/><category term='Widget'/><category term='Humor'/><category term='Manhaj'/><category term='New Familly'/><category term='akidah'/><category term='Motivasi'/><category term='Pola Hidup'/><category term='Tabligh Akbar'/><category term='Boycott Produk Israel'/><category term='Adam'/><category term='Adab Islami'/><title type='text'>Welcome to My Blog</title><subtitle type='html'>Menebar sunnah yang shahih dengan berdakwah, dan belajar meniti jejak para salafush shalih&lt;center&gt;&lt;img border="0" alt="http://adarossyat.blogspot.com" src="http://i747.photobucket.com/albums/xx113/hello_guk2/bismillah.gif"&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/center&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-6992390694866533944</id><published>2010-10-31T00:15:00.003+07:00</published><updated>2011-12-10T21:23:47.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya hidup'/><title type='text'>Asal Mula Perayaan Helloween</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/Su0S-GE7PkI/AAAAAAAAANk/gB2Z8JAlGaA/s1600-h/hallowen_m1.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/Su0S-GE7PkI/AAAAAAAAANk/gB2Z8JAlGaA/s320/hallowen_m1.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;font color="#0000FF"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan ini tampaknya belum atau bahkan sama sekali tidak populer di negara kita. Tapi hampir semua orang tahu, Halloween adalah hari di mana semua orang (di Amerika tentunya) berdandan seram dan menghias rumah dengan berbagai macam hal seram. Salah satu benda yang selalu ditemui pada tanggal ini adalah adanya Jack O'Lantern, semacam hiasan yang dibentuk dari labu yang diisi dengan lilin atau lampu yang menyala. Labu tadi biasanya diukir dengan bentuk yang menyeramkan, sehingga pada saat malam tiba, Jack O'Lantern akan menyala dengan menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Jack O'Lantern tadi, berbagai hiasan seram seperti kelelawar, tengkorak atau tulang belulang, sarang laba-laba, dan terkadang hiasan yang berbentuk seperti perlengkapan sihir seperti sapu terbang dan belanga tempat nenek sihir membuat berbagai obat atau racun sihir akan tampak di mana-mana. Bahkan tidak sedikit hiasan yang menampilkan Vampir atau peti mati ala Vampir nampak di berbagai rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebenarnya apa sih yang terjadi sampai ada perayaan serba seram ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Banyak teori yang berkembang mengenai Halloween ini, tapi teori yang paling banyak diterima adalah bahwa perayaan Halloween ini berasal dari perayaan bangsa Galia kuno yang disebut Samhain, yang secara kasar berarti "Akhir Musim Panas". Perayaan ini dipercaya sebagai berakhirnya "masa terang" (musim semi dan musim panas) dan dimulainya "masa gelap" (musim gugur dan musim dingin). Bangsa Galia kuno percaya bahwa pada tanggal 31 Oktober, atau di hari Samhain tadi, batas antara dunia nyata dan dunia gaib akan sangat tipis, sehingga para penduduk dunia gaib dapat menyeberang ke alam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perayaan Samhain, biasanya pada penduduk Galia kuno akan mengadakan perayaan besar bagi nenek moyang mereka yang sudah lama meninggal dan "mengundang" mereka untuk duduk makan bersama, sedangkan arwah atau makhluk gaib yang jahat akan diusir dari kediaman mereka. Untuk semakin mempersulit arwah atau makhluk gaib jahat menyebarkan pengaruh negatif di tengah mereka, maka para penduduk akan menggunakan topeng dengan wajah buruk atau berdandan seperti makhluk gaib jahat tadi, sehingga para makhluk gaib jahat tadi menganggap bahwa mereka tidak seharusnya diganggu dan membiarkan perayaan berjalan dengan meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tradisi dan kepercayaan inilah tradisi mengenakan kostum berkembang sampai sekarang, walaupun Halloween di dunia modern sekarang, kostum yang ada bukan lagi kostum seram, tapi berbagai kostum unik mulai dari binatang sampai tokoh superhero atau bahkan tokoh kartun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau begitu, kenapa namanya berubah menjadi Halloween?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata nama Halloween ini berasal dari usaha Gereja pada masa itu untuk menghentikan penduduk merayakan hari perayaan Samhain yang dianggap bertentangan dengan perayaan Nasrani. Gereja mengadopsi perayaan Samhain menjadi Hari Para Orang Suci (All Hallows Evening), dengan harapan para penduduk Galia di masa itu akan meninggalkan perayaan yang dianggap tidak gerejawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari nama All Hallows Evening, penduduk menyingkatnya menjadi Hallow's Even, dan makin lama nama yang ada makin pendek sehingga menjadi Halloween. Uniknya, walaupun nama dan perayaannya menjadi perayaan gerejawi, Gereja tetap tidak dapat mengubah bentuk dan tradisi yang ada di dalam perayaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalu apa sih sebenarnya Jack O'Lantern?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack O'Lantern ini merupakan legenda dari Irlandia. Legenda ini menceritakan mengenai seorang petani licik dan tangguh plus pelit yang berhasil menipu Iblis. Ia berhasil membuat iblis naik ke atas pohon dan kemudian mengukir bentuk Salib di batang pohon tadi, sehingga Iblis tidak bisa turun dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kematiannya, Jack tidak diterima di Surga, karena kelicikan dan berbagai tindak buruk yang dia lakukan selama hidup, tapi Iblis juga menolak Jack untuk masuk Neraka karena marah pernah ditipu oleh Jack. Tapi akhirnya Iblis berbaik hati (atau makin jahat) dengan memberikan sebatang lilin untuk menemaninya berjalan-jalan dalam kegelapan, karena tidak dapat diterima di Surga ataupun Neraka. Lilin tadi ditempatkan di dalam Turnip (sebangsa lobak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada imigran dari Irlandia datang ke Amerika sambil terus mempertahankan tradisi ini, sayangnya, di Amerika tidak banyak ditemukan Turnip, sehingga mereka akhirnya memilih sayuran lain yang ada, dan bisa menggantikan Turnip. Pilihan akhirnya jatuh ke labu (pumpkin) yang lebih banyak dan mudah ditemui di Amerika. Dari sini lah, Jack O'Lantern dari labu kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pernah mendengar Trick or Treat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tradisi unik di Amerika untuk menyambut Halloween adalah Trick or Treat. Anak-anak akan berjalan dari rumah ke rumah dengan kostum unik sambil membawa keranjang, dan mengetuk pintu sambil meneriakkan "Trick or treaaaat". Sebenarnya hal ini adalah ancaman, karena arti aslinya adalah, jika anda tidak memberikan "treat" alias makanan, kami akan melakukan "trick" atau kenakalan terhadap rumah tadi. Pemilik rumah akan keluar dan menghadiahkan berbagai makanan manis seperti coklat atau permen dalam keranjang mereka. Sebenarnya seperti apa sih tradisi awalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ini dipercaya muncul di Eropa pada abad ke 9, sebagai bentuk yang modern dari "Soul Day" yang awalnya dirayakan pada 2 November. Pada hari "Soul Day" tadi, para pengemis akan berjalan dari desa ke desa untuk meminta "Soul Cake" yang dibuat dari potongan roti berbentuk segi empat dengan isi Currant (sejenis anggur manis). "Soul Cake" tadi adalah bayaran yang diterima oleh pengemis tadi untuk mendoakan arwah keluarga yang sudah meninggal.&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-6992390694866533944?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/6992390694866533944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/10/asal-mula-perayaan-helloween.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6992390694866533944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6992390694866533944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/10/asal-mula-perayaan-helloween.html' title='Asal Mula Perayaan Helloween'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/Su0S-GE7PkI/AAAAAAAAANk/gB2Z8JAlGaA/s72-c/hallowen_m1.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-5832093498960212895</id><published>2010-07-22T14:42:00.002+07:00</published><updated>2011-12-10T21:25:48.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adam'/><title type='text'>Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 5 )</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد&amp;nbsp; وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pembunuhan Pertama Dalam Sejarah Manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dengan telah jalurnya keputusan dari langit yang menerima korban Habil dan menolak korban Qabil maka pudarlah harapan Qabil untuk mempersandingkan Iqlima tidak puas dengan keputusan itu namun tidak ada jalan untuk menyoalkan. Ia menyerah dan memerainya dengan rasa kesal dan marah sambil menaruh dendam terhadap Habil yang akan dibunuh di kala ketiadaan ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketika Adam hendak berpergian dan meninggalkan rumah beliau mengamanahkan rumahtangga dan keluarga kepada Qabil. Ia berpesan kepadanya agar menjaga baik-baik ibu dan saudara-saudaranya selama ketiadaannya. Ia berpesan pula agar kerukunan keluarga dan ketenangan rumahtangga terpelihara baik-baik jangan sampai terjadi hal-hal yang mengeruhkan suasana atau merosakkan hubungan kekeluargaan yang sudah akrab dan intim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Qabil menerima pesanan dan amanat ayahnya dengan kesanggupan akan berusaha sekuat tenaga menyelenggarakan amanat ayahnya dengan sebaik-baiknya dan sempurna berpergiannya akan mendapat segala sesuatu dalam keadaan baik dan menyenangkan. Demikianlah kata-kata dan janji yang keluar dari mulut Qabil namun dalam hatinya ia berkata bahawa ia telah diberi kesempatan yang baik untuk melaksanakan niat jahatnya dan melepaskan rasa dendamnya dan dengkinya terhadap Habil saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tidak lama setelah Adam meninggalkan keluarganya datanglah Qabil menemui Habil di tempat penternakannya. Berkata ia kepada Habil:”Aku datang ke mari untuk membunuhmu. Masanya telah tiba untuk aku lenyapkan engkau dari atas bumi ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Apa salahku?”tanya Habil. Dengan asalan apakah engkau hendak membunuhku?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Qabil berkata:”Ialah kerana korbanmu diterima oleh Allah sedangkan korbanku ditolak yang bererti bahawa engkau akan mengahwini adikku Iqlima yang cantik dan molek itu dan aku harus mengahwini adikmu yang buruk dan tidak mempunyai gaya yang menarik itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Habil berkata:”Adakah berdosa aku bahawa Allah telah menerima korbanku dan menolak korbanmu?Tidakkah engkau telah bersetuju cara penyelesaian yang diusulkan oleh ayah sebagaimana telah kami laksanakan?Janganlah tergesa-gesa wahai saudaraku, mempertaruhkan hawa nafsu dan ajakan syaitan! Kawallah perasaanmu dan fikirlah masak- masak akan akibat perbuatanmu kelak! Ketahuilah bahawa Allah hanya menerima korban dari orang-orang yang bertakwa yang menyerahkan dengan tulus ikhlas dari hati yang suci dan niat yang murni.Adakah mungkin sesekali bahawa korban yang engkau serahkan itu engkau pilihkannya dari gandummu yang telah rosak dan busuk dan engkau berikan secara terpaksa bertentangan dengan kehendak hatimu, sehingga ditolak oleh Allah, berlainan dengan kambing yang aku serahkan sebagai korban yang sengaja aku pilihkan dari perternakanku yang paling sihat dan kucintai dan ku serahkannya dengan tulus ikhlas disertai permohonan diterimanya oleh Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Renungkanlah, wahai saudaraku kata-kataku ini dan buangkanlah niat jahatmu yang telah dibisikkan kepadamu oleh Iblis itu, musuh yang telah menyebabkan turunnya ayah dan ibu dari syurga dan ketahuilah bahawa jika engkau tetap berkeras kepala hendak membunuhku, tidaklah akan aku angkat tanganku untuk membalasmu kerana aku takut kepada Allah dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak diredhainya.Aku hanya berserah diri kepada-Nya dan kepada apa yang akan ditakdirkan bagi diriku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Nasihat dan kata-kata mutiara Habil itu didengar oleh Qabil namun masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan sekali-kali tidak sampai menyentuh lubuk hatinya yang penuh rasa dengki, dendam dan iri hati sehingga tidak ada tempat lagi bagi rasa damai, cinta dan kasih sayang kepada saudara sekandungnya. Qabil yang dikendalikan oleh Iblis tidak diberinya kesempatan untuk menoleh kebelakang mempertimbangkan kembali tindakan jahat yang dirancangkan terhadap saudaranya, bahkan bila api dendam dan dengkin didalam dadanya mulai akan padam dikipasinya kembali oleh Iblis agar tetap menyala-yala dan ketika Qabil bingung tidak tahu bagaimana ia harus membunuh Habil saudaranya, menjelmalah Iblis dengan seekor burung yang dipukul kepalanya dengan batu sampai mati. Contoh yang diberikan oleh Iblis itu diterapkannya atas diri Habil di kala ia tidur dengan nyenyaknya dan jatuhlah Habil sebagai korban keganasan saudara kandungnya sendiri dan sebagai korban pembunuhan pertama dalam sejarah manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Penguburan Jenazah Habil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Qabil merasa gelisah dan bingung menghadapi mayat saudaranya.ia tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan tubuh saudaranya yang semakin lama semakin busuk itu.Diletakkannyalah tubuh itu di sebuah peti yang dipikulnya seraya mundar-mundir oleh Qabil dalam keadaan sedih melihat burung-burung sedang berterbangan hendak menyerbu tubuh jenazah Habil yang sudah busuk itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebingungan dan kesedihan Qabil tidak berlangsung lama kerana ditolong oleh suatu contoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya sebagaimana ia harus menguburkan jenazah saudaranya itu.Allah s.w.t. Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana, tidak rela melihat mayat hamba-Nya yang soleh dan tidak berdosa itu tersia-sia demikian rupa, maka dipertunjukkanlah kepada Qabil, bagaimana seekor burung gagak menggali tanah dengan kaki dan paruhnya, lalu menyodokkan gagak lain yang sudah mati dalam pertarungan, ke dalam lubang yang telah digalinya, dan menutupi kembali dengan tanah. Melihat contoh dan pengajaran yang diberikan oleh burung gagak itu, termenunglah Qabil sejenak lalu berkata pada dirinya sendiri:”Alangkah bodohnya aku, tidakkah aku dapat berbuat seperti burung gagak itu dan mengikuti caranya menguburkan mayat saudaraku ini?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kemudian kembalilah Adam dari perjalanan jauhnya.Ia tidak melihat Habil di antara putera-puterinya yang sedang berkumpul.Bertanyalah ia kepada Qabil:”Di manakah Habil berada?Aku tidak melihatnya sejak aku pulang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Qabil menjawab:”Entah, aku tidak tahu dia ke mana! Aku bukan hamba Habil yang harus mengikutinya ke mana saja ia pergi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Melihat sikap yang angkuh dan jawapan yang kasar dari Qabil, Adam dapat meneka bahawa telah terjadi sesuatu ke atas diri Habil, puteranya yang soleh, bertakwa dan berbakti terhadap kedua orang tuanya itu.Pada akhirnya terbukti bahawa Habil telah mati dibunuh oleh Qabil sewaktu peninggalannya.Ia sangat sesal di atas perbuatan Qabil yang kejam dan ganas itu di mana rasa persaudaraan, ikatan darah dan hubungan keluarga diketepikan sekadar untuk memenuhi hawa nafsu dan bisikan yang menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menghadapi musibah itu, Nabi Adam hanya berpasrah kepada Allah menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya seraya mohon dikurniai kesabaran dan keteguhan iman baginya dan kesedaran bertaubat dan beristighfar bagi puteranya Qabil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kisah Qabil dan Habil Dalam Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Al-Quran mengisahkan cerita kedua putera Nabi Adam ini dalam surah”Al- Maaidah” ayat 27 sehingga ayat 32 .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pengajaran Dari Kisah Putera Nabi Adam A.S..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bahawasanya Allah s.w.t. hanya menerima korban dari seseorang yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;menyerahkannya dengan tulus dan ikhlas, tidak dicampuri dengan sifat riyak, takabur atau ingin dipuji.Barang atau binatang yang dikorbankan harus yang masih baik dan sempurna dan dikeluarkannya dari harta dan penghasilan yang halal.Jika korban itu berupa binatang sembelihan, harus yang sihat, tidak mengandungi penyakit atau pun cacat, dan jika berupa bahan makanan harus yang masih segar baik dan belum rusak atau busuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Bahawasanya penyelesaian jenazah manusia yang terbaik adalah dengan cara penguburan sebagaimana telah diajarkan oleh Allah kepada Qabil.itulah cara paling sesuai dengan martabat manusia sebagai makhluk yang dimuliakan dan diberi kelebihan oleh Allah di atas makhluk-makhluk lainnya, menurut firman Allah dalam surah “Al-Isra” ayat 70 yang bererti ; “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.Kami angkut mereka di daratan dan di lautan.Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-5832093498960212895?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/5832093498960212895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-5.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/5832093498960212895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/5832093498960212895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-5.html' title='Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 5 )'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-1402563323329825660</id><published>2010-07-22T14:41:00.002+07:00</published><updated>2011-12-10T21:27:35.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adam'/><title type='text'>Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 4 )</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;    Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tatacara hidup suami isteri Adam dan Hawa di bumi mulai tertib dan sempurna tatkala Hawa bersedia untuk melahirkan anak-anaknya yang akan menjadi benih pertama bagi umat manusia di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang. Pertama lahirlah pasangan Qabil dan adik perempuannya yang diberi nama “Iqlima”, kemudian menyusul pasangan kembar kedua Habil dan adik perempuannya yang diberi nama “Lubuda”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kedua orang  tua, Nabi Adam dan Siti Hawa, menerima kelahiran keempat putera puterinya itu dengan senang dan gembira, walaupun Hawa telah menderita apa yang lumrahnya dideritai oleh setiap ibu yang melahirkan bayinya. Mereka mengharapkan dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang akan berkembang biak untuk mengisi bumi Allah dan menguasai sesuai dengan amanat yang telah di bebankan ke atas bahunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Di bawah naungan ayah ibunya yang penuh cinta dan kasih sayang maka membesarlah keempat-empat anak itu dengan cepatnya melalui masa kanak-kanak dan menginjak masa remaja. Yang perempuan sesuai dengan kudrat dan fitrahnya menolong ibunya mengurus rumahtangga dan mengurus hal-hal yang menjadi tugas wanita,sedang yang laki-laki menempuhi jalannya sendiri mencari nafkah untuk memenuhi keperluan hidupnya. Qabil berusaha dalam bidang pertanian sedangkan Habil di bidang perternakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Penghidupan sehari-hari keluarga Adam dan Hawa berjalan tertib sempurna diliputi rasa kasih sayang saling cinta mencintai hormat menghormati masing-masing meletakkan dirinya dalam kedudukan yang wajar si ayah terhadap isterinya dan putera-puterinya,si isteri terhadap suami dan anak-anaknya. Demikianlah pula pergaulan di antara keempat bersaudara berlaku dalam harmoni damai dan tenang saling bantu membantu hormat menghormati dan bergotong-royong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keempat Anak Adam Memasuki Alam Remaja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keempat putera-puteri Adam mencapai usia remaja dan memasuki alam akil baligh di mana nafsu berahi dan syahwat serta hajat kepada hubungan kelamin makin hari makin nyata dan nampak pada gaya dan sikap mereka hal mana menjadi pemikiran kedua orang tuanya dengan cara bagaimana menyalurkan nafsu berahi dan syahwat itu agar terjaga kemurnian keturunan dan menghindari hubungan kelamin yang bebas di antara putera-puterinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kepada Nabi Adam Allah memberi ilham dan petunjuk agar kedua puteranya dikahwinkan dengan puterinya. Qabil dikahwinkan dengan adik Habil yang bernama Lubuda dan Habil dengan adik Qabil yang bernama Iqlima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Cara yang telah di ilham oleh Allah s.w.t. kepada Nabi Adam telah disampaikan kepada kedua puteranya sebagai keputusan si ayah yang harus dipatuhi dan segera dilaksanakan untuk menjaga dan mengekalkan suasana damai dan tenang yang meliputi keluarga dan rumahtangga mereka. Akan tetapi dengan tanpa diduga dan disangka rancangan yang diputuskan itu ditolak mentah-mentah oleh Qabil dan menyatakan bahawa ia tidak mahu mengahwini Lubuda, adik Habil dengan mengemukakan alasan bahawa Lubuda adalah buruk dan tidak secantik adiknya sendiri Iqlima. Ia berpendapat bahawa ia lebih patut mempersunting adiknya sendiri Iqlima sebagai isteri dan sekali-kali tidak rela menyerahkannya untuk dikahwinkan oleh Habil. Dan memang demikianlah kecantikan dan keelokan paras wanita selalu menjadi fitnah dan rebutan lelaki yang kadang-kadang menjurus kepada pertentangan dan permusuhan yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa dan timbulnya rasa dendam dan dengki di antara sesama keluarga dan sesama suku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kerana Qabil tetap berkeras kepala tidak mahu menerima keputusan ayahnya dan meminta supaya dikahwinkan dengan adik kembarnya sendiri Iqlima maka Nabi Adam seraya menghindari penggunaan kekerasan atau paksaan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara saudara serta mengganggu suasana damai yang meliputi keluarga beliau secara bijaksana mengusulkan agar menyerahkan masalah perjodohan itu kepada Tuhan untuk menentukannya. Caranya ialah bahawa masing- masing dari Qabil dan Habil harus menyerahkan korban kepada Tuhan dengan catatan bahawa barang siapa di antara kedua saudara itu diterima korbannya ialah yang berhad menentukan pilihan jodohnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Qabil dan Habil menerima baik jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh ayahnya. Habil keluar dan kembali membawa peliharaannya sedangkan Qabil datang dengan sekarung gandum yang dipilih dari hasil cucuk tanamnya yang rosak dan busuk kemudian diletakkan kedua korban itu kambing Habil dan gandum Qabil di atas sebuah bukit lalu pergilah keduanya menyaksikan dari jauh apa yang akan terjadi atas dua jenis korban itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kemudian dengan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga Adam yang menanti dengan hati berdebar apa yang akan terjadi di atas bukit di mana kedua korban itu diletakkan, terlihat api besar yang turun dari langit menyambar kambing binatang korban Habil yang seketika itu musnah ternakan oleh api sedang karung gandum kepunyaan Qabil tidak tersentuh sedikit pun oleh api dan tetap tinggal utuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Maka dengan demikian keluarlah Habil sebagai pemenang dalam pertaruhan itu karena korban kambing telah diterima oleh Allah sehingga dialah yang mendapat keutamaan untuk memilih siapakah di antara kedua gadis saudaranya itu yang akan dipersandingkan menjadi isterinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-1402563323329825660?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/1402563323329825660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1402563323329825660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1402563323329825660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-4.html' title='Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 4 )'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-7549378852613763351</id><published>2010-07-22T14:39:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T21:28:38.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adam'/><title type='text'>Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 3 )</title><content type='html'>&lt;font color="#0000FF"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Menurut Yahudi dan Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang Adam terdapat dalam Kitab Kejadian pada Torah dan Alkitab pasal 2 dan 3, dan sedikit disinggung pada pasal 4 dan 5. Beberapa rincian lain tentang kehidupannya dapat ditemukan dalam kitab-kitab apokrif, seperti Kitab Yobel, Kehidupan Adam dan Hawa, dan Kitab Henokh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kisah di atas, Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah[2]. Adam kemudian ditempatkan di dalam Taman Eden yang berarti tanah daratan, terletak di hulu Sungai Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat (di sekitar wilayah Irak saat ini). Ia kemudian diperintahkan oleh-Nya untuk menamai semua binatang. Allah juga menciptakan makhluk penolong, yaitu seorang wanita yang oleh Adam dinamai Hawa. Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden dan berjalan bersama Allah, tetapi akhirnya mereka diusir dari taman itu karena mereka melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diusir dari taman itu, Adam harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Adam dan Hawa mempunyai tiga orang anak yang disebut dalam Kitab Kejadian, yaitu Kain, Habel, Set, dan yang lainnya[3]. Kitab Yobel menyebutkan dua orang anak perempuan Adam dan Hawa, yaitu Azura yang menikah dengan Set dan Awan, yang menikah dengan Kain. Baik Kitab Kejadian maupun Kitab Yobel menyatakan bahwa Adam mempunyai anak yang lain, tetapi nama mereka tidak disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut silsilah Kitab Kejadian, Adam meninggal dunia pada usia 930 tahun. Dengan angka-angka seperti itu, perhitungan seperti yang dibuat oleh Uskup Agung Ussher, memberikan kesan bahwa Adam meninggal hanya sekitar 127 tahun sebelum kelahiran Nuh, sembilan generasi setelah Adam. Dengan kata lain, Adam masih hidup bersama Lamekh (ayah Nuh) sekurang-kurangnya selama 50 tahun. Menurut Kitab Yosua, kota Adam masih dikenal pada saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan[4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda, setelah diusir dari Taman Eden, Adam pertama kali menjejakkan kakinya di muka bumi di sebuah gunung yang dikenal sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun yang kini terdapat di Sri Lanka. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Adam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Adam dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf ayat 11 sehingga 25&lt;br /&gt;Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia – keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.&lt;br /&gt;Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan Iblis dan Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak pernah mencabut kebebasan yang diberikan-Nya kepada iblis. Namun pada akhirnya, iblis tetap sebagai hamba yang kafir. Iblis benar-benar menolak untuk sujud kepada Nabi Adam. Allah SWT mengetahui bahwa ia akan menolak untuk sujud kepada Nabi Adam dan akan menentang-Nya. Bisa saja Allah SWT menghancurkannya atau mengubahnya menjadi tanah namun Allah memberikan kebebasan kepada makhluk-makhluk-Nya yang dibebani tanggung jawab. Dia memberikan kepada mereka kebebasan mutlak sehingga mereka bisa saja menolak perintah-Nya. Tetapi yang perlu diperhatikan bahwa keingkaran orang-orang kafir dan orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya tidak berarti meng-urangi kebesaran kerajaan-Nya dan sebaliknya, keimanan orang-orang mukmin dan kepatuhan orang-orang yang taat tidak berarti menambah kebesaran kekuasaan-Nya. Semua itu kembali kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam menyadari bahwa kebebasan di alam wujud adalah merupakan karunia yang Allah SWT berikan kepada makhluk-Nya. Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas penggunaan kebebasan itu. Setelah mempelajari pelajaran kebebasan, Nabi Adam mempelajari pelajaran kedua dari Allah SWT, yaitu ilmu. Nabi Adam mengetahui bahwa iblis adalah simbol kejahatan di alam wujud. Sebagaimana ia mengetahui bahwa para malaikat adalah simbol kebaikan, sementara ia belum mengenal dirinya saat itu. Kemudian Allah SWT memberitahukan kepadanya tentang hakikatnya, hikrnah penciptaannya, dan rahasia penghormatannya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. ” (QS. al-Baqarah: 31)&lt;/div&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-7549378852613763351?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/7549378852613763351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7549378852613763351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7549378852613763351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-3.html' title='Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 3 )'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-880916945761399890</id><published>2010-07-22T14:38:00.002+07:00</published><updated>2011-12-10T21:29:20.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adam'/><title type='text'>Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 2 )</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adam Menghuni Syurga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”,jawab Adam.”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”,tanya malaikat lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adam menjawab:”Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Perjalanan mengelilingi surga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Diriwayatkan tentang Nabi Adam as, beliau berkata bahwasanya saya diajak mengelilingi syurga dan saya tidak melihat satu istana pun dan satu dedaunan pun yang ada di syurga kecuali tertulis nama Sayyidul Wujud Muhammad saww. Lalu Nabi Sys bertanya pada Nabi Adam,” Wahai ayahku lebih mulia mana ayah dengan Nabi Muhammad saww…?” Jawab Nabi Adam, “lebih mulia Nabi Muhammad saww dari nabi dan malaikat dengan enam macam kelebihan:”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Yang pertama dijodohkannya Nabi Muhammad saww dengan Khadijah atas kehendak ALLAH swt karena disaat Nabi Muhammad saww didustakan oleh kafir quraisy, Khadijah membenarkan serta menghiburnya dan diserahkan seluruh harta Khadijah demi perjuangan Rosul saww.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Disejajarkannya nama Rosul saww dengan Asma ALLAH swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Nabi Muhammad saww memiliki syafaat yang terbesar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Orang yang pertama kali dihidupkan setelah hari kiamat dan orang yang pertama kali memasuki beserta para pengikutnya dengan kendaraan bourag serta membawa bendera kebesaran. Juga diapitnya Rosul saww oleh Malaikat Jibril di kanan dan Malaikat Mikail disebelah kiri kemudian bernaung dibawah Arsy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Bahwa syurga itu diharamkan buat nabi-nabi yang lain, sebelum Sayyidul Wujud Muhammad saww memasukinya terlebih dahulu beserta ummatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Dan diciptakannya semua yang ada di ala mini karena Sayyidul Wujud Muhammad saww.(http://blog.its.ac.id/syafii/2009/10/24/kisah-nabi-adam-as-ketika-mengelilingi-syurga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tipu daya Iblis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa. larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: “Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:”Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pernikahan Putra Adam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan. Keturunan pertama mereka ialah pasangan kembar Qabil dan Iqlima, kemudian pasangan kedua Habil dan Labuda. Setelah keempat anaknya dewasa, Adam mendapat petunjuk agar menikahkan keempat anaknya secara bersilangan, Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Namun Qabil menolak karena Iqlima jauh lebih cantik dari Labuda. Adam kemudian menyerahkan persolan ini kepada Allah dan Allah memerintahkan kedua putra Adam untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima, ialah yang berhak memilih jodohnya. Untuk kurban itu, Habil mengambil seekor kambing yang paling disayangi di antara hewan peliharaannya, sedang Qabil mengambil sekarung gandum yang paling jelek dari yang dimilikinya. Allah menerima kurban dari Habil, dengan demikian Habil lebih berhak menentukan pilihannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-880916945761399890?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/880916945761399890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/880916945761399890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/880916945761399890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/07/kisah-nabi-adam-alaihi-salam-2.html' title='Kisah Nabi Adam Alaihi Salam ( 2 )'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-1093616190505808278</id><published>2010-06-26T20:03:00.002+07:00</published><updated>2011-12-10T21:31:32.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adam'/><title type='text'>KISAH NABI ADAM Alaihi Salam ( 1 )</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah Subhanahu' wa Ta'ala menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah Subhanahu' wa Ta'ala untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Nama Adam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menceritakan sejarah manusia pertama dimuka bumi ini, mari kita ketahui dahulu pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ibrani" target="new" title="Ibrani"&gt;Ibrani&lt;/a&gt;: &lt;b&gt;אָדָם&lt;/b&gt;; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab" target="new" title="Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt;:&lt;b&gt;آدم&lt;/b&gt;, berarti tanah, manusia, atau cokelat muda) adalah dipercaya oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Samawi" target="new" title="Agama Samawi"&gt;agama-agama Samawi&lt;/a&gt; sebagai manusia pertama, bersama dengan istrinya yang bernama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hawa" target="new" title="Hawa"&gt;Hawa&lt;/a&gt;. Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia. Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" target="new" title="Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi" target="new" title="Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" target="new" title="Kristen"&gt;Kristen&lt;/a&gt;, maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penciptaan Nabi Adam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCSpCdiGGpI/AAAAAAAAAYg/_IjcrskvyRg/s1600/aDAM2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCSpCdiGGpI/AAAAAAAAAYg/_IjcrskvyRg/s200/aDAM2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah" target="new" title="Allah"&gt;Allah Subhanahu' wa Ta'ala&lt;/a&gt; mengumpulkan segenggam tanah dari bumi di dalamnya terdapat yang berwarna putih, hitam, kuning, coklat dan merah. Oleh karena itu, manusia memiliki beragam warna kulit. Allah Subhanahu' wa Ta'ala mencampur tanah dengan air sehingga menjadi tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dari tanah inilah Allah Subhanahu' wa Ta'ala menciptakan Nabi Adam. Setelah disempurnakan bentuknya, maka ditiupkanlah roh ke dalamnya sehingga ia dapat bergerak dan menjadi manusia yang sempurna. Awalnya Nabi Adam Alaihi Salam. ditempatkan di surga, tetapi terkena tipu daya iblis kemudian diturunkan ke bumi bersama istrinya karena mengingkari ketentuan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam beberapa Ayat dalam ayat-ayat Al-Qur'an, saya akan ambil QS : Al-Hijr : 26 ;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;dan ayat ke 28 ;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tugas Khalifah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam diturunkan kebumi bukan karena mengingkari ketentuan, melainkan dari sejak akan diciptakan, Allah sudah menunjuk Adam sebagai khalifah di muka bumi. jadi meskipun tidak melanggar ketentuan (Allah), Adam akan tetap diturunkan kebumi sebagai khalifah pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan derajatnya. Ia diutus untuk memperingatkan anak cucunya agar menyembah Allah Subhanahu' wa Ta'ala. Di antara sekian banyak anak cucunya, ada yang taat dan ada pula yang membangkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Umur Nabi Adam Alaihi Salam dan anak-anaknya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Menurut ajaran agama Samawi, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan (kembar). Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Humayd, Salamah, Ibnu Ishaq, anak-anak Adam adalah : Cayn dan saudara perempuan, Abel dan Labuda, Ashut dan saudara kembarnya. Seth dan Hazura, Ayad dan saudara perempuan, Balagh dan saudara perempuan, Athati dan saudara perempuan, Tawbah dan saudara perempuan, Darabi dan saudara perempuan, Hadaz dan saudara perempuan, Yahus dan saudara perempuan, Sandal dan saudara perempuan, Baraq dan saudara perempuan, total keseluruhan anak Adam sejumlah 40 anak kembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kekhawatiran Para Malaikat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah Subhanahu' wa Ta'ala akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khawatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu, disebabkan kekacauwan atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari berkata mereka kepada Allah Subhanahu' wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;”Ya Allah! Buat apa Engkau menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Engkau akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Allah ciptakan itu.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah Subhanahu' wa Ta'ala melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.”&lt;/b&gt; seperti Al-Qur'an ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. QS : Al-Hijr ayat : &lt;br /&gt;dalam QS : Al-Kahfi : 50 ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang lalim.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah Subhanahu' wa Ta'ala dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Allah ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna, seperti dalam QS : Al-Hijr : 29 ;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iblis Membangkang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah kepada malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam merupakan awal permusuhan iblis kepada manusia. Ia menolak perintah itu sehingga dihukum Allah. Namun iblis berjanji akan menyesatkan Adam dan keturunannya. Salah satu bentuk tipu dayanya adalah berhasil menggoda Adam untuk melanggar larangan Allah sehingga Adam dikeluarkan dari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tuhan bertanya kepada Iblis&lt;/b&gt;:&lt;i&gt;”Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iblis menjawab&lt;/b&gt;:&lt;i&gt;”Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam QS : Al-Hijr : 31 s/d 35 ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إِلا إِبْلِيسَ أَبَى أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;kecuali  iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah  berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka  yang sujud itu?"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قَالَ لَمْ أَكُنْ لأسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Berkata  Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah  menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang  diberi bentuk".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah  berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;dan  sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam QS Al-Hijr : 39 - 40 ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Iblis  berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti  aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan  pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;kecuali  hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;Allah  berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:&lt;i&gt;”Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam.”&lt;/i&gt; Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka:&lt;i&gt;”Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung : Insya Allah...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-1093616190505808278?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/1093616190505808278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-adam-alaihi-salam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1093616190505808278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1093616190505808278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-adam-alaihi-salam.html' title='KISAH NABI ADAM Alaihi Salam ( 1 )'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCSpCdiGGpI/AAAAAAAAAYg/_IjcrskvyRg/s72-c/aDAM2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-2174710161560810316</id><published>2010-06-25T13:45:00.001+07:00</published><updated>2010-06-25T14:37:33.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Do'a Ibu kepada Juraij</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCRcso7nDWI/AAAAAAAAAYY/XlEemmG1fvs/s1600/Jur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCRcso7nDWI/AAAAAAAAAYY/XlEemmG1fvs/s320/Jur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Doa seorang ibu sungguh mustajab. Baik doa kebaikan ataupun doa buruk. Rosululloh pernah menyampaikan suatu kisah menarik berkaitan dengan doa ibu. Suatu kisah nyata yang terjadi pada masa sebelum Rosululloh yang patut diambil sebagai ibroh bagi orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, ada tiga orang bayi yang bisa berbicara. Salah satunya adalah seorang bayi yang hidup pada masa Juraij. Juraij adalah seorang ahli ibadah, dia memiliki sebuah tempat ibadah yang sekaligus jadi tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Suatu ketika Juraij sedang melaksanakan sholat, tiba-tiba ibunya yang sedang sakit memanggilnya : &lt;i&gt;“Wahai Juraij”&lt;/i&gt;. Dalam hatinya, Juraij bergumam: &lt;i&gt;“Wahai Robbku, apakah yang harus aku dahulukan… meneruskan sholatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?!”&lt;/i&gt;. Dalam kebimbangan, dia tetap meneruskan sholatnya. Sehingga sang ibu tertidur, selesai ia sholat dia melihat sang ibu sudah tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika sang ibu terbangun, ia kembali memanggilnya : &lt;i&gt;“Wahai Juraij!”&lt;/i&gt;. Juraij yang saat itu pun sedang sholat bergumam dalam hatinya: &lt;i&gt;“Wahai Robbku, apakah aku harus meneruskan sholatku… Ataukah (memenuhi) panggilan ibuku?l”&lt;/i&gt;. Tetapi dia tetap meneruskan sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu kembali tertidur untuk-kedua kalinya. dan ketiga kalinya sang ibu terbangun, seraya memanggil: &lt;i&gt;“Wahai Juraij!”&lt;/i&gt;. Lagi-lagi Juraij sedang menjalankan sholat. Dalam hatinya, ia bergumam: &lt;i&gt;“Wahai Robbku, haruskah aku memilih meneruskan sholatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?”&lt;/i&gt;. Tetapi dia tetap meneruskan sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan kecewa setelah tiga kali panggilannya tidak mendapat sahutan Juraij anaknya, sang ibu berdoa: &lt;i&gt;“Ya Alloh, janganlah engkau matikan Juraij hingga dia melihat wajah wanita pelacur”&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Bani Israil (ketika itu) sering menyebut-nyebut nama Juraij serta ketekunan ibadahnya, Suatu saat ada sang pengembala yang kemalaman dalam perjalanan lalu meminta izin kepada Juraij untuk menginap beristirahat beberapa hari dirumahnya, lalu Juraij mengizinkan untuk menginap, dan pada malam itu pula datang seorang wanita pelacur berparas cantik jelita yang meminta izin untuk menginap, sambil menggoda dan merayu Juraij, dengan tanpa basa-basi Juraij menolaknya lalu dengan penuh permohonan dengan alasan sudah larut malam pelacur itu meminta untuk dapat diizinkan, akhirnya Juraij mengizinkan menginap hanya satu malam, dengan perasaan kecewa wanita pelacur itu masuk, tanpa disengaja wanita itu melihat pria didalam rumah Juraij, akhirnya wanita itu berniat untuk membalas sakit hatinya kepada Juraij demi terlaksananya tipu muslihat ia berkata dalam hati : &lt;i&gt;"aku akan membalas sakit hatiku kepada Juraij dengan menggodanya (Pengembala)"&lt;/i&gt;. Wanita pelacur itupun kemudian merayu dan menawarkan diri kepada pengembala. karena Iman si Pengembala tipis maka terjadilah perzinaan antara dia dengan penggembala itu. Hingga akhirnya wanita itu hamil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan manakala bayinya telah lahir, dia membuat pengakuan palsu dengan berkata kepada orang-orang: &lt;i&gt;“Bayi ini adalah anak Juraij.”&lt;/i&gt; Mendengar hal itu, masyarakat percaya dan beramai-ramai mendatangi tempat ibadah Juraij, memaksanya turun, merusak tempat ibadahnya dan memukulinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juraij yang tidak tahu masalahnya bertanya dengan heran: &lt;i&gt;“Ada apa dengan kalian?”&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;“Kamu telah berzina dengan wanita pelacur lalu dia sekarang melahirkan anakmu”&lt;/i&gt;, jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tahulah Juraij bahwa ini adalah makar wanita lacur itu. Lantas bertanya: &lt;i&gt;“Dimana bayinya?”&lt;/i&gt;. Merekapun membawa bayinya. Juraij berkata: &lt;i&gt;“Biarkan saya melakukan sholat dulu”,&lt;/i&gt; kemudian dia berdiri sholat. Seusai menunaikan sholat, dia menghampiri si bayi lalu mencubit perutnya seraya bertanya: &lt;i&gt;“Wahai bayi, siapakah ayahmu?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Si bayi menjawab: &lt;i&gt;“Ayahku adalah si fulan, seorang penggembala”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, masyarakat bergegas menghampiri Juraij, mencium dan mengusapnya.Mereka minta maaf dan berkata: &lt;i&gt;“Kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas”.&lt;/i&gt; Juraij mengatakan: &lt;i&gt;“Tidak, bangun saja seperti semula yaitu dari tanah liat”.&lt;/i&gt; Lalu merekapun mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas diambil dari Hadits ;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu Hurairah r.a berkata, "Rasulullah menceritakan bahwa seorang ibu memanggil anaknya yang sedang shalat di tempat peribadatannya. Ibu itu berkata, 'Hai Juraij!' Lalu Juraij berkata (dalam hati), 'Ya Allah, ibuku (memanggilku), dan aku (sedang menunaikan) shalatku. Apakah yang harus aku perbuat?' Ibu itu memanggil lagi, 'Wahai Juraij!' Juraij berkata, 'Ibuku atau shalatku?' Ibunya memanggil lagi, 'Wahai Juraij!' Juraij berkata, 'Ya Allah, ibuku atau shalatku?' Ibu itu berkata, 'Ya Allah, semoga Juraij tidak mati sebelum ia melihat muka wanita pelacur terlebih dahulu.' Pada suatu ketika datang seorang wanita pelacur ke tempat peribadatannya, lalu ia melahirkan. Ketika ditanya, 'Anak siapa itu?' Wanita itu menjawab, 'Anak si Juraij, dan dia keluar dari tempat peribadatannya.' Juraij berkata, 'Mana wanita yang mengatakan anaknya adalah dariku? Juraij berkata, 'Wahai si kecil! Siapakah bapakmu?' Ia menjawab, 'Seorang penggembala kambing.'"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa Allahu alam.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-2174710161560810316?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/2174710161560810316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/2174710161560810316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/2174710161560810316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/blog-post.html' title='Do&apos;a Ibu kepada Juraij'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCRcso7nDWI/AAAAAAAAAYY/XlEemmG1fvs/s72-c/Jur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4118246548499086762</id><published>2010-06-23T02:07:00.005+07:00</published><updated>2010-07-20T17:04:12.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><title type='text'>Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 4 end</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tantangan Dakwah Beliau dan Pemecahannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvElAacUVI/AAAAAAAAAXo/TbqnXq2baPI/s1600/Wahab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvElAacUVI/AAAAAAAAAXo/TbqnXq2baPI/s320/Wahab.jpg" width="261" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagaimana lazimnya, seorang pemimpin besar dalam suatu gerakan perubahan , maka Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab pun tidak lepas dari sasaran permusuhan dari pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun dari luar Islam, terutama setelah Syeikh menyebarkah dakwahnya dengan tegas melalui tulisan-tulisannya, berupa buku-buku mahupun surat-surat yang tidak terkira banyaknya. Surat-surat itu dikirim ke segenap penjuru negeri Arab dan juga negeri-negeri Ajam (bukan Arab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Surat-suratnya itu dibalas oleh pihak yang menerimanya, sehingga menjadi beratus-ratus banyaknya. Mungkin kalau dibukukan niscaya akan menjadi puluhan jilid tebalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari surat-surat ini sudah dihimpun, diedit serta diberi ta’liq dan sudah diterbitkan, sebagian lainnya sedang dalam proses penyusunan. Ini tidak termasuk buku-buku yang sangat berharga yang sempat ditulis sendiri oleh Syeikh di celah-celah kesibukannya yang luarbiasa itu. Adapun buku-buku yang sempat ditulisnya itu berupa buku-buku pegangan dan rujukan kurikulum yang dipakai di madrasah-madrasah ketika beliau memimpin gerakan tauhidnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentangan maupun permusuhan yang menghalang dakwahnya, muncul dalam dua bentuk: 1. Permusuhan atau tentangan atas nama ilmiyah dan agama, 2. Atas nama politik yang berselubung agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang terakhir, mereka memperalatkan golongan ulama tertentu, demi mendukung kumpulan mereka untuk memusuhi dakwah Wahabiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuduh dan memfitnah Syeikh sebagai orang yang sesat lagi menyesatkan, sebagai kaum Khawarij, sebagai orang yang ingkar terhadap ijma’ ulama dan pelbagai macam tuduhan buruk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Syeikh menghadapi semuanya itu dengan semangat tinggi, dengan tenang, sabar dan beliau tetap melancarkan dakwah bil lisan dan bil hal, tanpa mempedulikan celaan orang yang mencelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada hakikatnya ada tiga golongan musuh-musuh dakwah beliau:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Golongan ulama khurafat, yang mana mereka melihat yang haq (benar) itu batil dan yang batil itu haq. Mereka menganggap bahwa mendirikan bangunan di atas kuburan lalu dijadikan sebagai masjid untuk bersembahyang dan berdoa di sana dan mempersekutukan Allah dengan penghuni kubur, meminta bantuan dan meminta syafaat padanya, semua itu adalah agama dan ibadah. Dan jika ada orang-orang yang melarang mereka dari perbuatan jahiliyah yang telah menjadi adat tradisi nenek moyangnya, mereka menganggap bahwa orang itu membenci auliya’ dan orang-orang soleh, yang bererti musuh mereka yang harus segera diperangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Golongan ulama taashub, yang mana mereka tidak banyak tahu tentang hakikat Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab dan hakikat ajarannya. Mereka hanya taqlid belaka dan percaya saja terhadap berita-berita negatif mengenai Syeikh yang disampaikan oleh kumpulan pertama di atas sehingga mereka terjebak dalam perangkap Ashabiyah (kebanggaan dengan golongannya) yang sempit tanpa mendapat kesempatan untuk melepaskan diri dari belitan ketaashubannya. Lalu menganggap Syeikh dan para pengikutnya seperti yang diberitakan, yaitu; anti Auliya’ dan memusuhi orang-orang shaleh serta mengingkari karamah mereka. Mereka mencaci-maki Syeikh habis-habisan dan beliau dituduh sebagai murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Golongan yang takut kehilangan pangkat dan jawatan, pengaruh dan kedudukan. Maka golongan ini memusuhi beliau supaya dakwah Islamiyah yang dilancarkan oleh Syeikh yang berpandukan kepada aqidah Salafiyah murni gagal karena ditelan oleh suasana hingar-bingarnya penentang beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tiga jenis musuh yang lahir di tengah-tengah nyalanya api gerakan yang digerakkan oleh Syeikh dari Najd ini, yang mana akhirnya terjadilah perang perdebatan dan polemik yang berkepanjangan di antara Syeikh di satu pihak dan lawannya di pihak yang lain. Syeikh menulis surat-surat dakwahnya kepada mereka, dan mereka menjawabnya. Demikianlah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang pena yang terus menerus berlangsung itu, bukan hanya terjadi di masa hayat Syeikh sendiri, akan tetapi berterusan sampai kepada anak cucunya. Di mana anak cucunya ini juga ditakdirkan Allah menjadi ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah yang meneruskan perjuangan al-maghfurlah Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab, yang dibantu oleh para muridnya dan pendukung-pendukung ajarannya. Demikianlah perjuangan Syeikh yang berawal dengan lisan, lalu dengan pena dan seterusnya dengan senjata, telah didukung sepenuhnya oleh Amir Muhammad bin Saud, penguasa Dar’iyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pertama kali yang mengumandangkan jihadnya dengan pedang pada tahun 1158 H. Sebagaimana kita ketahui bahwa seorang da’i ilallah, apabila tidak didukung oleh kekuatan yang mantap, pasti dakwahnya akan surut, meskipun pada tahap pertama mengalami kemajuan. Namun pada akhirnya orang akan jemu dan secara beransur-ansur dakwah itu akan ditinggalkan oleh para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, maka kekuatan yang paling ampuh untuk mempertahankan dakwah dan pendukungnya, tidak lain harus didukung oleh senjata. Karena masyarakat yang dijadikan sebagai objek daripada dakwah kadangkala tidak mampan dengan lisan mahupun tulisan, akan tetapi mereka harus diiring dengan senjata, maka waktu itulah perlunya memainkan peranan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah benarnya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ” Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami, dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan Mizan/neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan pelbagai manfaat bagi umat manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan RasulNya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa.” (al-Hadid:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menerangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para RasulNya dengan disertai bukti-bukti yang nyata untuk menumpaskan kebatilan dan menegakkan kebenaran. Di samping itu pula, mereka dibekalkan dengan Kitab yang di dalamnya terdapat pelbagai macam hukum dan undang-undang, keterangan dan penjelasan. Juga Allah menciptakan neraca (mizan) keadilan, baik dan buruk serta haq dan batil, demi tertegaknya kebenaran dan keadilan di tengah-tengah umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua itu tidak mungkin berjalan dengan lancar dan stabil tanpa ditunjang oleh kekuatan besi (senjata) yang menurut keterangan al-Qur’an al-Hadid fihi basun syadid yaitu, besi baja yang mempunyai kekuatan dahsyat. yaitu berupa senjata tajam, senjata api, peluru, senapan, meriam, kapal perang, nuklir dan lain-lain lagi, yang pembuatannya mesti menggunakan unsur besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh besi itu amat besar manfaatnya bagi kepentingan umat manusia yang mana al-Qur’an menyatakan dengan Wama nafiu linasi yaitu dan banyak manfaatnya bagi umat manusia. Apatah lagi jika dipergunakan bagi kepentingan dakwah dan menegakkan keadilan dan kebenaran seperti yang telah dimanfaatkan oleh Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab semasa gerakan tauhidnya tiga abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal yang sehat dan fikiran yang bersih akan mudah menerima ajaran-ajaran agama, sama ada yang dibawa oleh Nabi, mahupun oleh para ulama. Akan tetapi bagi orang zalim dan suka melakukan kejahatan, yang diperhambakan oleh hawa nafsunya, mereka tidak akan tunduk dan tidak akan mau menerimanya, melainkan jika mereka diiring dengan senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab dalam dakwah dan jihadnya telah memanfaatkan lisan, pena serta pedangnya seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri, di waktu baginda mengajak kaum Quraisy kepada agama Islam pada waktu dahulu. Yang demikian itu telah dilakukan terus menerus oleh Syeikh Muhammad selama lebih kurang 48 tahun tanpa berhenti, yaitu dari tahun 1158 Hinggalah akhir hayatnya pada tahun 1206 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wafatnya Beliau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin `Abdul Wahab telah menghabiskan waktunya selama 48 tahun lebih di Dar’iyah. Keseluruhan hidupnya diisi dengan kegiatan menulis, mengajar, berdakwah dan berjihad serta mengabdi sebagai menteri penerangan Kerajaan Saudi di Tanah Arab. Muhammad bin Abdulwahab berdakwah sampai usia 92 tahun, beliau wafat pada tanggal 29 Syawal 1206 H, bersamaan dengan tahun 1793 M, dalam usia 92 tahun. Jenazahnya dikebumikan di Dar’iyah (Najd).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4118246548499086762?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4118246548499086762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4118246548499086762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4118246548499086762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab_23.html' title='Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 4 end'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvElAacUVI/AAAAAAAAAXo/TbqnXq2baPI/s72-c/Wahab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-6028691294746970906</id><published>2010-06-22T15:59:00.006+07:00</published><updated>2010-06-25T17:47:25.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Widget'/><title type='text'>Cara pasang Widget RodjaTv di Blog</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan kali ini membahas tentang cara pasang &lt;a color="CC0033" href="http://www.radiorodja.com/featured/widget-rodjatv" target="new" title="Rodja"&gt;Widget RodjaTv&lt;/a&gt; di Blogspot, mudah-mudahan dapat membantu sobat yang kesulitan, caranya klick tombol &lt;b&gt;Block All&lt;/b&gt; dibawah ini lalu tekan Ctrl+c ( tapi jangan pakai + ya ); &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Block All" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;textarea cols="55" name="txt" rows="100" style="height: 144px; width: 300px;" wrap="VIRTUAL"&gt;&amp;lt;!--Widget RodjaTV Starts--&amp;gt; &amp;lt;br /&amp;gt; &amp;lt;script type="text/javascript"&amp;gt;     wWidth = "220px";     wHeight = "170px";     wAutostart = "false";     wFullscreen = "true";     wBackgroundOut = "#8C072B";     wBorderOut = "#2E031F";     wBackgroundIn = " #BF0A2B";    wBorderIn = "#2E031F";     wColor = "#DEEFC5";     document.write('&amp;lt;scr'+'ipt type="text/JavaScript" src="http://widget.radiorodja.com/rodjatv/bootstrap.js"&amp;gt;');  &amp;lt;/script&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt; &amp;lt;!--Widget RodjaTV Ends--&amp;gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kemudian buka Notepad pada komputer anda lalu paste atau Ctrl+V terlebih dahulu, lalu untuk menempatkan Script diatas pada blog anda, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk blogger dengan template Baru&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Log in terlebih dahulu ke blogger.com dengan id anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klik menu &lt;b&gt;Rancangan&lt;/b&gt;seperti gbr dibawah ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB1TtrY4MI/AAAAAAAAAXw/8VNhd1d3N5s/s1600/New+Picture+%282%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB1TtrY4MI/AAAAAAAAAXw/8VNhd1d3N5s/s320/New+Picture+%282%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Lalu setelah itu, klick &lt;b&gt;Elemen Laman&lt;/b&gt;, seperti gbr dibawah ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB2FmC2btI/AAAAAAAAAX4/0HZ922LhfgE/s1600/New+Picture+%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB2FmC2btI/AAAAAAAAAX4/0HZ922LhfgE/s320/New+Picture+%281%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Klick pada &lt;b&gt;Tambahkan Gadget&lt;/b&gt;, seperti gbr dibawah ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB3aBSAOEI/AAAAAAAAAYA/9ygdBcPbTK8/s1600/New+Picture+%282%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="273" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB3aBSAOEI/AAAAAAAAAYA/9ygdBcPbTK8/s320/New+Picture+%282%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah diklick akan keluar Window Pop up, lalu klick tulisan &lt;b&gt;HTML/JavaScript&lt;/b&gt; pada window pop up tersebut, lihat gbr dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB5KeOvFNI/AAAAAAAAAYI/ci1JJcgMkCM/s1600/New+Picture+%282%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB5KeOvFNI/AAAAAAAAAYI/ci1JJcgMkCM/s320/New+Picture+%282%29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB6RyBcrDI/AAAAAAAAAYQ/3GLx--e2w7s/s1600/New+Picture+%283%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB6RyBcrDI/AAAAAAAAAYQ/3GLx--e2w7s/s320/New+Picture+%283%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6. Lalu masukan kode script yang telah di copy pada Notepad dan di paste pada kolomnya atau tekan Ctrl+V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Klick &lt;b&gt;Save / Simpan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Selesai. Silahkan lihat pada Pratinjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang &lt;a color="CC0033" href="http://www.radiorodja.com/featured/widget-rodjatv" target="new" title="Rodja"&gt;Widget RodjaTv&lt;/a&gt; bisa dinikmati oleh anda / sobat-sobat yang mengunjungi blog atau site anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya sebagai keterangan kode Script tadi seperti berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wWidth = untuk menentukan lebar player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wHeight = untuk menentukan tinggi player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wAutostart = isi dengan true/false, true untuk otomatis play dan bila sebaliknya isi dengan false.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wFullscreen = isi dengan tru/false, true untuk mengijinkan player dalam mode fullscreen dan bila tidak isi dengan false.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wBorderOut = warna garis luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wBackgroundOut = warna latar luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wBorderIn = warna garis dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wBackgroundIn = warna latar dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wColor = warna huruf judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga apa yang kami upayakan ini bisa bermanfaat bagi anda sekalian dan juga bisa menjadi pemberat timbangan amal kita diakhirat kelak..Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukron, Jazakallahu Khairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat Contohnya di &lt;a href="http://kumpulan-al-quranhadits-shahih.blogspot.com" target="new" title="Rodja"&gt;Kumpulam Al-Qur'an Hadits.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-6028691294746970906?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/6028691294746970906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/cara-pasang-widget-rodjatv-di-blog.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6028691294746970906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6028691294746970906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/cara-pasang-widget-rodjatv-di-blog.html' title='Cara pasang Widget RodjaTv di Blog'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TCB1TtrY4MI/AAAAAAAAAXw/8VNhd1d3N5s/s72-c/New+Picture+%282%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-1568850127918977323</id><published>2010-06-22T02:05:00.003+07:00</published><updated>2010-07-20T17:03:48.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><title type='text'>Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار . &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berdakwah Melalui Surat-menyurat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvD15RhvzI/AAAAAAAAAXg/6tNicte3-l4/s1600/Wahab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvD15RhvzI/AAAAAAAAAXg/6tNicte3-l4/s320/Wahab.jpg" width="261" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Syeikh menempuh pelbagai macam dan cara, dalam menyampaikan dakwahnya, sesuai dengan keadaan masyarakat yang dihadapinya. Di samping berdakwah melalui lisan, beliau juga tidak mengabaikan dakwah secara pena dan pada saatnya juga jika perlu beliau berdakwah dengan besi (pedang).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka Syeikh mengirimkan suratnya kepada ulama-ulama Riyadh dan para umaranya, yang pada ketika itu adalah Dahkan bin Dawwas. Surat-surat itu dikirimkannya juga kepada para ulama dan penguasa-penguasa. Beliau terus mengirimkan surat-surat dakwahnya itu ke sleuruh penjuru Arab, baik yang dekat ataupun jauh. Di dalam surat-surat itu, beliau menjelaskan tentang bahaya syirik yang mengancam negeri-negeri Islam di seluruh dunia, juga bahaya bid’ah, khurafat dan tahyul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah berarti bahwa ketika itu tidak ada lagi perhatian para ulama Islam setempat kepada agama ini, sehingga seolah-olah bagaikan tidak ada lagi yang memperahtikan masalah agama. Akan tetapi yang sedang kita bicarakan sekarang adalah masalah negeri Najd dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat hubungan surat menyurat Syeikh terhadap para ulama dan umara dalam dan luar negeri, telah menambahkan kemasyhuran nama Syeikh sehingga beliau disegani di antara kawan dan lawannya, hingga jangkauan dakwahnya semakin jauh berkumandang di luar negeri, dan tidak kecil pengaruhnya di kalangan para ulama dan pemikir Islam di seluruh dunia, seperti di Hindia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Afrika Utara, Maghribi, Mesir, Syria, Iraq dan lain-lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang cukup banyak para da’i dan ulama di negeri-negeri tersebut tetapi pada waktu itu kebanyakan di antara mereka yang kehilangan arah, meskipun mereka memiliki ilmu-ilmu yang cukup memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah banyaknya surat-menyurat di antara Syeikh dengan para ulama di dalam dan luar Jazirah Arab, sehingga menjadi dokumen yang amat berharga sekali. Akhir-akhir ini semua tulisan beliau, yang berupa risalah, maupun kitab-kitabnya, sedang dihimpun untuk dicetak dan sebagian sudah dicetak dan disebarkan ke seluruh pelosok dunia Islam, baik melalui Rabithah al-`Alam Islami, maupun terus dari pihak kerajaan Saudi sendiri ( di masa mendatang). Begitu juga dengan tulisan-tulisan dari putera-putera dan cucu-cucu beliau serta tulisan-tulisan para murid-muridnya dan pendukung-pendukungnya yang telah mewarisi ilmu-ilmu beliau. Di masa kini, tulisan-tulisan beliau sudah tersebar luas ke seluruh pelosok dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jadilah Dar’iyah sebagai pusat penyebaran dakwah kaum Muwahhidin (gerakan pemurnian tauhid) oleh Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab yang didukung oleh penguasa Amir Ibnu Saud. Kemudian murid-murid keluaran Dar’iyah pula menyebarkan ajaran-ajaran tauhid murni ini ke seluruh pelusuk negeri dengan cara membuka sekolah-sekolah di daerah-daerah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pembaharuan yang digerakkan oleh Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab ini tercatat dalam sejarah dunia sebagai yang paling hebat dari jenisnya dan amat cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, hal ini merupakan suatu pergerakan perubahan besar yang banyak memakan korban manusia maupun harta benda. Karena pergerakan ini mendapat tentangan bukan hanya dari luar, akan tetapi lebih banyak datangnya dari kalangan sendiri, terutama dari tokoh-tokoh agama Islam sendiri yang takut akan kehilangan pangkat, kedudukan, pengaruh dan jamaahnya. Namun, oleh karena perlawanan sudah juga digencarkan muslimin sendiri, maka orang-orang di luar Islam pula, terutama kaum orientalis mendapat angin segar untuk turut campur-tangan membesarkan perselisihan diantara umat Islam sehingga terjadi saling membid’ahkan dan bahkan saling mengkafirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa tersebut telah pun berlalu. Umat Islam kini sudah sedar tentang apa dan siapa kaum pengikut dakwah Rasulullah yang diteruskan Muhammad bin Abdul Wahhab (dijuluki Wahabi). Dan satu persatu kejahatan dan kebusukan kaum orientalis yang sengaja mengadu domba antara sesama umat Islam semenjak awal, begitu juga dari kaum penjajah Barat, semuanya kini sudah terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun usaha musuh-musuh dakwahnya begitu hebat, sama ada dari kalangan dalam Islam sendiri, mahupun dari kalangan luarnya, yang dilancarkan melalui pena atau ucapan, yang ditujukan untuk membendung dakwah tauhid ini, namun usaha mereka sia-sia belaka, karena ternyata Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memenangkan perjuangan dakwah tauhid yang dipelopori oleh Syeikh Islam, Imam Muhammad bin `Abdul Wahab yang telah mendapat sambutan bukan hanya oleh penduduk negeri Najd saja, akan tetapi juga sudah menggema ke seluruh dunia Islam dari Maghribi sampai ke Merauke, malah kini sudah berkumandang pula ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, jasa-jasa Putera Muhammad bin Saud (pendiri kerajaan Arab Saudi) dengan semua anak cucunya tidaklah boleh dilupakan begitu saja, di mana dari masa ke masa mereka telah membantu perjuangan tauhid ini dengan harta dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan pemurnian ajaran agama Islam, Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab telah menempuh pelbagai macam cara. Kadangkala lembut dan kadangkala kasar, sesuai dengan sifat orang yang dihadapinya. Beliau mendapat pertentangan dan perlawanan dari kelompok yang tidak menyenanginya karena sikapnya yang tegas dan tanpa kompromi, sehingga lawan-lawannya membuat tuduhan-tuduhan ataupun pelbagai fitnah terhadap dirinya dan pengikut-pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuhnya pernah menuduh bahwa Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab telah melarang para pengikutnya membaca kitab fiqh, tafsir dan hadith. Malahan ada yang lebih keji, yaitu menuduh Syeikh Muhammad telah membakar beberapa kitab tersebut, serta menafsirkan Al Qur’an menurut kehendak hawa nafsu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dituduh dan difitnah terhadap Syeikh Ibnu `Abdul Wahab itu, telah dijawab dengan tegas oleh seorang pengarang terkenal, yaitu al-Allamah Syeikh Muhammad Basyir as-Sahsawani, dalam bukunya yang berjudul Shiyanah al-Insan di halaman 473 seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya tuduhan tersebut telah dijawab sendiri oleh Syeikh Ibnu `Abdul Wahab sendiri dalam suatu risalah yang ditulisnya dan dialamatkan kepada `Abdullah bin Suhaim dalam pelbagai masalah yang diperselisihkan itu. Diantaranya beliau menulis bahwa semua itu adalah bohong dan kata-kata dusta belaka, seperti dia dituduh membatalkan kitab-kitab mazhab, dan dia mendakwakan dirinya sebagai mujtahid, bukan muqallid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam sebuah risalah yang dikirimnya kepada `Abdurrahman bin `Abdullah, Muhammad bin `Abdul Wahab berkata: “Aqidah dan agama yang aku anut, ialah mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah, sebagai tuntunan yang dipegang oleh para Imam Muslimin, seperti Imam-imam Mazhab empat dan pengikut-pengikutnya sampai hari kiamat. Aku hanyalah suka menjelaskan kepada orang-orang tentang pemurnian agama dan aku larang mereka berdoa (mohon syafaat) pada orang yang hidup atau orang mati daripada orang-orang soleh dan lainnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Abdullah bin Muhammad bin `Abdul Wahab, menulis dalam risalahnya sebagai ringkasan dari beberapa hasil karya ayahnya, Syeikh Ibnu `Abdul Wahab, seperti berikut: “Bahwa mazhab kami dalam Ushuluddin (Tauhid) adalah mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan cara (sistem) pemahaman kami adalah mengikuti cara Ulama Salaf. Sedangkan dalam hal masalah furu’ (fiqh) kami cenderung mengikuti mazhab Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Kami tidak pernah mengingkari (melarang) seseorang bermazhab dengan salah satu daripada mazhab yang empat. Dan kami tidak mempersetujui seseorang bermazhab kepada mazhab yang luar dari mazhab empat, seprti mazhab Rafidhah, Zaidiyah, Imamiyah dan lain-lain lagi. Kami tidak membenarkan mereka mengikuti mazhab-mazhab yang batil. Malah kami memaksa mereka supaya bertaqlid (ikut) kepada salah satu dari mazhab empat tersebut. Kami tidak pernah sama sekali mengaku bahwa kami sudah sampai ke tingkat mujtahid mutlaq, juga tidak seorang pun di antara para pengikut kami yang berani mendakwakan dirinya dengan demikian. Hanya ada beberapa masalah yang kalau kami lihat di sana ada nash yang jelas, baik dari Qur’an mahupun Sunnah, dan setelah kami periksa dengan teliti tidak ada yang menasakhkannya, atau yang mentaskhsiskannya atau yang menentangnya, lebih kuat daripadanya, serta dipegangi pula oleh salah seorang Imam empat, maka kami mengambilnya dan kami meninggalkan mazhab yang kami anut, seperti dalam masalah warisan yang menyangkut dengan kakek dan saudara lelaki; Dalam hal ini kami berpendirian mendahulukan kakek, meskipun menyalahi mazhab kami (Hambali).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bunyi isi tulisan kitab Shiyanah al-Insan, hal. 474. Seterusnya beliau berkata: “Adapun yang mereka fitnah kepada kami, sudah tentu dengan maksud untuk menutup-nutupi dan menghalang-halangi yang hak, dan mereka membohongi orang banyak dengan berkata: `Bahwa kami suka mentafsirkan Qur’an dengan selera kami, tanpa mengindahkan kitab-kitab tafsirnya. Dan kami tidak percaya kepada ulama, menghina Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam’ dan dengan perkataan `bahwa jasad Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam itu buruk di dalam kuburnya. Dan bahwa tongkat kami ini lebih bermanfaat daripada Nabi, dan Nabi itu tidak mempunyai syafaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ziarah kepada kubur Nabi itu tidak sunat, Nabi tidak mengerti makna “La ilaha illallah” sehingga perlu diturunkan kepadanya ayat yang berbunyi: “Fa’lam annahu La ilaha illallah,” dan ayat ini diturunkan di Madinah. Dituduhnya kami lagi, bahwa kami tidak percaya kepada pendapat para ulama. Kami telah menghancurkan kitab-kitab karangan para ulama mazhab, karena didalamnya bercampur antara yang hak dan batil. Malah kami dianggap mujassimah (menjasmanikan Allah), serta kami mengkufurkan orang-orang yang hidup sesudah abad keenam, kecuali yang mengikuti kami. Selain itu kami juga dituduh tidak mahu menerima bai’ah seseorang sehingga kami menetapkan atasnya `bahwa dia itu bukan musyrik begitu juga ibu-bapaknya juga bukan musyrik.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan lagi bahwa kami telah melarang manusia membaca selawat ke atas Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam dan mengharamkan berziarah ke kubur-kubur. Kemudian dikatakannya pula, jika seseorang yang mengikuti ajaran agama sesuai dengan kami, maka orang itu akan diberikan kelonggaran dan kebebasan dari segala beban dan tanggungan atau hutang sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dituduh tidak mahu mengakui kebenaran para ahlul Bait Radiyallahu ‘anhum. Dan kami memaksa menikahkan seseorang yang tidak kufu serta memaksa seseorang yang tua umurnya dan ia mempunyai isteri yang muda untuk diceraikannya, karena akan dinikahkan dengan pemuda lainnya untuk mengangkat derajat golongan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka semua tuduhan yang diada-adakan dalam hal ini sungguh kami tidak mengerti apa yang harus kami katakan sebagai jawapan, kecuali yang dapat kami katakan hanya “Subhanaka – Maha suci Engkau ya Allah” ini adalah kebohongan yang besar. Oleh karena itu, maka barangsiapa menuduh kami dengan hal-hal yang tersebut di atas tadi, mereka telah melakukan kebohongan yang amat besar terhadap kami. Barangsiapa mengaku dan menyaksikan bahwa apa yang dituduhkan tadi adalah perbuatan kami, maka ketahuilah: bahwa kesemuanya itu adalah suatu penghinaan terhadap kami, yang dicipta oleh musuh-musuh agama ataupun teman-teman syaithan dari menjauhkan manusia untuk mengikuti ajaran sebersih-bersih tauhid kepada Allah dan keikhlasan beribadah kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami beri’tiqad bahwa seseorang yang mengerjakan dosa besar, seperti melakukan pembunuhan terhadap seseorang Muslim tanpa alasan yang wajar, begitu juga seperti berzina, riba’ dan minum arak, meskipun berulang-ulang, maka orang itu hukumnya tidaklah keluar dari Islam (murtad), dan tidak kekal dalam neraka, apabila ia tetap bertauhid kepada Allah dalam semua ibadahnya.” (Shiyanah al-Insan, m.s 475)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus tentang Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab berkata: “Dan apapun yang kami yakini terhadap martabat Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa martabat beliau itu adalah setinggi-tinggi martabat makhluk secara mutlak. Dan Beliau itu hidup di dalam kuburnya dalam keadaan yang lebih daripada kehidupan para syuhada yang telah digariskan dalam Al-Qur’an. Karena Beliau itu lebih utama dari mereka, dengan tidak diragukan lagi. Bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mendengar salam orang yang mengucapkan kepadanya. Dan adalah sunnah berziarah kepada kuburnya, kecuali jika semata-mata dari jauh hanya datang untuk berziarah ke maqamnya. Namun Sunat juga berziarah ke masjid Nabi dan melakukan solat di dalamnya, kemudian berziarah ke maqamnya. Dan barangsiapa yang menggunakan waktunya yang berharga untuk membaca selawat ke atas Nabi, selawat yang datang daripada beliau sendiri, maka ia akan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...Insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-1568850127918977323?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/1568850127918977323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1568850127918977323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1568850127918977323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab_22.html' title='Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 3'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvD15RhvzI/AAAAAAAAAXg/6tNicte3-l4/s72-c/Wahab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-7982874005494650376</id><published>2010-06-21T01:59:00.002+07:00</published><updated>2010-07-20T17:03:13.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><title type='text'>Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .     &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan memurnikan dan mengembalikan akidah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvCctCctiI/AAAAAAAAAXY/GDOec97e4Jw/s1600/Wahab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvCctCctiI/AAAAAAAAAXY/GDOec97e4Jw/s320/Wahab.jpg" width="261" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Awal Pergerakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dari itu, Syeikh Muhammad tidak lagi terikat. Dia bebas mengemukakan akidah-akidahnya sekehendak hatinya, menolak dan mengesampingkan amalan-amalan agama yang dilakukan umat islam saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan umat islam yang menurutnya sudah melanggar akidah, ia mulai merencanakan untuk menyusun sebuah barisan ahli tauhid (muwahhidin) yang diyakininya sebagai gerakan memurnikan dan mengembalikan akidah Islam. Oleh lawan-lawannya, gerakan ini kemudian disebut dengan nama gerakan Wahabiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Muhammad bin Abdul Wahab memulai pergerakan di kampungnya sendiri, Uyainah. Ketika itu, Uyainah diperintah oleh seorang Amir (penguasa) bernama Usman bin Muammar. Amir Usman menyambut baik ide dan gagasan Syeikh Muhammad, bahkan beliau berjanji akan menolong dan mendukung perjuangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab meminta izin pada Amir Uthman untuk menghancurkan sebuah bangunan yang dibina di atas maqam Zaid bin al-Khattab. Zaid bin al-Khattab adalah saudara kandung Umar bin al-Khattab, Khalifah Rasulullah yang kedua. Membuat bangunan di atas kubur menurut pendapatnya dapat menjurus kepada kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir menjawab “Silakan… tidak ada seorang pun yang boleh menghalang rancangan yang mulia ini.” Tetapi Sbeliau khuatir masalah itu kelak akan dihalang-halangi oleh penduduk yang tinggal berdekatan maqam tersebut. Lalu Amir menyediakan 600 orang tentara untuk tujuan tersebut bersama-sama Syeikh Muhammad merobohkan maqam yang dikeramatkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang mereka sebut sebagai makam Zaid bin al-Khattab ra. yang gugur sebagai syuhada’ Yamamah ketika menumpaskan gerakan Nabi Palsu (Musailamah al-Kazzab) di negeri Yamamah suatu waktu dulu, hanyalah berdasarkan prasangka belaka. Karena di sana terdapat puluhan syuhada’ (pahlawan) Yamamah yang dikebumikan tanpa jelas lagi pengenalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja yang mereka anggap makam Zaid bin al-Khattab itu adalah makam orang lain. Tetapi oleh karena masyarakat setempat di situ telah terlanjur beranggapan bahwa itulah makam beliau, mereka pun mengkeramatkannya dan membina sebuah masjid di dekatnya. Makam itu kemudian dihancurkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab atas bantuan Amir Uyainah, Uthman bin Muammar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan Syeikh Muhammad tidak berhenti sampai disitu, ia kemudian menghancurkan beberapa makam yang dipandangnya berbahaya bagi ketauhidan. Hal ini menurutnya adalah untuk mencegah agar makam tersebut tidak dijadikan objek peribadatan oleh masyarakat Islam setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang pergerakan ini akhirnya tersebar luas di kalangan masyarakat Uyainah mahupun di luar Uyainah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pemerintah al-Ahsa’ mendapat berita bahwa Muhammad bin’Abd al-Wahhab mendakwahkan pendapat, dan pemerintah ‘Uyainah pula menyokongnya, maka kemudian memberikan peringatan dan ancaman kepada pemerintah’Uyainah. Hal ini rupanya berhasil mengubah pikiran Amir Uyainah. Ia kemudian memanggil Syeikh Muhammad untuk membicarakan tentang cara tekanan yang diberikan oleh Amir al-Ihsa. Amir Uyainah berada dalam posisi serba salah saat itu, di satu sisi dia ingin mendukung perjuangan syeikh tapi di sisi lain ia tak berdaya menghadapi tekanan Amir al-Ihsa. Akhirnya, setelah terjadi perdebatan antara syeikh dengan Amir Uyainah, di capailah suatu keputusan: Syeikh Muhammad harus meninggalkan daerah Uyainah dan mengungsi ke daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab, Wada Watahu Wasiratuhu, Syeikh Muhammad bin `Abdul `Aziz bin `Abdullah bin Baz, beliau berkata: “Demi menghindari pertumpahan darah, dan karena tidak ada lagi pilihan lain, di samping beberapa pertimbangan lainnya maka terpaksalah Syeikh meninggalkan negeri Uyainah menuju negeri Dariyah dengan menempuh perjalanan secara berjalan kaki seorang diri tanpa ditemani oleh seorangpun. Beliau meninggalkan negeri Uyainah pada waktu dini hari, dan sampai ke negeri Dariyah pada waktu malam hari.” (Ibnu Baz, Syeikh `Abdul `Aziz bin `Abdullah, m.s 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada juga tulisan lainnya yang mengatakan bahwa: Pada mulanya Syeikh Muhammad mendapat dukungan penuh dari pemerintah negeri Uyainah Amir Uthman bin Mu’ammar, namun setelah api pergerakan dinyalakan, pemerintah setempat mengundurkan diri dari percaturan pergerakan karena alasan politik (besar kemungkinan takut dipecat dari kedudukannya sebagai Amir Uyainah oleh pihak atasannya). Dengan demikian, tinggallah Syeikh Muhammad dengan beberapa orang sahabatnya yang setia untuk meneruskan dakwahnya. Dan beberapa hari kemudian, Syeikh Muhammad diusir keluar dari negeri itu oleh pemerintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab kemudian pergi ke negeri Dar’iyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syeikh Muhammad di Dariyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya Syeikh Muhammad di sebuah kampung wilayah Dariyah, yang tidak berapa jauh dari tempat kediaman Amir Muhammad bin Saud (pemerintah negeri Dar’iyah), Syeikh menemui seorang penduduk di kampung itu, orang tersebut bernama Muhammad bin Sulaim al-`Arini. Bin Sulaim ini adalah seorang yang dikenal soleh oleh masyarakat setempat. Syeikh kemudian meminta izin untuk tinggal bermalam di rumahnya sebelum ia meneruskan perjalanannya ke tempat lain. Pada awalnya ia ragu-ragu menerima Syeikh di rumahnya, karena suasana Dariyah dan sekelilingnya pada waktu itu tidak aman. Namun, setelah Syeikh memperkenalkan dirinya serta menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke negeri Dar’iyah, yaitu hendak menyebarkan dakwah Islamiyah dan membenteras kemusyrikan, barulah Muhammad bin Sulaim ingin menerimanya sebagai tamu di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan di Dariyah ketika itu mengharuskan setiap pendatang melaporkan diri kepada pihak berkuasa setempat, maka pergilah Muhammad bin Sulaim menemui Amir Muhammad untuk melaporkan kedatangan Syeikh Abdul Wahab yang baru tiba dari Uyainah serta menjelaskan maksud dan tujuannya kepada beliau. Namun mereka gagal menemui Amir Muhammad yang saat itu tidak ada di rumah, mereka pun menyampaikan pesan kepada amir melalui istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Ibnu Saud ini adalah seorang wanita yang soleh. Maka, tatkala Ibnu Saud mendapat giliran ke rumah isterinya ini, sang istri menyampaikan semua pesan-pesan itu kepada suaminya. Selanjutnya ia berkata kepada suaminya: “Bergembiralah kakanda dengan keuntungan besar ini, keuntungan di mana Allah telah mengirimkan ke negeri kita seorang ulama, juru dakwah yang mengajak masyarakat kita kepada agama Allah, berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah RasulNya. Inilah suatu keuntungan yang sangat besar, janganlah ragu-ragu untuk menerima dan membantu perjuangan ulama ini, mari sekarang juga kakanda menjemputnya kemari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun baginda bimbang sejenak, ia bingung apakah sebaiknya Syeikh itu dipanggil datang menghadapnya, atau dia sendiri yang harus datang menjemput Syeikh untuk dibawa ke tempat kediamannya? Baginda pun kemudian meminta pandangan dari beberapa penasihatnya tentang masalah ini. Isterinya dan para penasihatnya yang lain sepakat bahwa sebaiknya baginda sendiri yang datang menemui Syeikh Muhammad di rumah Muhammad bin Sulaim. Baginda pun menyetujui nasihat tersebut. Maka pergilah baginda bersama beberapa orang pentingnya ke rumah Muhammad bin Sulaim, di mana Syeikh Muhammad bermalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya baginda di rumah Muhammad bin Sulaim, amir Ibnu Saud memberi salam dan dibalas dengan salam dari Syeikh dan bin Sulaim. Amir Ibnu Saud berkata: “Ya Syeikh! Bergembiralah anda di negeri kami, kami menerima dan menyambut kedatangan anda di negeri ini dengan penuh gembira. Dan kami berikrar untuk menjamin keselamatan dan keamanan anda Syeikh di negeri ini dalam menyampaikan dakwahnya kepada masyarakat Dariyah. Demi kejayaan dakwah Islamiyah yang anda Syeikh rencanakan, kami dan seluruh keluarga besar Ibnu Saud akan mempertaruhkan nyawa dan harta untuk bersama-sama anda Syeikh berjuang demi meninggikan agama Allah dan menghidupkan sunnah RasulNya sehingga Allah memenangkan perjuangan ini, Insya Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anda Syeikh menjawab: “Alhamdulillah, anda juga patut gembira, dan Insya Allah negeri ini akan diberkati Allah Subhanahu wa Taala. Kami ingin mengajak umat ini kepada agama Allah. Siapa yang menolong agama ini, Allah akan menolongnya. Dan siapa yang mendukung agama ini, nescaya Allah akan mendukungnya. Dan Insya Allah kita akan melihat kenyataan ini dalam waktu yang tidak begitu lama.” Demikianlah seorang Amir (penguasa) tunggal negeri Dariyah, yang bukan hanya sekadar membela dakwahnya saja, tetapi juga sekaligus membela darahnya bagaikan saudara kandung sendiri, yang berarti di antara Amir dan Syeikh sudah bersumpah setia sehidup-semati, senasib, dalam menegakkan hukum Allah dan RasulNya di bumi persada tanah Dariyah. Ternyata apa yang diikrarkan oleh Amir Ibnu Saud itu benar-benar ditepatinya. Ia bersama Syeikh seiring sejalan, bahu-membahu dalam menegakkan kalimah Allah, dan berjuang di jalanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan ajaran-ajarannya itu sudah begitu terdengar di kalangan masyarakat, baik di dalam negeri Dariyah maupun di negeri-negeri tetangga. Masyarakat luar Dariyah pun berduyun-duyun datang ke Dariyah untuk menetap dan tinggal di negeri ini, sehingga negeri Dariyah penuh sesak dengan kaum muhajirin dari seluruh pelosok tanah Arab. Beliau pun mulai membuka madrasah dengan menggunakan kurikulum yang menjadi teras bagi rencana perjuangan beliau, yaitu bidang pengajian Aqaid al-Qur’an, tafsir, fiqh, usul fiqh, hadith, musthalah hadith, gramatikanya dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu yang singkat saja, Dariyah telah menjadi kiblat ilmu dan kota pelajar penuntut Islam. Para penuntut ilmu, tua dan muda, berduyun-duyun datang ke negeri ini. Di samping pendidikan formal (madrasah), diadakan juga dakwah yang bersifat terbuka untuk semua lapisan masyarakat umum. Gema dakwah beliau begitu membahana di seluruh pelosok Dariyah dan negeri-negeri jiran yang lain. Kemudian, Syeikh mula menegakkan jihad, menulis surat-surat dakwahnya kepada tokoh-tokoh tertentu untuk bergabung dengan barisan Muwahhidin yang dipimpin oleh beliau sendiri. Hal ini dalam rangka pergerakan pembaharuan tauhid demi membasmi syirik, bidah dan khurafat di negeri mereka masing-masing. Untuk langkah awal pergerakan itu, beliau memulai di negeri Najd. Beliau pun mula mengirimkan surat-suratnya kepada ulama-ulama dan penguasa-penguasa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung... Insya Allah....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-7982874005494650376?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/7982874005494650376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7982874005494650376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7982874005494650376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab_21.html' title='Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 2'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvCctCctiI/AAAAAAAAAXY/GDOec97e4Jw/s72-c/Wahab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4814589724040241877</id><published>2010-06-20T01:52:00.001+07:00</published><updated>2010-07-20T17:02:41.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wahabi'/><title type='text'>Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla. &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvBm9_VwDI/AAAAAAAAAXQ/cH9YHX_7APo/s1600/Wahab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvBm9_VwDI/AAAAAAAAAXQ/cH9YHX_7APo/s320/Wahab.jpg" width="261" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 – 1206 H/1701 – 1793 M) nama lengkap: Syeikh al-Islam al-Imam Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin al-Masyarif at-Tamimi al-Hambali an-Najdi (Arabic: &lt;b&gt;محمد بن عبد الوهاب التميمى&lt;/b&gt;) adalah seorang ahli teologi agama Islam  dan seorang tokoh pemimpin gerakan salafiah yang pernah menjabat sebagai menteri penerangan Kerajaan Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Peninggalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdul Wahhab berusaha membangkitkan kembali pergerakan perjuangan Islam; para pendukung pergerakan ini sering disebut wahabbi, tetapi mereka menolak istilah ini karena pada dasarnya ajaran bin Wahhab adalah ajaran Nabi Muhammad, bukan ajarannya sendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagai Salafis atau Muwahhidun, yang berarti “satu Tuhan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Wahhabi sering menimbulkan kontroversi berhubung dengan asal-usul dan kemunculannya dalam dunia Islam. Umat Islam umumnya terkeliru dengan mereka kerana mereka mendakwa mazhab mereka menuruti pemikiran Ahmad ibn Hanbal dan alirannya, al-Hanbaliyyah atau al-Hanabilah yang merupakan salah sebuah mazhab dalam Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Wahhabi atau al-Wahhabiyyah kelihatan dihubungkan kepada nama ‘Abd al-Wahhab iaitu bapa kepada pengasasnya, al-Syaikh Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab al-Najdi. Bagaimanapun, nama Wahhabi dikatakan ditolak oleh para penganut Wahhabi sendiri dan mereka menggelarkan diri mereka sebagai golongan al-Muwahhidun(3) (unitarians) kerana mereka mendakwa ingin mengembalikan ajaran-ajaran tawhid ke dalam Islam dan kehidupan murni menurut sunnah Rasulullah. Dia mengikat perjanjian dengan Muhammad bin Saud, seorang pemimpin suku di wilayah Najd. Sesuai kesepakatan, Ibnu Saud ditunjuk sebagai pengurus administrasi politik sementara Ibnu Abdul Wahhab menjadi pemimpin spiritual. Sampai saat ini, gelar “keluarga kerajaan” negara Arab Saudi dipegang oleh keluarga Saud. Namun mufti umum tidak selalu dari keluarga Ibnu abdul wahhab misalnya Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kehidupan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masa Kecil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab dilahirkan pada tahun 1115 H (1701 M) di kampung Uyainah (Najd), lebih kurang 70 km arah barat laut kota Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang. Ia tumbuh dan dibesarkan dalam kalangan keluarga terpelajar. Ayahnya adalah seorang tokoh agama di lingkungannya. Sedangkan kakeknya adalah seorang qadhi (mufti besar), tempat di mana masyarakat Najd menanyakan segala sesuatu masalah yang bersangkutan dengan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana lazimnya keluarga ulama, maka Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab sejak masih kanak-kanak telah dididik dengan pendidikan agama, yang diajar sendiri oleh ayahnya, Syeikh Abdul Wahhab. Berkat bimbingan kedua orangtuanya, ditambah dengan kecerdasan otak dan kerajinannya, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab berhasil menghafal 30 juz al-Quran sebelum ia berusia sepuluh tahun. Setelah itu, beliau diserahkan oleh orangtuanya kepada para ulama setempat sebelum akhirnya mereka mengirimnya untuk belajar ke luar daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, menceritakan betapa bangganya Syeikh Abdul Wahab, ayah mereka, terhadap kecerasan Muhammad. Beliau pernah berkata, “Sungguh aku telah banyak mengambil manfaat dari ilmu pengetahuan anakku Muhammad, terutama di bidang ilmu Fiqh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencapai usia dewasa, Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab diajak oleh ayahnya untuk bersama-sama pergi ke tanah suci Mekkah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima – mengerjakan haji di Baitullah. Ketika telah selesai menunaikan ibadah haji, ayahnya kembali ke Uyainah sementara Muhammad tetap tinggal di Mekah selama beberapa waktu dan menimba ilmu di sana. Setelah itu, ia pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama disana. Di Madinah, ia berguru pada dua orang ulama besar yaitu Syeikh Abdullah bin Ibrahim bin Saif an-Najdi dan Syeikh Muhammad Hayah al-Sindi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kehidupan Syeikh Muhammad di Madinah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di kota Madinah, ia mengira banyak umat Islam di sana yang tidak menjalankan syariat dan berbuat syirik, seperti mengunjungi makam Nabi atau makam seorang tokoh agama, kemudian memohon sesuatu kepada kuburan dan penguhuninya. Hal ini menurut dia sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan manusia untuk tidak meminta selain kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat Syeikh Muhammad semakin terdorong untuk memperdalam ilmu ketauhidan yang murni (Aqidah Salafiyah). Ia pun berjanji pada dirinya sendiri, ia akan berjuang dan bertekad untuk mengembalikan aqidah umat Islam di sana sesuai keyakinannya, yaitu kepada akidah Islam yang menurutnya murni (tauhid), jauh dari sifat khurafat, tahayul, atau bidah. Untuk itu, ia pun mulai mempelajari berbagai buku yang di tulis para ulama terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Belajar dan berdakwah di Basrah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama menetap di Mekah dan Madinah, ia kemudian pindah ke Basrah. Di sini beliau bermukim lebih lama, sehingga banyak ilmu-ilmu yang diperolehinya, terutaman di bidang hadits dan musthalahnya, fiqih dan usul fiqhnya, serta ilmu gramatika (ilmu qawaid). Selain belajar, ia sempat juga berdakwah di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab memulai dakwahnya di Basrah, tempat di mana beliau bermukim untuk menuntut ilmu ketika itu. Akan tetapi dakwahnya di sana kurang bersinar, karena menemui banyak rintangan dan halangan dari kalangan para ulama setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pendukung dakwahnya di kota Basrah ialah seorang ulama yang bernama Syeikh Muhammad al-Majmu’i. Tetapi Syeikh Muhammad bin `Abdul Wahab bersama pendukungnya mendapat tekanan dan ancaman dari sebagian ulama yang dituduhnya sesat. Akhirnya beliau meninggalkan Basrah dan mengembara ke beberapa negeri Islam untuk menyebarkan ilmu dan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama, beliau lalu kembali ke al-Ihsa menemui gurunya Syeikh Abdullah bin `Abd Latif al-Ihsai untuk mendalami beberapa bidang pengajian tertentu yang selama ini belum sempat dipelajarinya. Di sana beliau bermukim untuk beberapa waktu, dan kemudian ia kembali ke kampung asalnya Uyainah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1139H/1726M, bapanya berpindah dari ‘Uyainah ke Huraymilah dan dia ikut serta dengan bapanya dan belajar kepada bapanya. Tetapi beliau masih meneruskan tentangannya yang kuat terhadap amalan-amalan agama di Najd. Hal ini yang menyebabkan adanya pertentangan dan perselisihan yang hebat antara beliau dengan bapanya (serta penduduk-penduduk Najd). Keadaan tersebut terus berlanjut hingga ke tahun 1153H/1740M, saat bapanya meninggal dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung... Insya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4814589724040241877?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4814589724040241877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4814589724040241877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4814589724040241877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/mengenal-syeh-muhammad-abdul-wahhab.html' title='Mengenal Syeh Muhammad Abdul Wahhab 1'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBvBm9_VwDI/AAAAAAAAAXQ/cH9YHX_7APo/s72-c/Wahab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-8887232110528496794</id><published>2010-06-19T01:39:00.000+07:00</published><updated>2010-06-19T01:39:09.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khalid Bin Walid'/><title type='text'>Pejuang berhati Mulia ( Khalid bin Walid Rhadhliallahu'anhu )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita  memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita  memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami.  Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia  dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam  adalah utusan Allah Azza wa Jalla.  &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman  bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu  mati kecuali dalam keadaan islam”&lt;/i&gt;.1 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBu9OaqGdrI/AAAAAAAAAXI/v6CJuxrjXfc/s1600/Khalid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBu9OaqGdrI/AAAAAAAAAXI/v6CJuxrjXfc/s320/Khalid.jpg" width="237" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nama Khalid Bin Walid Rhadhliallahu'anhu, identik dengan keahlian yang luar biasa dalam bidang kemiliteran terutama strategi perang, Khalid Rhadhliallahu'anhu mendapatkan julukan Saifullah atau &lt;b&gt;“pedang Allah”&lt;/b&gt;. Khalid Rhadhliallahu'anhu adalah suku Quraisy, sejak kecil Khalid Rhadhliallahu'anhu di didik ilmu ketangkasan keprajuritan yang lazim pada zaman itu seperti; berkuda, menggunakan berbagai jenis senjata, bergulat. Maka tidak heran Khalid Rhadhliallahu'anhu tumbuh menjadi pemuda yang memiliki karakter keprajuritan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;1. Awal masuk Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat sejarah memang aneh, saat Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan awal dakwah di Mekah Khalid Rhadhliallahu'anhu belum tergerak untuk memasuki Islam. Khalid Rhadhliallahu'anhu merupakan musuh Kaum Muslimin saat itu, musuh yang paling diperhitungkan karena kemampuan bertempurnya yang mumpuni. Bahkan saat Perang Uhud (perang lanjutan setelah Perang Badar), perang antara kaum Muslimin dengan Musyrikin Quraisy, Khalid Rhadhliallahu'anhu sendiri yang memimpin pasukan berkuda kaum Quraisy dan memberikan pukulan yang telak kepada kaum muslimin, dengan menyergap secara tiba-tiba dari garis belakang pertempuran saat pasukan panah kaum muslimin meninggalkan posnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hidayah pun datang kepadanya, selepas masa Perang Uhud Khalid Rhadhliallahu'anhu datang ke Kota Madinah untuk menyatakan ikrarnya masuk Islam di hadapan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam, Subhanallah.. Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada siapapun yang Dia kehendaki. Khalid Rhadhliallahu'anhu telah bertransformasi menjadi mukmin dan ada dialog yang menarik dalam proses awal keislamannya. Khalid Rhadhliallahu'anhu : &lt;i&gt;“Ya Rasulullah mohon minta ampunkan untukku terhadap semua tindakan masa lalu ku yang menghalangi perjuangan di jalan Allah……”.&lt;/i&gt; Rasulullah menjawab :&lt;i&gt;”Sesungguhnya keislaman itu telah menghapus segala perbuatan yang telah lampau”.&lt;/i&gt; Khalid :&lt;i&gt;” Sekalipun demikian ya Rasulullah……”.&lt;/i&gt; Maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam berdoa :&lt;i&gt;” Ya Allah aku mohon engkau ampuni dosa Khalid ibnul Walid terhadap tindakannya yang menghalangi jalan-Mu di masa lalu”.&lt;/i&gt; Keislaman Khalid Rhadhliallahu'anhu saat itu diikuti juga oleh Amr bin Ash dan Utsman bin Thalhah Rhadhliallahu'anhu. Selepas prosesi masuk Islam Khalid maka Khalid bergabung menjadi pendukung perjuangan menegakkan Al Islam bersama barisan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi Khalid Rhadhliallahu'anhu dalam perjuangan Islam terutama di medan jihad qittal, pertempuran untuk menjaga keagungan panji Islam layaknya sudah menjadi rumah bagi dirinya. Dalam Perang Mut’ah melawan kekaisaran Romawi Timur Khalid bin Walid berhasil memimpin pasukan Muslimin terhindar dari kehancuran melawan pasukan Romawi yang berjumlah puluhan kali lipatnya. Dengan strateginya Khalid berhasil membawa pasukan Muslimin yang telah dikepung rapat untuk undur dari medan peperangan setelah sebelumnya membuat kerusakan dalam barisan pasukan Romawi. Dalam peristiwa Futuh Mekah (pembebasan Kota Mekah) Khalid termasuk salah seorang sahabat yang ditunjuk Rasulullah untuk memimpin pasukan Muslimin.Dengan ijin Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasukan Muslimin dapat membebaskan Mekah dari Kaum Musyrikin Quraisy tanpa pertumpahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Khalid panglima perang yang tangguh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam, kepemimpinan umat Islam diserahkan kepada sahabat Abu Bakar Ashidiq Rhadhliallahu'anhu. Kemurtadan dan nabi palsu merajalela, pemberontakan yang paling kuat dipimpin oleh Musailamah yang juga mengaku dirinya Nabi di bagian Yamamah. Pertempuran pun tidak bisa terelakan antara pemberontak kaum murtad di pihak Yamamah dengan pasukan Muslimin di pimpin oleh Khalid Bin Walid. Awalnya pasukan Muslimin terpojok oleh pasukan Musailamah yang berjumlah besar, dengan kesigapan Khalid dan analisis militernya yang tajam atas ijin Allah Subhanahu Wa Ta'ala Khalid mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan di pihak Kaum Muslimin. Khalifah Abu Bakar Ashidiq Rhadhliallahu'anhu di Madinah langsung melakukan sujud syukur atas nikmat kemenangan yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan ditengah kegentingan perpecahan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan amanah yang diberikan kepadanya senantiasa dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kedisiplinan tinggi. Karakter kepemimpinan yang tegas tapi jauh dari kedzaliman merupakan karakter dari Khalid bin Walid. Dalam setiap pertempuran beliau selalu ingat pesan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam untuk tidak menyakiti penduduk sipil, hanya memerangi orang-orang yang memerangi kaum muslimin. Peperangan yang di lakukan senantiasa mengedepankan keagungan nilai-nilai islam. Peperangan untuk menjaga dan mengagungkan panji Islam bukan untuk ambisi kekuasaan dan ketamakan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin Walid dapat menyelesaikan tugas yang diembannya dengan sukses. Atas ijin Allah SWT melalui tangan Khalid kemenangan demi kemenangan dapat dicapai pasukan Kaum Muslimin dalam peperangan melawan musuh Islam. Persia melaui komandonya dapat ditaklukan. Selanjutnya menyusul Kekaisaran Romawi Timur. Kunci keberhasilan Khalid bin Walid dalam setiap peperangan adalah &lt;b&gt;“tsabat”&lt;/b&gt; artinya tetap tabah dan disiplin. Pandangannya ketidak disiplinan satu atau dua orang, lari dari peperangan dapat merusak keutuhan suatu barisan pasukan. Sikapnya terhadap hal ini sangat tegas, hukumannya adalah hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Persia takluk, konfrontasi dan peperangan dengan Romawi pun tidak terelakkan. Perang Yarmuk berkobar. Khalid kembali ditunjuk menjadi Panglima pasukan muslimin bersama Abu Ubaidah dan Ikrimah. Pasukan Muslimin dengan startegi Khalid bin Walid berhasil menguasai jalannya pertempuran walaupun dengan jumlah yang lebih sedikit. Hidup mulia dan mati syahid menjadi semboyan masing-masing prajurit muslim. Kekuatan apa yang bisa mengalahkan orang-orang yang bertempur mencari kematian atas dasar keimanan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Dari panglima tinggi menjadi prajurit biasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertempuran menjelang akhir sampai seorang utusan kepada Khalid Bin Walid. Utusan tersebut dating dari Khalifah yang baru, Umar Bin Khattab Rhadhliallahu'anhu yang menggantikan Abu Bakar Rhadhliallahu'anhu yang telah wafat. Surat itu isinya pemberhentian Khalid dari jabatannya sebagai panglima perang dengan Abu Ubaidah sebagai pengganti. Dengan tenang Khalid bin Walid membaca surat dan meminta kepada kurir untuk tidak memberitahukan isi surat kepada siapapun sampai peperangan berakhir. Pertimbangan Khalid saat itu adalah khawatir instruksi dari Khalifah ini dapat memecah konsentrasi pasukan muslimin. Pertempuran terus berlanjut sampai akhirnya pasukan muslimin dapat mencapai kemenangan. Setelah perang usai Khalid menjumpai Abu Ubaidah untuk menyampaikan pesan pengangkatannya sebagai panglima pengganti Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pemecatan Khalid oleh Umar Bi Khattab bukan sama sekali dilandasi ketidaksukaan terhadap Khalid atau iri. Tapi lebih didasarkan atas pandangan Umar untuk menyelamatkan aqidah umat dan Khalid. Kemenangan demi kemenangan yang dicapai Khalid dalam pertempuran menjadikannya namanya harum semerbak. Bahkan ada kecenderungan pengkultusan oleh beberapa orang. Khalifah Umar khawatir umat terperosok dan Khalid pun akan mendapatkan fitnah yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Khalid kembali berjuang sebagai mujahid tanpa memperdulikan statusnya yang “turun pangkat”. Ketika ditanya beliau menjawab : &lt;i&gt;“aku berperang bukan untuk Umar tapi karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala”.&lt;/i&gt; Khalid bin Walid Rhadhliallahu'anhu wafat dengan hanya meninggalkan kuda perang dan pedang.  Sungguh kita bisa belajar keikhlasan dalam berjuang darinya. Setiap gerak langkah kehidupan selalu ditujukan untuk penghambaan kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber literatur: Karakteristik 60 Sahabat Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-8887232110528496794?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/8887232110528496794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/pejuang-berhati-mulia-khalid-bin-walid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8887232110528496794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8887232110528496794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/pejuang-berhati-mulia-khalid-bin-walid.html' title='Pejuang berhati Mulia ( Khalid bin Walid Rhadhliallahu&apos;anhu )'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBu9OaqGdrI/AAAAAAAAAXI/v6CJuxrjXfc/s72-c/Khalid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-8949241783131629726</id><published>2010-06-17T21:11:00.004+07:00</published><updated>2010-06-17T23:34:47.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jilbab'/><title type='text'>Wajibnya memakai Jilbab untukmu Ukhti Muslimah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBpOk_quGUI/AAAAAAAAAXA/snnjVwJHuSQ/s1600/jilbab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBpOk_quGUI/AAAAAAAAAXA/snnjVwJHuSQ/s200/jilbab.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alaihi wa salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla.  &lt;i&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”&lt;/i&gt;.1 &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dalam postingan saya kali ini akan membahas masalah jilbab, untuk kaum hawa para ukhti muslimah, betapa penting dan begitu banyak manfaatnya menggunakan Jilbab, Allah Azza wa jalla tidaklah memerintah sesuatu pastilah ada manfaatnya untuk kita semua, karena Allah Azza wa jalla sangat mencintai seluruh mahluk-Nya, kenapa kita tidak mau mencintai diri kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurat wanita ibarat suatu barang dagangan, maaf bukannya aurat wanita itu barang dagangan, tetapi penulis disini hanya mengibaratkan untuk membuka pikiran kita, kita pasti pernah ke suatu toko baju atau mall kita bisa melihat baju yang diobral dan baju yang tidak diobral, dari sini kita bisa membedakan baju yang diobral disimpan dikeranjang dan begitu banyak orang-orang yang memegangnya diacak-acak dibulak balik, sehingga terlihat lecek dan tidak harum lagi baunya, tetapi baju yang tidak diobral begitu rapih dilipat dan dibungkus plastik agar tidak kotor dan terjaga keharumannya dan harganya yang mahal dibandingkan dengan baju yang diobral tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula aurat wanita, akankah seperti baju yang diobral? sehingga banyak mata-mata lelaki yang melihat, yang menjadi pertanyaan saya selain diobral auratnya dia pun tidak merasa malu sehingga tidak jarang pula mengakibatkan pemerkosaan Naudzubillah... bandingkanlah dengan wanita yang memakai busana muslimah, dia tutp rapat-rapat auratnya yang akan dipersembahkan oleh sang suami tercinta, sehingga sungguh mahal dan cantik karena selalu tertutup kulitnya, maka tidak akan ada yang menggodanya, ingat QS:Al-Ahzab ayat : 56 berikut ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;yang artinya ;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipostingan ini pula saya akan menshare video dari arsyot dan Radio Rodja 756am berikut, selamat menyimak ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" height="306" width="440"&gt;&lt;param value="true" name="allowfullscreen"/&gt;&lt;param value="always" name="allowscriptaccess"/&gt;&lt;param value="high" name="quality"/&gt;&lt;param value="true" name="cachebusting"/&gt;&lt;param value="#000000" name="bgcolor"/&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.archive.org/flow/flowplayer.commercial-3.2.1.swf" /&gt;&lt;param value="config={'key':'#$aa4baff94a9bdcafce8','playlist':[{'url':'http://www.archive.org/download/UntukmuUkhtiMuslima/format=Thumbnail?.jpg','autoPlay':true,'scaling':'fit'},'http://www.archive.org/download/UntukmuUkhtiMuslima/ukhti3_512kb.mp4'],'clip':{'autoPlay':false,'scaling':'fit','provider':'h264streaming'},'canvas':{'backgroundColor':'#000000','backgroundGradient':'none'},'plugins':{'controls':{'playlist':false,'fullscreen':true,'height':26,'backgroundColor':'#000000','autoHide':{'fullscreenOnly':true}},'h264streaming':{'url':'http://www.archive.org/flow/flowplayer.pseudostreaming-3.2.1.swf'}},'contextMenu':[{},'-','Flowplayer v3.2.1']}" name="flashvars"/&gt;&lt;embed src="http://www.archive.org/flow/flowplayer.commercial-3.2.1.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="440" height="306" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" cachebusting="true" bgcolor="#000000" quality="high" flashvars="config={'key':'#$aa4baff94a9bdcafce8','playlist':[{'url':'http://www.archive.org/download/UntukmuUkhtiMuslima/format=Thumbnail?.jpg','autoPlay':true,'scaling':'fit'},'http://www.archive.org/download/UntukmuUkhtiMuslima/ukhti3_512kb.mp4'],'clip':{'autoPlay':false,'scaling':'fit','provider':'h264streaming'},'canvas':{'backgroundColor':'#000000','backgroundGradient':'none'},'plugins':{'controls':{'playlist':false,'fullscreen':true,'height':26,'backgroundColor':'#000000','autoHide':{'fullscreenOnly':true}},'h264streaming':{'url':'http://www.archive.org/flow/flowplayer.pseudostreaming-3.2.1.swf'}},'contextMenu':[{},'-','Flowplayer v3.2.1']}"&gt; &lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga setelah melihat tayangan tadi pembaca khususnya Ukhti Muslimah yang berhijab atau tidak mengenakan jilbab mau menggunakannya dan bagi yang berkerudung pendek mau memanjangkan Jilbabnya... Amin.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-8949241783131629726?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/8949241783131629726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/wajibnya-memakai-jilbab-untukmu-ukhti.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8949241783131629726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8949241783131629726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/wajibnya-memakai-jilbab-untukmu-ukhti.html' title='Wajibnya memakai Jilbab untukmu Ukhti Muslimah'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBpOk_quGUI/AAAAAAAAAXA/snnjVwJHuSQ/s72-c/jilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-1326731552850926011</id><published>2010-06-15T22:26:00.002+07:00</published><updated>2010-06-15T22:29:20.574+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khalid Bin Walid'/><title type='text'>Khalid bin Walid ra. Berda’wah di medan tempur kepada Jarjah Panglima Musyrik Romawi.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: large;"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد  وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار&lt;/span&gt; .     Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah  Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia  dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad  adalah utusan Allah .  “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.1&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBeayBvhluI/AAAAAAAAAW4/vMVq42KsEMs/s1600/Pdang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBeayBvhluI/AAAAAAAAAW4/vMVq42KsEMs/s320/Pdang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Menurut Al-Waqidi dan lainnya, mereka berkata: Satu peristiwa, pada pertempuran Yarmuk, keluarlah dari barisan musuh seorang panglima besar musyrik, lalu dia menyeru Khalid bin Al-Walid untuk keluar dari barisan kaum Muslimin. Khalid pun keluar dengan kuda tangkasnya, hingga hampir-hampir kedua kuda itu berlaga kerana ketangkasannya. Maka berkatalah panglima pasukan musyrik itu yang bernama Jarjah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.Jarjah“Engkaukah yang dikenal Khalid, panglima pasukan ini?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, aku Khalid pedang Allah!” jawab Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Khalid, pedang Allah?” tanya Jarjah lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya”"Dan engkau siapa?”, jawab Khalid. “Aku Jarjah, panglima perang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu memanggil aku ke sini?” tanya Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarjah “Hai Khalid! Bicaralah yang benar, dan jangan berdusta!  Sebab orang yang merdeka itu tidak berdusta. Dan jangan pula engkau menipuku, kerana orang yang berkedudukan seperti engkau ini tidak akan menipu yang lain, apa lagi bila hal itu ada pertaliannya dengan Allah!” jarjah ingin menguji kejujuran Khalid.”Baiklah”, jawab Khalid. “Aku akan berkata benar dan menjawab sesuai dengan kehendakmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau mengaku diri sebagai pedang Allah, bukan?” tanya Jarjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya”, jawab Khalid pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah Allah telah menurunkan pedang itu dari langit kepada Utusan kamu, lalu dia menyerahkan pedang itu kepadamu, dan engkau tidak akan menghunuskan kepada sesiapa pun, melainkan engkau akan mengalahkannya?” Jarjah meminta penerangan dari Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak!” jawab Khalid pendek lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, tidak?!” “Jadi bagaimana engkau dipanggil sebagai pedang Allah?Jarjah mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu ajaib sekali?!” Jarjah menambah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ajaib, jika engkau mendengar cerita yang sebenarnya!” jawab Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu ceritakanlah kepadaku!” pinta Jarjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang dengarlah ceritanya: Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kita UtusanNya, lalu Beliau mengajak kami memeluk Islam, tetapi kami menjauhkan diri darinya, dan kami sekalian menyingkirkannya. Meskipun begitu ada juga setengah dari kami yang mempercayainya dan mengikutnya, manakala yang lain mendustakannya dan menentangnya, dan jika engkau ingin tahu aku adalah di antara orang-orang yang mendustakannya dan menentangnya”, Khalid menceritakan dirinya dengan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesudah itu?” tanya Jarjah yang mendengar dengan penuh minat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Allah telah melembutkan hati kami, dan membukakan pemikiran kami, lalu kami diberiNya petunjuk untuk memeluk Islam, dan kami pun memberikan kesetiaan kami kepadanya“, Khalid berdiam sebentar mengenang dirinya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian, apa yang berlaku?” tanya Jarjah lagl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kerana aku memeluk Islam itulah, maka beliau berkata kepadaku: Hai Khalid! Engkau ini adalah pedang dari pedang-pedang Allah, yang dihunuskan Allah ke atas kaum musyrik, dan beliau mendoakan bagiku dengan kemenangan!” jelas Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab itulah engkau dikenal dengan pedang Allah?!” tanya Jarjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, aku rasakan itu, dan aku orang yang paling keras di antara pasukan Islam ke atas kaum musyrik”, ‘jelas Khalid lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah”,. “Engkau membawa pasukanmu ke sini itu, untuk apa?” tanya Jarjah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang ke sini untuk menyeru orang-orang seperti kamu kepada Islam, dan mempercayai Tuhan yang Satu!” jawab Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan yang Satu?” tanya Jarjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, dengan menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwasanya Muhammad itu adalah Utusan Allah, serta meyakini bahwa apa yang dibawa Muhammad itu adalah dari Allah yang Maha Mulia”, terang Khalid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarjah.“Kalau kami tidak mahu menerimanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid.“Bayar upeti, dan kami akan melindungi kamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarjah “Kalau kami tidak mahu membayar upeti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid“Kami akan memerangi kamu habis-habisan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarjah “Baiklah, apa kedudukan orang yang mengikut seruanmu itu, dan yang mendampingkan diri dalam apa yang engkau seru itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid.‘Kedudukannya dengan kami sama tentang apa yang difardhukan Allah ke atas kami sekalian, baik dia orang berpangkat atau orang yang rendah, yang pertama memeluk Islam dan yang kebelakangan! Yakni siapa yang mengikut Muhammad sekarang ini akan memperoleh pahala yang sama dengan siapa yang telah mengikutnya lama sebelum ini, iaitu balasannya dan kelebihannya?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana itu?” Jarjah meminta penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya”, jawab Khalid, “bahkan boleh jadi lebih utama lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana sampai begitu? Bagaimana agamamu menyamakan orang-orang ini dengan kamu, padahal kamu sudah mendahului mereka?” tanya Jarjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mudah saja!” jawab Khalid. “Kita orang-orang yang terdahulu memeluk Islam secara terpaksa, kerana kita telah menentangnya sebelum itu. Kemudian kita memberikan kesetiaan kami kepadanya sedang dia hidup di sisi kita, berita-berita langit sedang turun kepadanya, dia memberitahu kita tentang firman-firman Allah itu serta dibuktikannya dengan keterangan-keterangan yang tidak dapat diragukannya lagi”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, apa alasannya?” tanya Jarjah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid “Jadi orang-orang seperti kita ini sudah melihat semua bukti-bukti itu, dan kami mendengar sendiri darinya, sudah seharusnyalah kami mengikutnya dan menganut kepercayaannya. Tetapi kamu tidak seperti kami, kamu tidak melihat apa yang kami lihat, dan kamu tidak mendengar seperti apa yang kami dengar dan berbagai keajaiban dan bukti-bukti yang membenarkan seruan dan dakwaannya. Jadi barangsiapa yang mengikut perkara ini di antara kamu dengan kebenaran dan niat yang baik, tentulah dia lebih utama dari kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarjah terharu dengan penerangan Khalid itu, lalu dia berkata: “Demi Allah, aku yakin engkau telah mengatakan yang benar, dan engkau tidak menipuku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, aku telah berkata yang benar, tiada suatu pun yang aku sembunyikan, dan Allah telah membantuku untuk menjawab soalan-soalanmu itu dengan yang benar”, terang Khalid.&lt;br /&gt;“Kalau begitu, apa gunanya lagi aku menyandang perisai ini”, kata Jarjah, dia lalu melepaskannya, sambil memeluk Khalid dan berkata: “Hai Khalid! Ajarkanlah aku agama Islam itu!” pinta Jarjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid Ialu mengajak Jarjah datang ke kemahnya, lalu disiramkan ke atasnya dengan qirbah air (kulit kambing yang dibuat untuk mengisi air), kemudian diajaknya Jarjah bersembahyang dengannya dua rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pasukan Romawi kecewa apabila Jarjah tidak kembali lagi kepada mereka. Lalu mereka memulai penyerangannya kepada pasukan Islam, dan pada mulanya mereka merasa bangga dengan kemenangan kecil di mana mereka dapat mematahkan sayap-sayap pasukan Islam, kecuali yang sedang dipertahankan oleh lkrimah bin Abu jahal ra. dan Al-Harits bin Hisyam ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin Walid ra. pun keluar ke medan peperangan untuk menyelamatkan pasukan Islam, dan keluar bersamanya Jarjah yang baru memeluk Islam. Keduanya pun memimpin pasukan Islam di tengah-tengah pasukan Romawi yang mencoba mengepung pasukan Islam. pasukan Islam pun berteriak semangat dan menggempur di belakang panglimanya, si pedang Allah, sehingga akhirnya pasukan Romawi tidak mampu bertahan lagi, dan mereka pun mundur kebarisan mereka yang asal. Khalid terus berjuang pedang dengan pedang bersama-sama pasukan Islam yang telah kembali semangat perjuangannya, sedang Jarjah turut berjuang sebelah-menyebelah dengan pasukan Islam dari sejak tengahari hingga matahari akan terbenam, dan masuk waktu maghrib. pasukan Islam bersembahyang shalat Dzhuhur dan Asar secara menunduk-nunduk saja kerana hebatnya pertarungan yang berlaku di antara dua pihak itu. Akhimya Jarjah, moga-moga Allah merahmatinya, gugur syahid setelah mendapat luka-luka berat, dan dia tidak bersembahyang kepada Allah selain dua rakaat yang dikerjakannya dengan Khalid ra. ketika dia memeluk Islam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Bidayah Wan-Nibayah 7:12 – Menurut Abu Nu’aim dalam “Dalaa’ilun Nubuwah”, nama panglima Romawi itu ialah jarjir bukan jarjah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a color="CC0033" href="http://hbis.wordpress.com/" target="new" title="Artikel 2"&gt;hbis&lt;/a&gt;di posting ulang oleh &lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/" target="new" title="Artikel 2"&gt;adarossy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-1326731552850926011?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/1326731552850926011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/khalid-bin-walid-ra-berdawah-di-medan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1326731552850926011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1326731552850926011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/06/khalid-bin-walid-ra-berdawah-di-medan.html' title='Khalid bin Walid ra. Berda’wah di medan tempur kepada Jarjah Panglima Musyrik Romawi.'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/TBeayBvhluI/AAAAAAAAAW4/vMVq42KsEMs/s72-c/Pdang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-3397193454999994927</id><published>2010-05-11T16:22:00.002+07:00</published><updated>2010-05-11T16:27:30.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Hot : Cara mudah Download Video atau MP3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: large;"&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: large;"&gt;إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله  {يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}  {يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }  {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}  أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد&amp;nbsp; وشر الأمور محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار &lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Aza wa jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shalallahu Alihi wa Sallam adalah utusan Allah&amp;nbsp;  “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Sudah lama nih g posting, karena so busy &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/18.gif" width="34" /&gt;.. ok jangan kebanyakan Intermezo tar basi &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/15.gif" width="18" /&gt;, baik sobat kali ini saya akan membahas software yang dapat dipergunakan untuk mendownload video, MP3 atau streaming, tapi maksud saya sharing bukan berarti saya mengajak sobat untuk menjadi pembajak &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/68.gif" width="22" /&gt; ( kalau bajak sawah g apa-apa &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/50.gif" width="18" /&gt; ), tapi untuk mempermudah sobat apabila sedang surfing streaming atau saya berikan contoh websitenya &lt;a href="http://www.rodjatv.com/" target="new" title="Rodja"&gt;RodjaTv&lt;/a&gt; ada video kajian yang bagus dan ingin disimpan, maka software inilah jalan keluarnya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sebelum membuka web &lt;a href="http://www.rodjatv.com/" target="new" title="Rodja"&gt;RodjaTv&lt;/a&gt; sebaiknya mendowload aplikasi yang akan di gunakan, dan aplikasi tersebut bisa di download di link berikut ini,&lt;a href="http://www.orbitdownloader.com/download.htm" target="new" title="orbit"&gt; Orbit Downloader (207)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jalankan terlebih dahulu aplikasi Orbit Downloader yang sudah di install, kemudian jalankan Grab++ dengan membukanya melalui menu Orbit Downloader yang ada di systray seperti gambar berikut di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="tes" border="0" src="http://i747.photobucket.com/albums/xx113/hello_guk2/Picture-10.png" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Setelah itu akan muncul window &lt;b&gt;Grab++&lt;/b&gt; seperti gambar dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="tes2" border="0" src="http://i747.photobucket.com/albums/xx113/hello_guk2/Picture-11.png" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Setelah muncul window Grab++ kemudian buka web &lt;a href="http://www.rodjatv.com/" target="new" title="Rodja"&gt;RodjaTv&lt;/a&gt; dan pilih judul dari video yang ingin di download. Disini kami berikan contoh adalah “Mengapa Terorisme Dikecam !!!” yang disampaikan oleh Ust. Ali Musri MA. Ketika halaman sudah terbuka maka link video yang ingin didownload akan muncul di window &lt;b&gt;Grab++&lt;/b&gt;, pilih dengan memberikan cek list pada video yang akan didownload dan tekan tombol &lt;b&gt;DOWNLOAD…&lt;/b&gt; pada window &lt;b&gt;Grab++&lt;/b&gt; yang ada di pojok kanan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="tes3" border="0" src="http://i747.photobucket.com/albums/xx113/hello_guk2/UstAliMusri.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila nama file tidak keluar pada kotak &lt;b&gt;Grab++&lt;/b&gt; coba tekan F5 pada websitenya untuk merefresh, baiklah selamat mencoba semoga hal ini berguna bagi sobat-sobat khusus penyimak &lt;a href="http://www.rodjatv.com/" target="new" title="Rodja"&gt;RodjaTv&lt;/a&gt; yang ingin mengulangi pelajaran yang telah disampaikan oleh para asatidz secara offline tanpa harus online terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami mohon kepada para pengunjung yang telah mendownload video-video di &lt;a href="http://www.rodjatv.com/" target="new" title="Rodja"&gt;RodjaTv&lt;/a&gt; untuk tidak menguploadnya kembali di media mana pun. Karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dimana kita tidak bisa memfilter tayangan yang ada dimedia sharing yang sudah beredar pada saat ini. Jika untuk diupload dimedia lain maka kami tidak mengijinkannya tapi bila untuk di play secara offline di masing-masing komputer maka silahkan gunakan semaksimalnya dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukron, Jazakumullahu Khairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-3397193454999994927?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/3397193454999994927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/05/hot-cara-mudah-download-video-atau-mp3.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3397193454999994927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3397193454999994927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/05/hot-cara-mudah-download-video-atau-mp3.html' title='Hot : Cara mudah Download Video atau MP3'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-717027304674436999</id><published>2010-04-11T00:33:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T00:33:00.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Kaum muslimin, semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam yang haq. Sesungguhnya salah satu penyebab utama kemunduran dan kelemahan umat Islam pada masa sekarang ini adalah karena mereka tidak memahami hakikat kejahiliyahan yang menimpa bangsa Arab di masa silam. Mereka menyangka bahwasanya kaum kafir Quraisy jahiliyah adalah orang-orang yang tidak beribadah kepada Allah sama sekali. Atau lebih parah lagi mereka mengira bahwasanya kaum kafir Quraisy adalah orang-orang yang tidak beriman tentang adanya Allah [?!] Duhai, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan lembaran sejarah yang tercatat rapi dalam kitab-kitab hadits ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Kafir Quraisy Betul-Betul Mengenal Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah terkejut akan hal ini, cobalah simak firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil kedua, firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ketiga, firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil keempat, firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَئِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah! Dalam ayat-ayat di atas terlihat bahwasanya orang-orang musyrik itu mengenal Allah, mereka mengakui sifat-sifat rububiyyah-Nya yaitu Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta. Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan muslim dan selamat. Kenapa? Karena mereka mengakui dan beriman pada sifat-sifat rububiyah Allah saja, namun mereka menyekutukan Allah dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, Allah katakan terhadap mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengatakan, “Di antara keimanan orang-orang musyrik: Jika dikatakan kepada mereka, ‘Siapa yang menciptakan langit, bumi, dan gunung?’ Mereka akan menjawab, ‘Allah’. Sedangkan mereka dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ikrimah mengatakan,”Jika kamu menanyakan kepada orang-orang musyrik: siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka akan menjawab: Allah. Demikianlah keimanan mereka kepada Allah, namun mereka menyembah selain-Nya juga.” (Lihat Al-Mukhtashor Al-Mufid, 10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa kaum musyrikin pada masa itu mengakui Allah subhanahuwata’ala adalah pencipta, pemberi rezki serta pengatur urusan hamba-hamba-Nya. Mereka meyakini di tangan Allah lah terletak kekuasaan segala urusan, dan tidak ada seorangpun diantara kaum musyrikin itu yang mengingkari hal ini (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat) Dan janganlah anda terkejut apabila ternyata mereka pun termasuk ahli ibadah yang mempersembahkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafir Quraisy Rajin Beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu merasa heran, karena inilah realita. Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah menceritakan bahwasanya kaum musyrikin yang dihadapi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang rajin beribadah. Mereka juga menunaikan ibadah haji, bersedekah dan bahkan banyak berdzikir kepada Allah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik juga berhaji dan melakukan thowaf adalah dalil berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah menceritakan kepadaku Abbas bin Abdul ‘Azhim Al Anbari telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Yamami telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar telah menceritakan kepada kami Abu Zumail dari Ibnu Abbas ia berkata; Dulu orang-orang musyrik mengatakan; “LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA (Aku memenuhi panggilanMu wahai Dzat yang tiada sekutu bagiMu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ فَيَقُولُونَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; ILLAA SYARIIKAN HUWA LAKA TAMLIKUHU WAMAA MALAKA (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. (HR. Muslim no. 1185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari pernyataan Syaikh Muhammad At Tamimi di atas, Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan bahwa kaum musyrikin Quraisy yang didakwahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum yang beribadah kepada Allah, akan tetapi ibadah tersebut tidak bermanfaat bagi mereka karena ibadah yang mereka lakukan itu tercampuri dengan syirik akbar. Sama saja apakah sesuatu yang diibadahi disamping Allah itu berupa patung, orang shalih, Nabi, atau bahkan malaikat. Dan sama saja apakah tujuan pelakunya adalah demi mengangkat sosok-sosok tersebut sebagai sekutu Allah atau bukan, karena hakikat perbuatan mereka adalah syirik. Demikian pula apabila niatnya hanya sekedar menjadikan sosok-sosok itu sebagai perantara ibadah dan penambah kedekatan diri kepada Allah. Maka hal itu pun dihukumi syirik (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Pelajaran Berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sepenggal kisah di atas maka ada dua buah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Pertama; pengakuan seseorang bahwa hanya Allah lah pencipta, pemberi rezki dan pengatur segala urusan tidaklah cukup untuk membuat dirinya termasuk dalam golongan pemeluk agama Islam. Sehingga sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur belum bisa menjamin terjaganya darah dan hartanya. Bahkan sekedar meyakini hal itu belum bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; apabila peribadatan kepada Allah disusupi dengan kesyirikan maka hal itu akan menghancurkan ibadah tersebut. Oleh sebab itu ibadah tidak dianggap sah apabila tidak dilandasi dengan tauhid/ikhlas (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sungguh keliru anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwasanya tauhid itu cukup dengan mengakui Allah sebagai satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan dengan modal anggapan yang terlanjur salah ini maka merekapun bersusah payah untuk mengajak manusia mengenali bukti-bukti alam tentang keberadaan dan keesaan wujud-Nya dan justru mengabaikan hakikat tauhid yang sebenarnya. Atau yang mengatakan bahwa selama orang itu masih mengucapkan syahadat maka tidak ada sesuatupun yang bisa membatalkan keislamannya. Atau yang membenarkan berbagai macam praktek kesyirikan dengan dalih hal itu dia lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Atau yang mengatakan bahwa para wali yang sudah meninggal itu sekedar perantara untuk bisa mendekatkan diri mereka yang penuh dosa kepada Allah yang Maha Suci. Lihatlah kebanyakan praktek kesyirikan yang merebak di tengah-tengah masyarakat Islam sekarang ini, maka niscaya alasan-alasan semacam ini -yang rapuh serapuh sarang laba-laba- yang mereka lontarkan demi melapangkan jalan mereka untuk melestarikan tradisi dan ritual-ritual syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kita ‘Kan Tidak Sebodoh Kafir Quraisy’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali masih ada orang yang bersikeras mengatakan,“Jangan samakan kami dengan kaum kafir Qurasiy. Sebab kami ini beragama Islam, kami cinta Islam, kami cinta Nabi, dan kami senantiasa meyakini Allah lah penguasa jagad raya ini, tidak sebagaimana mereka yang bodoh dan dungu itu!” Allahu akbar, hendaknya kita tidak terburu-buru menilai orang lain bodoh dan dungu sementara kita belum memahami keadaan mereka. Saudaraku, cermatilah firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (84) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (85) قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ (87) قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (88) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ (89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ayat-ayat di atas demikian gamblang menceritakan kepada kita tentang realita yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dahulu. Meyakini tauhid rububiyah tanpa disertai dengan tauhid uluhiyah tidak ada artinya. Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam. Sebagian orang mungkin berkomentar, “Akan tetapi mereka ini ‘kan kaum muslimin” Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab,“Maka kalau dengan perilaku seperti itu mereka masih layak disebut muslim, lantas mengapa orang-orang kafir Quraisy tidak kita sebut sebagai muslim juga ?! Orang yang berpendapat semacam itu tidak memiliki pemahaman ilmu tauhid dan tidak punya ilmu sedikitpun, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti hakikat tauhid” (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari www.muslim.or.id dan dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-717027304674436999?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/717027304674436999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/kafir-quraisy-juga-mengenal-allah-dan.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/717027304674436999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/717027304674436999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/kafir-quraisy-juga-mengenal-allah-dan.html' title='Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-8282174674566077245</id><published>2010-04-10T16:45:00.002+07:00</published><updated>2010-04-12T11:32:01.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akidah'/><title type='text'>Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (3)</title><content type='html'>&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;I. Jin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jin berasal dari kata Janna ( جَنَّ ) yang artinya menutup. Di dalam surat Al Tanziil dikatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْل&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;artinya telah menutupi&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah kata jin terbentuk, dikarenakan tertutup dan tersembunyinya mereka dari pandangan mata manusia. Oleh karena ini bayi yang di kandung di dalam perut ibu di sebut janin karena tertutup dari pandangan manusia.&lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Dhttp://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-3.html#FOOTNOTE%E2%80%9D"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al Syibli : Telah berkata Ibnu Duraid : Jin berbeda dengan manusia. Bila dikatakan Jannahu al lailu wa ajannahu wa janna ‘alaihi wa ghathaahu maknanya adalah satu yaitu menutupi. Segala sesuatu yang tertutup dari anda dikatakan junna ‘anka. Dan dari sini terbentuklah kata jin. Orang-orang jahiliyah zaman dahulu menyebut para malaikat sebagai jin karena tertutupnya mereka dari pandangan mata.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;II. Syetan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syetan berasal dari kata syathana (  شَطَنَ  ) yang artinya jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah. Huruf nun di sana adalah huruf asli dan wazannya adalah fa’aal ( َفعَّال ). Jadi setiap yang sombong dan durhaka baik dari kalangan jin, manusia, ataupun binatang, maka itu adalah syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap Nabi musuh berupa syetan dari kalangan manusia dan jin….”&lt;/i&gt;(Al-An’am : 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam musnad Imam Ahmad dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu , dia berkata, telah berkata Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَبَا ذَرٍّ تَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَيَاطِينِ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Wahai Abu Dzar; berlindunglah kepada Allah dari syetan manusia dan jin.”&lt;/i&gt;[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga di riwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata bahwa Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَقْطَعُ الصَّلاَةَ الْمَرْأَةُ وَالْحِمَارُ وَالْكَلْبُ اْلأَسْوَدُ . فقلت: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا بَالُ الْكَلْبِ اْلأَسْوَدِ مِنْ اْلأَحْمَرِ واْلأَصْفَرِ ؟ فقال: الْكَلْبُ اْلأَسْوَدُ شَيْطَانٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Terputus shalat oleh wanita, himar, dan anjing hitam.” Lalu aku (Abu Dzar) berkata : ” Wahai Rosulullah, apa bedanya anjing hitam dengan anjing merah atau kuning?” Maka Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam  menjawab : ” Anjing hitam adalah syetan.”&lt;/i&gt;[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid bin Aslam dari bapaknya meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘Anhu  menunggang seekor kuda, lalu si kuda ini jalan melenggak lenggok, maka Umar pun memukulnya, akan tetapi kuda itu malah bertambah menjadi-jadi, maka Umarpun turun, lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;i style="color: lime;"&gt; ” Tidaklah aku menunggangi kecuali menunggangi syetan.”&lt;/i&gt;[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua riwayat di atas menerangkan tentang makna syetan dengan arti segala sesuatu yang durhaka dan sombong baik berupa manusia, jin, ataupun binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Berkata Al Qurthubi :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syetan berasal dari syathana yang berarti jauh dari kebaikan. Sumur yang dalam dengan arti jauh permukaan airnya dari tanah di sebut Bi’run Syathun. Al Syathnu artinya tali, di sebut demikian karena jauhnya jarak antara kedua ujungnya. Demikian pula syetan disebut demikian karena jauh dari kebenaran serta karena kesombongan dan kedurhakaannya. Dengan demikian setiap yang sombong, dan durhaka baik dari kalangan jin maupun manusia di sebut syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat yang kedua, syetan berasal dari kata Syaatha ( شَاطَ ) Huruf Ya di sana adalah asli sedangkan huruf nun hanya tambahan. Syaa tha artinya adalah membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Berkata Al Qurthubi :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat lain syetan berasal dari kata syaa tha yang artinya membakar. Tasyayathana fulanun artinya si fulan telah melakukan perbuatan syetan.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membahas tentang perbedaan makna syetan ini Ibnu Katsir menyatakan, bahwa yang benar adalah pendapat yang pertama, yaitu berasal dari kata Sya tha na yang berarti jauh. Hal ini ditunjukan oleh sebuah sya’ir Arab. Berkata Umayah Bin Abi Shalt ketika menerangkan tentang apa yang di berikan kepada Sulaiman ‘Alaihissalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَيُّمَا شاطِنٍ عَصَاهُ عَكَاهُ ... ثُمَّ يُلْقِى فِي السِّجْن والأَغْلاَلِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Syetan mana saja yang maksiat dan menentangnya, maka ia akan di lemparkan ke penjara dan di belenggu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syair di atas dikatakan Sya thin (  شَاطِن   ) -syathin bentuk isim fa’il dari syathana- dan bukan sya ith (    شَاءِط    ) -sya ith bentuk isim fail dari sya tha-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;Berkata Sibawaih :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Orang Arab mengatakan tasyayyathana Fulan bila Fulan mengerjakan perbuatan syetan. Seandainya asal kata syetan dari kata sya tha maka pastilah mereka akan mengatakan tasyayyatha.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;III. Asal jin dan Syetan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam membahas asal jin dan syetan, para ulama terbagi dalam dua madzhab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab pertama menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya jin dan syetan itu asalnya satu. Keduanya merupakan anak-anak iblis sebagaimna manusia semuanya merupakan anak-anak Adam ‘Alaissalam. Diantara mereka ada yang mukmin namun diantara mereka ada juga yang kafir. Maka yang beriman dari kalangan manusia dan jin adalah para wali Allah, sedangkan yang kafir adalah syetan. Yang berpendapat seperti ini adalah Imam Hasan Al Bashri rahimahullah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madzhab kedua berpendapat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ibnu Abbas berpendapat bahwa jin adalah anak turunan jin juga. Mereka bukanlah syetan. Diantara mereka ada yang mukmin , namun ada juga yang kafir. Mereka makan, minum nikah, dan mati. Adapun syetan, mereka adalah anak-anak iblis dan tidak mati kecuali bersamaan dengan matinya iblis pada hari kiamat. Menurut pendapat Ibnu Abbas ini, asal jin berbeda dengan asal syetan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Al Qurthubi di dalam tafsirnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Para Ulama ikhtilaf (berbeda pendapat) tentang asal jin. Ismail meriwayatkan dari Hasan Al-Bashri bahwa jin adalah anak iblis sedangkan manusia adalah anak Adam. Diantara mereka ada yang mukmin dan adapula yang kafir. Mereka mempunyai hak yang sama dalam hal pahala dan siksa. Barangsiapa diantara mereka yang mukmin, maka dia adalah wali Allaoh. Namun barangsiapa yang kafir maka dia adalah syetan. Adh-Dhahak telah meriwayatkan dari ibnu Abbas bahwa jin adalah anak-anak jin juga dan bukan syetan. Diantara mereka ada yang iman dan ada juga yang kufur. Sedangkan syetan adalah anak iblis, mereka tidaklah mati kecuali bersama iblis”&lt;/i&gt;.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata : &lt;i&gt;” Syetan adalah manusia dan jin yang durhaka, dan semua jin adalah anak-anak iblis”&lt;/i&gt;.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menanggapi perbedaan pendapat ini Al-Amin Al-Haj Muhammad Ahmad menyatakan bahwa yang paling rajih - wallohu a’lam - adalah apa yang dikatakan oleh Imam Hasan Al-Bashri bahwa jin dengan syetan itu asalnya sama. Mereka adalah bangsa jin, berdasarkan firman Alloh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan para jin itu telah Kami ciptakan sebelumnya dari api yang sangat panas”&lt;/i&gt;. (QS : Al-Hijr : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ucapan iblis - semoga Alloh melaknatnya - ketika diperintah untuk sujud kepada Adam dia takabbur dan beralasan dengan mengaku bahwa dia lebih baik dari Adam dengan ucapannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau menciptakan dia dari tanah”&lt;/i&gt; (Al-A’raf : 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat tersebut jelas bahwa asal jin dengan syetan itu sama dan mereka dibebani dengan kewajiban, mereka juga minum, makan, berketurunan dan mati, kemudian mereka akan dibangkitkan pada hari kiamat lalu di hisab, maka diantara mereka ada yang bahagia namun ada pula yang celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung).... Insya Allah...&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="”FOOTNOTE”"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;FOOTNOTE&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Dhttp://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-3.html#FOOTNOTE%E2%80%9D"&gt;[1]&lt;/a&gt;Lihat Lisan al-Arab Juz 13/92&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Lihat Ahkam Al-Marjan fii Ahkam Al-Jaan, halaman 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] HR.Ahmad. Lihat juga Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal.17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR.Muslim. Lihat juga Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal.17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Lihat Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 hal.17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Lihat Al-Jami’li Ahkam Al-Qur’an Juz I/90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Lihat Al-Jami’liahkam Al-Qur’an Juz 19/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Lihat Majmu’al-Fatawa Juz 15/7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://ustadz.abuhaidar.web.id/2009/07/15/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-2/" target="new" title="Sumber"&gt;Ust.Abu Haidar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1.html" target="new" title="Artikel 1"&gt;Mengenal Jin, Syetan dan Iblis_1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-2.html" target="new" title="Artikel 2"&gt;Mengenal Jin, Syetan dan Iblis_2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-8282174674566077245?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/8282174674566077245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-3.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8282174674566077245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8282174674566077245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-3.html' title='Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (3)'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-6697608107539847783</id><published>2010-04-08T23:55:00.000+07:00</published><updated>2010-04-06T17:18:53.291+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akidah'/><title type='text'>Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (2)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Wajib beriman dengan adanya jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan jin di terangkan oleh kitab Allah Al Quran, sunnah Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, dan ijma’ kaum muslimin. Tidak akan ada orang yang mengingkari eksistensi mereka kecuali mereka yang sedikit ilmunya serta lemah imannya, karena hal ini termasuk masalah yang di kabarkan secara mutawatir dari para Nabi dan Rosul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berkata Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyah  :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Seorangpun dari kalangan kaum muslimin tidak ada yang memungkiri terhadap eksistensi jin serta dalam hal di utusnya Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam oleh Allah kepada mereka. Bahkan kalangan orang-orang kafirpun meyakini akan adanya jin. Adapun ahlul kitab dari kalangan Yahudi dan Nashara merekapun meyakini adanya jin seperti keyakinan kaum muslimin. Kalaupun ada di kalangan mereka yang mengingkari adanya jin, maka hal itu sebagaimana yang terjadi di kalangan kaum muslimin seperti Al Jahmiyah dan Mu’tazilah yang mengingkari hal itu, akan tetapi jumhur tokoh-tokoh mereka ( Yahudi dan Nashara ) meyakininya. Hal ini disebabkan karena keberadaan jin telah di kabarkan secara mutawatir dari para Nabi dan Rasul"&lt;/i&gt;.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berkata As Syibli ketika menerangkan tentang adanya jin :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Imam Al Haramain di dalam kitabnya As-Syamil berkata  : Ketahuilah bahwa kebanyakan ahli filsafat dan mayoritas Qodariyah serta seluruh kaum zindiq mengingkari adanya syetan dan jin. Tidaklah terlalu aneh kalau yang mengingkari hal itu adalah orang yang tidak mengkaji syari’at dan tidak meyakininya. Yang aneh hanyalah pengingkaran Qodariyah yang menyimpangkan sejumlah nash Al Quran dan sunnah tentang hal itu setelah mereka mengetahuinya.”&lt;/i&gt;[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berkata Abu Al Qosim Al Anshari di dalam Syarh Al Irsyad  :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Mayoritan Mu’tazilah telah mengingkari mereka (jin). Pengingkaran mereka tentang hal ini menujukkan sedikitnya pengkajian mereka serta lemahnya keyakinan mereka, padahal keberadaan mereka (jin) bukanlah sesuatu yang mustahil menurut akal, sebab hal ini telah di terangkan oleh nash-nash kitab Allah dan sunnah Rosul dan akal yang benar  yang berpegang teguh kepada tali Allah. Telah berkata Al Baqilani, bahwa kebanyakan orang Qodariyah meyakini keberadaan mereka (jin) pada jaman dahulu akan tetapi sekarang mereka mengingkarinya… di antara mereka ada yang meyakininya dan menyangka bahwa mereka tidak terlihat.”&lt;/i&gt;[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa orang-orang yang mengingkari adanya jin dan syetan termasuk kalangan ahlu al bid’ah serta telah menyimpang dari i’tikad ahlu al sunnah wa al jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;FOOTNOTE&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;[1] Lihat Majmu, Al-Fatawa juz 19/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Lihat Ahkam Al-Marjan fii Ahkam Al-Jaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Lihat kitab tersebut halaman 3 dan 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://ustadz.abuhaidar.web.id/2009/07/15/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-2/" target="new" title="Sumber"&gt;Ust.Abu Haidar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1.html" target="new" title="Artikel 1"&gt;Mengenal Jin, Syetan dan Iblis_1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-3.html" target="new" title="Artikel 3"&gt;Mengenal Jin, Syetan dan Iblis_3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-6697608107539847783?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/6697608107539847783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-2.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6697608107539847783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6697608107539847783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-2.html' title='Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (2)'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-3478642435510399620</id><published>2010-04-08T17:41:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T17:41:42.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Kucing Berdiri dengan dua Kaki dan bertepuk tangan??</title><content type='html'>Keluarga kucing terkenal dengan keseimbangan tingkat tinggi. Mereka juga disebut-sebut punya sembilan nyawa. Tapi, cukup jarang kucing yang bisa berdiri di atas dua kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali kucing yang satu ini!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;object height="285" width="380"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zrdZbJkLzwU&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/zrdZbJkLzwU&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="380" height="285"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kucing yang sedang tepuk tangan &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/71.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/69.gif" width=26 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="380" height="285"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zzJKdkb3Yow&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/zzJKdkb3Yow&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="380" height="285"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu..&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/71.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/71.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/71.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/78.gif" width=26 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-3478642435510399620?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/3478642435510399620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/kucing-berdiri-dengan-dua-kaki-dan.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3478642435510399620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3478642435510399620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/kucing-berdiri-dengan-dua-kaki-dan.html' title='Kucing Berdiri dengan dua Kaki dan bertepuk tangan??'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4409472188477662805</id><published>2010-04-06T14:24:00.005+07:00</published><updated>2010-04-06T16:43:24.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akidah'/><title type='text'>Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (1)</title><content type='html'>Di antara sifat yang dimiliki orang-orang yang beriman adalah beriman kepada yang ghaib, sebagaimana yang Allah firmankan di dalam Al Quran  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;ا&lt;span style="font-size: large;"&gt;لم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;“Alif Laam Miim. Inilah kitab (Al Quran) yang tidak ada keraguan di dalamnya, merupakan petunjuk bagi orang-orang yang taqwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, dan mendirikan shalat serta menginfakan sebagian yang kami rizkikan kepada mereka.”&lt;/i&gt; ( QS. Al Baqarah 1-3 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam telah menerangkan bahwa beriman kepada yang ghaib merupakan jenis keimanan yang paling utama, sebagaimana yang di riwayatkan oleh sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَا آمَنَ أَحَدٌ قَطٌ إِيْمَانًا أَفْضَلُ مِنْ إِيْمَانِ بِغِيْبٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Tidak ada keimanan seorang mukmin yang semisal dengan keimanan kepada yang ghaib,”&lt;/i&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://ustadz.abuhaidar.web.id/2009/07/13/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1/#_ftn1" target="" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Demikian pula halnya dengan penyebab di gelarinya Abu Bakar dengan gelar As Shiddiq ( yang membenarkan ) adalah karena beliau selalu membenarkan setiap berita ghaib yang di sampaikan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam kepadanya. Ketika suatu saat orang-orang kafir Quraisy berkata kepadanya pada malam isra dan mi’raj, mereka memungkiri berita tersebut yang di sampaikan oleh Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, lalu mereka mendatangi Abu Bakar dengan harapan dia pun akan memungkirinya, akan tetapi jawaban Abu Bakar di luar dugaan mereka dengan mengatakan : “kalau dia ( Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam ) telah mengatakan hal itu maka benarlah dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kaum muslimin untuk beriman, membenarkan, serta taslim ( berserah ) secara mutlak kepada semua yang di kabarkan oleh Rosulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam tentang masalah-masalah yang ghaib atau yang lainnya, baik yang di terangkan hikmahnya kepada kita ataupun yang tidak. Dan hendaklah setiap muslim berhati-hati agar tidak menjadikan akalnya sebagai hakim terhadap firman Allah dan sabda Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara masalah-masalah ghaib yang banyak diingkari oleh sebagian manusia adalah masalah jin dan syetan serta pengaruh keduanya. Dalam hal ini mereka terbagi ke dalam tiga kelompok &lt;a color="CC0033" href="http://ustadz.abuhaidar.web.id/2009/07/13/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1/#_ftn2" target="" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Pertama :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang melemparkan semua kejahatan dan kejelekan yang menimpa mereka kepada jin dan syetan. Dari sini lahirlah rasa takut mereka kepada keduanya melebihi rasa takut mereka kepada Allah sehingga melahirkan sikap yang bisa menjerumuskan mereka kepada perbuatan-perbuatan syirik atau mengakibatkan terhalangnya mereka dari perbuatan-perbuatan yang di syariatkan. Semua ini terjadi disebabkan karena kebodohan dan sedikitnya ilmu mereka serta lemahnya iman dan sikap tawakal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Kedua :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang menolak pengaruh syetan dan jin baik secara keseluruhan maupun sebagian, sejalan dengan keyakinan fasid ( rusak ) mereka di dalam menolak semua yang tidak terasa dan tidak tertangkap panca indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga  :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertengahan. Mereka adalah ahlu sunnah wa al jamaah, yang menetapkan apa yang di tetapkan oleh syariat sekalipun tidak terjangkau oleh akal mereka dan tidak terasa oleh indera mereka, dan meyakini semua itu sebagai bagian dari keimanan kepada yang ghaib. Maka ahlu sunnah wa al jamaah beriman kepada adanya jin dan syetan, namun keduanya tidak bisa berbuat apapun kepada manusia kecuali dengan kehendak Allah dan kekuasan-Nya. Allah berfirman  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Katakanlah, tidak akan menimpa kami kecuali apa-apa yang telah di tuliskan Allah untuk kami. Dialah pelindung kami. Dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.”&lt;/i&gt; ( QS. At Taubah : 51 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah jin ini terdapat di dalam Al Quran dan sunnah serta peristiwa-peristiwa yang tidak bisa di ingkari oleh akal manusia. Allah berfirman  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;” Katakanlah, telah di wahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengarkan……………”&lt;/i&gt; ( QS. Al Jin : 1 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“……… Dari kalangan jin dan manusia.”&lt;/i&gt; (QS. An nas : 6 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi ayat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari sikap dan pandangan yang salah tentang jin dan syetan serta iblis, maka kita harus mengenal segala sesuatu yang berkaitan dengan mereka, baik dari segi ta’rif, sifat dan perbuatan mereka, serta bagaimana sikap kita terhadap mereka dengan berpedoman kepada kitab Allah, Sunnah Rasul-Nya serta penjelasan para ulama salaf as salih tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)..................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;FOOTNOTE&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &lt;br /&gt;[1] HR.Al Hakim dan lainnya. Beliau mengatakan hadits ini shohih sesuai syarat  Bukhori Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Lihat Al-Jin wa al-Syayatin wa al-Sihr wa al-’Ain wa al-Ruqo karya al-Amin al-Haj Muhammad Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://ustadz.abuhaidar.web.id/2009/07/13/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1/" target="new" title="Sumber"&gt;Ust.Abu Haidar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-2.html" target="new" title="Artikel 2"&gt;Mengenal Jin, Syetan dan Iblis_2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-3.html" target="new" title="Artikel 3"&gt;Mengenal Jin, Syetan dan Iblis_3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4409472188477662805?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4409472188477662805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4409472188477662805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4409472188477662805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/mengenal-jin-syetan-dan-iblis-1.html' title='Mengenal Jin, Syetan, Dan Iblis (1)'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-7186030196421846839</id><published>2010-04-04T08:38:00.001+07:00</published><updated>2010-04-04T08:44:55.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat'/><title type='text'>Khasiat Cabai Rawit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S7fuvcny7JI/AAAAAAAAAWo/fYZki-Tmqt0/s1600/Cabai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S7fuvcny7JI/AAAAAAAAAWo/fYZki-Tmqt0/s200/Cabai.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wah dah lama nih g posting.. kali ini saya mau posting mengenai sayur-sayuran yaitu &lt;b&gt;CABAI&lt;/b&gt;, mungkin diantara kalian pernah membacanya di Berita terdepan &lt;a color="CC0033" href="http://id.news.yahoo.com/kmps/20100331/tls-aneka-khasiat-cabai-rawit-8d16233.html" target="new" title="Sumber"&gt;Yahoo...&lt;/a&gt;maksud saya re-posting adalah untuk mengingatkan pada diri saya apabila suatu saat saya membutuhkan artikel ini, sekalian saja saya sharing dengan kalian... saya bukan kehabisan ide untuk membuat "new Post" artikel saya masih banyak dibelakang ( dashbor.pen ) yang akan saya sharing, tapi setelah yang satu ini ya... baca deh..mengenai cabai, selamat membaca dengan perlahan-lahan agar dapat dipahami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabai rawit memang pedas. Namun, pendamping tempe goreng ini memiliki banyak khasiat pengobatan. Bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabai rawit kadang ditanam orang di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang telantar. Tanaman budidaya ini berasal dari daerah Amerika tropis, lebih suka tumbuh di daerah kering, serta ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Buahnya digunakan orang sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun mudanya biasa dikukus untuk dijadikan lalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman bernama Latin Capsicum frutescens ini terdiri atas tiga varietas. Pertama, cengek leutik. Buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya. Kedua, jenis cengek domba (cengek bodas). Buahnya lebih besar dari cengek leutik, berwarna putih, dan menjadi jingga pada saat masak. Ketiga, ceplik. Buahnya besar, berwarna hijau, dan menjadi merah pada saat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan teori pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tanaman bernama Cina La jiao ini mempunyai rasa pedas, sifatnya panas, dan masuk dalam meridian jantung dan pankreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengandung Antioksidan&lt;br /&gt;Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta, di dalam buah cabai rawit terkandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, serta vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat melancarkan aliran darah serta sebagai pemati rasa kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji tanaman bernama daerah lombok jempling (Madura), cabe rawit (Jawa), leudeu jarum (Gayo), rica halus (Manado), metrek wakfoh (Papua) ini, kata Dr Setiawan, mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik.&lt;br /&gt;Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hasil penelitian, kata Dr Setiawan, cabai rawit diketahui memiliki khasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Satu hal lagi, banyaknya kandungan zat antioksidan (seperti vitamin C dan betakaroten), dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan Tyas Ekowati Prasetyoningsih dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Jawa Timur, pada 1987, menyebutkan, ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Resep Ramuan La Jiao&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan:&lt;br /&gt;1.    Rematik&lt;br /&gt;Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis&lt;br /&gt;Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sakit perut&lt;br /&gt;Bahan:  15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih&lt;br /&gt;Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Kaki dan tangan lemas (lumpuh)&lt;br /&gt;Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao&lt;br /&gt;Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Frostbite&lt;br /&gt;Bahan: 5 cabai rawit segar&lt;br /&gt;Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://id.news.yahoo.com/kmps/20100331/tls-aneka-khasiat-cabai-rawit-8d16233.html" target="new" title="Sumber"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://kompas.com/" target="new" title="Sumber"&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-7186030196421846839?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/7186030196421846839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/wah-dah-lama-nih-g-posting.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7186030196421846839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7186030196421846839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/04/wah-dah-lama-nih-g-posting.html' title='Khasiat Cabai Rawit'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S7fuvcny7JI/AAAAAAAAAWo/fYZki-Tmqt0/s72-c/Cabai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-3823466519917264850</id><published>2010-03-23T23:25:00.007+07:00</published><updated>2010-03-23T23:41:38.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pola Hidup'/><title type='text'>BAHAYA MEROKOK DAN PERMASALAHANNYA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrKRVH7LI/AAAAAAAAAVw/LDepuK0GZ34/s1600-h/rokok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrKRVH7LI/AAAAAAAAAVw/LDepuK0GZ34/s320/rokok.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Muqaddimah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus ad-Daari Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;/b&gt; &lt;i style="color: lime;"&gt;“Agama adalah nasihat”, Kami berkata: “Untuk Siapa ya Rasulullah?” Beliau bersabda: Untuk Allah, untuk KitabNya, untuk RasulNya, untuk para imam kaum muslimin, dan orang-orang umum dari mereka.”&lt;/i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;HR. Muslim. Lihat Imam an Nawawi, Riyadhus Shalihin, Bab Fi An Nashihah, hal. 72, hadits no. 181. Maktabatul Iman, Manshurah,Tanpa tahun. lihat Juga Arbain an Nawawiyah, hadits no. 7, Lihat juga Imam Ibnu Hajar al Asqalany, Bulughul Maram, Bab At targhib fi Makarimil Akhlaq, hal. 287, hadits. No. 1339. Darul Kutub al Islamiyah. 1425H/2004M)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah nasihatku untuk diriku sendiri, dan saudaraku kaum muslimin, juga para da’i, atau imam mesjid, yang masih terbelenggu dengan candu rokok ….. untuk mereka yang mencari ketenangan dengan merokok, padahal seorang mu’min mencari ketenangan melalui dzikir dan shalat … untuk mereka yang tengah mencari kejelasan dan kebenaran …. Untuk merekalah risalah ini dipersembahkan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Rokok, siapa yang tidak kenal dengan benda satu ini. Ia telah menyatu dalam kehidupan sebagian manusia. Baik orang awam, atau kaum intelek, miskin atau kaya, pedesaan atau kota , pria bahkan wanita, priyai atau kiayi. Kehidupan mereka seperti dikendalikan oleh rokok. Mereka sanggup untuk tidak makan berjam-jam, tetapi ‘pusing’ jika berjam-jam tidak merokok. Mengaku tidak ada uang untuk bayar sekolah, tetapi koq selalu ada uang untuk membeli rokok. Sungguh mengherankan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini diturunkan dalam rangka menyelamatkan umat manusia, khususnya umat Islam, dari bahaya rokok, serta bahaya para propagandis (pembela)nya dengan ketidakpahaman mereka tentang nash-nash syar’i (teks-teks agama) dan qawaidusy syar’iyyah (kaidah-kaidah syariat). Atau karena hawa nafsu, mereka memutuskan hukum agama karena perasaan dan kebiasaannya sendiri, bukan karena dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah, serta aqwal (pandangan) para ulama Ahlus Sunnah yang mu’tabar (yang bisa dijadikan rujukan). Lantaran mereka, umat terus terombang ambing dalam kebiasaan yang salah ini, dan meneladani perilaku yang salah, lantaran menemukan sebagian para da’i hobi dengan rokok. Padahal para da’i adalah pelita, lalu, bagaimana jika pelita itu tidak mampu menerangi dirinya sendiri? Wallahul Musta’an!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka beralasan ‘tidak saya temukan dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang mengharamkan rokok.’ Sungguh, ini adalah perkataan yang mengandung racun berbahaya bagi orang awam, sekaligus menunjukkan keawaman pengucapnya, atau kemalasannya untuk menelusuri dalil. Sebab banyak hal yang diharamkan dalam Islam tanpa harus tertera secara manthuq (tekstual/jelas tertulis) dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Kata-kata ‘rokok’ jelas tidak ada dalam Al Qur’an dan As Sunnah secara tekstual, sebab bukan bahasa Arab, nampaknya anak kecil juga tahu itu. Nampaknya, orang yang mengucapkan ini tidak paham fiqih, bahwa keharaman dalam Al Qur’an bisa secara lafaz (teks tegas mengharamkan) atau keharaman karena makna/pengertian/maksud. Nah, secara lafaz memang tidak ada tentang haramnya rokok, tetapi secara makna/pengertian/maksud, jelas sangat banyak dalilnya. Orang yang mengucapkan kalimat seperti ini ada beberapa kemungkinan, pertama, ia benar-benar tidak tahu alias awam dengan urusan syariat, jika demikian maka ucapan “tidak saya temukan …dst” itu bisa dimaklumi. Kedua, ia telah mengetahui adanya ayat atau hadits yang secara makna mengharamkan apa pun yang dapat merusak diri sendiri dan orang lain termasuk rokok, tetapi ia memahaminya sesuai selera dan hawa nafsunya sendiri, tidak merujuk kepada pandangan para Imam dan Ulama yang mendalam. Ketiga, ia sudah mengetahui dalilnya tetapi ia sembunyikan dari umat, atau ia pura-pura tidak tahu, maka ini adalah sikap dusta dan kitmanul haq (menyembunyikan kebenaran) yang dikecam dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman sahabat, umat telah ijma’ (sepakat) bahwa Anjing adalah haram dimakan, namun adakah ayat atau hadits secara jelas yang menyatakan Anjing haram di makan? Tidak ada! Tetapi kenapa Islam mengharamkan? Karena kita memiliki qawaid al fiqhiyyah fi at tahrim (kaidah-kaidah fiqih dalam mengharamkan), maqashid syari’ah (esensi syariat) yang mafhum secara tersirat, serta qarinah (korelasi/petunjuk isyarat) tentang haramnya sesuatu walau tidak secara jelas disebut nama barangnya atau perbuatannya. Nah, kaidah-kaidah inilah yang nampaknya luput dari mereka dalam perkara rokok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikhawatiri dari pandangan sebagian da’i yang terlalu tekstual dan kaku ini, nanti-nanti ada umat yang mengatakan bahwa memonopoli barang dagangan adalah halal, karena tidak ada ayat atau hadits secara terang tentang ‘monopoli’, Joget ala ngebor Inul juga halal, karena tidak ada ayat atau hadits yang membahas tentang goyangnya Inul! Laa hawla wa laa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Ada lagi yang berkata, “Bukankah para kiayi juga merokok? Bukankah mereka ahli agama?”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;Jawaban kami:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Hanya Rasulullah yang ma’shum (terpelihara dari kesalahan), sedangkan selainnya (walau ulama atau kiayi) bisa saja salah. Kebenaran bukan dilihat dari orangnya, tapi lihatlah dari perilakunya, sejauh mana kesesuaian dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Kami amat meyakini dan berbaik sangka, para kiayi yang merokok pun sebenarnya membenci apa yang telah jadi kebiasaan mereka, hanya saja karena sudah candu, mereka sulit meninggalkannya. Akhirnya, tidak sedikit di antara mereka yang mencari-cari alasan untuk membenarkan rokok. Sungguh, Ahlus Sunnah adalah orang yang berani beramal setelah adanya dalil, bukan beramal dulu, baru cari-cari dalil dan alasan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Imam Malik Radhiallahu ‘Anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Perkataan seluruh manusia bisa diterima atau ditolak, hanya perkataan penghuni kubur ini (yakni Rasulullah) yang wajib diterima (tidak boleh ditolak).”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Imam Hasan al Banna Rahimahullah berkata:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; “Setiap manusia bisa diambil atau ditinggalkan perkataan mereka, begitu pula apa-apa yang datang dari para salafus shalih sebelum kita yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah, kecuali hanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam (yang perkatannya wajib diterima tidak boleh ditolak, pen) ….. “&lt;/i&gt; &lt;b style="color: lime;"&gt;(Al imam Asy Syahid Hasan al Banna, Majmu’ah Ar Rasail, hal.306. Maktabah at Taufiqiyah, Kairo. Tanpa tahun)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang keteladanan hanya ada pada diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaih wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Dan untuk para da’i hati-hatilah, sebab Allah Ta’ala berfirman:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ  أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ  الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لا  يُفْلِحُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan Ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. An Nahl (16): 116)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Dari Abdullah bin Amr bin al Ash Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallah ‘ Alaihi Wa Sallam bersabda:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu secara begitu saja dalam diri manusia, tetapi dicabutnya ilmu melalui wafatnya para ulama. Sehingga orang berilmu tidak tersisa, lalu manusia menjadikan orang bodoh menangani urusan mereka. Mereka ditanya lalu menjawab dengan tanpa ilmu. Akhirnya, mereka sesat dan menyesatkan.”&lt;/i&gt; &lt;span style="color: lime;"&gt;(HR. Bukhari, lihat Syaikh Fuad Abdul Baqi, Al lu’Lu’ wal Marjan, Kitabul ‘ilmi, hal. 457, hadits no. 1712. Darul Fikri, Beirut . 1423H/2002M)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah diambilnya ilmu (agama) dari kalangan ashaghir.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(HR. Abdullah bin al Mubarak, dalam kitab Az Zuhd, dengan sanad hasan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapakah Ashaghir? Berkata Abdullah bin al Mubarak Rahimahullah, yaitu orang yang Qillatul ‘ilmi (sedikit ilmunya). Ya, sedikit ilmunya tetapi banyak gayanya! Lidahnya menjulur melebihi pengetahuannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;”Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat nanti adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian. Dan sesungguhnya yang paling saya benci dan paling jauh dariku adalah yang banyak omongnya (ats tsartsarun), bermulut besar (al mutasyaddiqun), dan al mutafaihiqun.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, kami telah tahu ats tsartsarun dan al mutasyaddiqun, tetapi apakah al mutafaihiqun? Rasulullah menjawab: “Yaitu al Mutakabbirun (orang yang merasa besar, sok berilmu).&lt;/i&gt; &lt;span style="color: lime;"&gt;(HR. Imam At Tirmidzi, ia berkata: hadits ini ‘hasan’. Imam an Nawawi, Riyadhush Shalihin, Bab Husn al Khuluq, hal. 187, hadits no. 629. Maktabatul Iman, Al Manshurah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan kami paparkan adillatusy syar’iyyah (dalil-dalil syara’) dari Al Qur’an dan As Sunnah tentang haramnya rokok, yang tidak ada keraguan di dalamnya, berserta kaidah-kaidah fiqhiyyah yang telah disepakati para ulama mujtahidin, dan kami paparkan pula pandangan ulama dunia tentang rokok. Wallahul Musta’an!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrNGhGmuI/AAAAAAAAAV4/mSmc7p60ro8/s1600-h/rokok1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrNGhGmuI/AAAAAAAAAV4/mSmc7p60ro8/s320/rokok1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;1.Dalil dari Al Qur’an&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ  اللَّهِ وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ  اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan Janganlah kalian menjerumuskan diri kalian dengan tangan kalian sendiri ke dalam jurang kerusakan.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Baqarah (2): 195)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri ..”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. An Nisa (4): 29)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan dua ayat ini, tidak syak (ragu) lagi, merokok merupakan tindakan merusak diri si pelakunya, bahkan tindakan bunuh diri. Para pakar kesehatan telah menetapkan adanya 3000 racun berbahaya, dan 200 diantaranya amat berbahaya, bahkan lebih bahaya dari Ganja (Canabis Sativa). Mereka menetapkan bahwa sekali hisapan rokok dapat mengurangi umur hingga beberapa menit. Wallahu A’lam bis Shawab. Pastinya, umur manusia urusan Allah Ta’ala, namun penelitian para pakar ini adalah pandangan ilmiah empirik yang tidak bisa dianggap remeh. Al Ustadz Muhamad Abdul Ghafar al Hasyimi menyebutkan dalam bukunya Mashaibud Dukhan (Bencana Rokok) bahwa rokok bisa melahirkan 99 macam penyakit. Lancet, sebuah majalah kesehatan di Inggris menyatakan bahwa merokok itu adalah penyakit itu sendiri, bukan kebiasaan. Perilaku ini merupakan bencana yang dialami kebanyakan anggota keluarga, juga bisa menurunkan kehormatan seseorang. Jumlah yang mati karena rokok berlipat ganda. Majalah ini menyimpulkan, asap rokok lebih bahaya dari asap mobil.  Perhatikan dua ayat di atas, ia menggunakan sighat lin nahyi wa lin nafyi (bentuk kata untuk pengingkaran/larangan) yang bermakna jauhilah perbuatan merusak diri atau mengarah pada bunuh diri. Dalam kaidah Ushul Fiqh disebutkan al Ashlu fi an Nahyi lil Haram (hukum asli dari sebuah larangan adalah haram). Seperti kalimat wa laa taqrabuz zinaa .. (jangan kalian dekati zina) artinya mendekati saja haram apa lagi melakukannya. Maksudnya, ada dua yang diharamkan dalam ayat ini yakni 1. Berzina, dan 2. perilaku atau sarana menuju perzinahan. Ini Sesuai kaidah Ushul Fiqh, ‘ Ma ada ilal haram fa huwa haram’ (Sesuatu yang membawa kepada yang haram, maka hal itu juga haram).  Begitu pula ayat ‘Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri’, artinya, yang haram yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bunuh diri, dan&lt;br /&gt;2. Perilaku atau sarana apapun yang bisa mematikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syaukani berkata dalam Kitab tafsirnya, Fat-hul Qadir, tentang maksud ayat An Nisa 29 di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;قوله "ولا تقتلوا أنفسكم" أي: لا يقتل بعضكم أيها المسلمون بعضاً إلا بسبب أثبته الشرع، أو لا تقتلوا أنفسكم باقتراف المعاصي أو المراد النهي عن أن يقتل الإنسان نفسه حقيقة. ولا مانع من حمل الآية على جميع المعاني. ومما يدل على ذلك احتجاج عمرو بن العاص بها حين لم يغتسل بالماء البارد حين أجنب في غزاة ذات السلاسل، فقرر النبي صلى الله عليه وسلم احتجاجه وهو في مسند أحمد وسنن أبي داود وغيرهما&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Artinya:&lt;/span&gt; &lt;i&gt;“Maksud firmanNya ‘Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri’ adalah Wahai muslimun, janganlah kalian saling membunuh satu sama lain, kecuali karena ada sebab yang ditetapkan oleh syariat. Atau, janganlah bunuh diri kalian dengan perbuatan keji dan maksiat, atau yang dimaksud ayat ini adalah larangan membunuh diri sendiri secara hakiki (sebenarnya). Tidak terlarang membawa maksud ayat ini kepada makna-makna yang lebih umum. Dalilnya adalah Amr bin al Ash berhujjah (berdalil) dengan ayat tersebut, ketika ia tidak mandi wajib (mandi junub) dengan air dingin pada saat perang Dzatul Salasil. Namun, Nabi Shaliallahu ‘Alaihi wa Sallam mendiamkan (tanda setuju) hujjah (alasan) yang yang dipakai olenya. Ini ada dalam Musnad Ahmad, Sunan Abu daud, dan lain-lain.”&lt;/i&gt;&lt;b&gt; Demikian dari Imam Asy Syaukani Rahimahullah. (Lihat juga Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Jilid 1, hal. 480. Toha Putera Semarang, dengan naskah berbahasa Arab yang disesuaikan dengan naskah dari Darul Kutub Al Mishriyah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga berfirman:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ  كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Isra’ (17): 27)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Tidak ragu pula, hobi merokok merokok tindakan tabdzir (pemborosan) dan penyia-nyiaan terhadap harta. Mereka tidak mendapatkan apa-apa dari rokok kecuali ketenangan sesaat, bahaya penyakit yang mengancam jiwa, dan terbuangnya uang secara sia-sia. Bahkan, Allah Ta’ala menyebut mereka sebagai saudara-suadara syaitan.  Berkata Imam Asy Syaukany tentang tafsir ayat ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999; text-align: right;"&gt;… &lt;span style="font-size: large;"&gt;أن المبذر مماثل للشيطان، وكل مماثل للشيطان له حكم الشيطان، وكل شيطان كفور، فالمبذر كفور.  “…&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;i&gt;"Bahwa orang yang berbuat mubadzir (pemboros) diumpamakan seperti syaitan, dan setiap yang diumpamakan dengan syaitan maka baginya dihukumi sebagai syaitan, dan setiap syaitan adalah ingkar (terhadap Allah, pen), maka orang yang mubadzir adalah orang yang ingkar.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Imam Asy Syaukany, dalam Fat-hul Qadir-nya)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Sebagian ulama –seperti Imam Asy Syaukany ini- ada yang mengatakan bahwa berlebihan dalam berinfak juga termasuk tabdzir (pemborosan)[1], maka apalagi berlebihan dalam merokok! Berpikirlah wahai manusia!  Maka, haramnya rokok adalah muwafaqah bil maqashid asy Syari’ah (sesuai dengan tujuan syariat) yang menghendaki terjaganya lima hal asasi (mendasar), yaitu agama, nyawa, harta, akal, dan keturunan. Imam al Qarafi al Maliki menambahkan menjadi enam, yaitu kehormatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Allah Ta’ala juga menyebut tentang ciri-ciri orang yang beriman yakni ;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَالَّذِينَ هُمْ  لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: #999999;"&gt;&lt;i&gt;“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS.Al Mu’minun (23): 8)&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: #999999;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: #999999;"&gt;Kesehatan adalah anugerah dari Allah yang harus dijaga, itu adalah amanah dari Allah Ta’ala yang tidak boleh dikhianati. Dalam hadits disebutkan, “Laa Imanan liman laa amanata lahu (tidak ada iman bagi orang yang tidak menjaga amanah). Seharusnya, seorang muslim yang baik berhati-hati dengan perkara amanah ini, sebab akan menjatuhkannya dalam kategori kemunafikan. Wal ‘Iyadzubillah!  Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Yaitu jika diberi amanah ia tidak mengkhianatinya, bahkan ia menunaikannya kepada pihak yang memberinya.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Jilid 3, hal. 239)  Itulah orang yang beriman, ia menjaga amanah. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak menjaga amanah?&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;“Tanda orang munafik ada tiga: jika bicara ia dusta, jika janji ia ingkar, jika diberi amanah ia khianat.”&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #999999;"&gt; (HR. Bukhari dan Muslim, Lihat Imam an Nawawi, Riyadhus Shalihin, Bab al Amr bi Ada’I al Amanah, hal. 77, hadits no. 199, dan juga Bab al Wafa’ bil ‘Ahdi wa Injaz bil Wa’di, hal. 201, hadits no. 687. Maktabatul Iman, Manshurah. Lihat juga kitabnya Syaikh Fuad Abdul Baqi, Al Lu’Lu’ wal Marjan, Bab Bayan Khishal al Munafiq, hadits no. 38. Darul Fikr, Beirut . Lihat juga Imam Ibnu Hajar al Asqalany, Bulughul Maram, Bab at Tarhib min Masawi al Akhlaq, hal. 279, hadits no. 1296. Cet. 1, Darul Kutub al islamiyah. 1425H/2004M)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: black;"&gt;&lt;b style="color: #999999;"&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Demikianlah dalil-dalil Al Qur’anul Karim yang amat tegas dan jelas tentang larangan merusak diri sendiri dan berbuat mubadzir, mengkhianati amanah kesehatan, yang semua itu telah dilakoni oleh aktifitas merokok. Bagian ini telah kami paparkan juga beberapa hadits, dan pandangan para ulama terdahulu kita. Alhamdulillah &lt;/span&gt;…&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: black;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: black;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrN50JNtI/AAAAAAAAAWA/T96ytsItQh0/s1600-h/cigarette.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrN50JNtI/AAAAAAAAAWA/T96ytsItQh0/s320/cigarette.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;&lt;u&gt;2. Dalil-dalil dari As Sunnah Al Muthahharah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Selain beberapa hadits di atas, ada lagi beberapa hadits lain yang memperkuat larangan merokok bagi seorang muslim. Kami hanya akan menggunakan hadits-hadits yang maqbul (bisa diterima periwayatannya) yaitu yang shahih atau hasan, ada pun hadits yang mardud (tertolak/tidak boleh digunakan khususnya dalam masalah aqidah dan hukum) yaitu hadits dhaif, tidak akan kami gunakan. Nas’alullaha as salamah wal ‘afiyah …  Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa SallamI bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;“Di antara baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Imam At Tirmidzi, ia berkata ‘hasan’. Bulughul Maram, Bab Az Zuhd wal Wara’, hal. 277, hadits no. 1287. Darul Kutub al Islamiyah)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Ya, tanda baiknya kualitas Islam seseorang adalah ia meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat. Rokok tidak membawa manfaat apa-apa, kecuali ancaman bagi kesehatan dan jiwa dan pemborosan. Ada pun ketenangan dan konsentrasi setelah merokok, itu hanyalah sugesti. Hendaknya bagi seorang muslim yang sadar dan faham agama merenungi hadits yang mulia ini.  Dari Abu Shirmah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang memudharatkan (merusak) seorang muslim yang lain, maka Allah akan memudharatkannya, barang siapa yang menyulitkan orang lain maka Allah akan menyulitkan orang itu.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, ia menghasankan. Bulughul Maram, hal. 282, hadits no. 1311)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ada istilah perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok namun tanpa disengaja (baik ia sudah menghindar atau belum) ia menghirup juga asap rokok. Bahkan menurut penelitian, perokok pasif mendapatkan dampak yang lebih berbahaya, sebab selain ia mendapatkan racun dari asap rokok, juga mendapat racun dari udara yang ditiupkan si perokok yang telah bercampur dengan asapnya. Inilah mudharat (kerusakan) yang telah dibuat oleh para perokok aktif kepada orang lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #999999;"&gt;Jelas Rasulullah amat melarangnya, bahkan ia mendoakan agar Allah Ta’ala membalas perbuatan rusak orang tersebut.  Berkata Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya, Al Muhalla,&lt;/span&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;”Maka barangsiapa yang menimbulkan mudharat pada dirinya sendiri dan pada orang lain berarti ia tidak berbuat baik, dan barangsiapa yng tidak berbuat baik berarti menentang perintah Allah untuk berbuat baik dalam segala sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="color: #666666;"&gt;(Al Muhalla, Jilid 7, hal. 504-505)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ‘Alaihis Shalatu was Salami bersabda:&lt;i&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi bagian kaum itu.”&lt;/i&gt;  (HR. Abu Daud, Ahmad, dan Ibnu Hibban menshahihkannya. Bulughul Maram, hal 277, hadits no. 1283. Hadits ini juga dishahihkan para Ahli Hadits seperti Syaikh Syu’aib al Arnauth, Syaikh al Albany, dan Syaikh Ahmad Syakir Rahimahumullah)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;Dalam sejarahnya, rokok pertama kali dilakukan oleh suku Indian ketika sedang ritual penyembahan dewa-dewa mereka. Kami yakin perokok saat ini tidak bermaksud seperti suku Indian tersebut, namun perilaku yang nampak dari mereka merupakan bentuk tasyabbuh bil kuffar (penyerupaan dengan orang kafir) yang sangat diharamkan Islam. Dan perlu diketahui, bahwa Fiqih Islam menilai seseorang dari yang terlihat (nampak), adapun hati atau maksud orangnya, kita serahkan kepada Allah Ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ  بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ  عَنْهُ مَسْئُولا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;&lt;i&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”&lt;/i&gt; (QS. Al Isra’ (17): 36)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666;"&gt;Demikian, kami cukupkan dulu dalil-dalil dari hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebenarnya seluruh keterangan di atas –kami kira- sudah mencukupi, namun ada baiknya kami tambahkan beberapa hal untuk lebih meyakinkan lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;u&gt;3. Qawaid al Fiqhiyyah (Kaidah-kaidah fiqih)&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Dalam fiqih ada kaidah-kaidah yang biasa digunakan para Ulama mujtahid (ahli ijtihad) untuk membantu menyimpulkan dan memutuskan sebuah hukum, baik untuk keputusan haram atau halalnya sesuatu benda atau perbuatan.  Dalam menentukan haramnya rokok ini ada beberapa kaidah yang menguatkan, di antaranya:  Ma ada ilal haram fa huwa haram atau Al Washilah ilal haram fa hiya haram (Sesuatu atau sarana yang membawa kepada keharaman, maka hukumnya haram). Merusak diri sendiri dengan perbuatan yang bisa mengancam kesehatan dan jiwa, jelas diharamkan dalam syariat, tanpa ragu lagi.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;Maka, merokok atau perilaku apa saja yang bisa merusak diri dan mengancam jiwa, baik cepat atau lambat, adalah haram,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt; karena perilaku tersebut merupakan sarananya.  Laa Dharara wa Laa Dhirar (janganlah kalian rusak (melakukan dharar) atau merusak orang lain). Sebenarnya kaidah ini adalah bunyi hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Merokok selain merusak diri sendiri, juga merusak kesehatan orang lain di sekitarnya (perokok pasif). Keduanya (yakni merusak diri sendiri dan merusak orang lain) sama-sama dilarang oleh syariat. Ada pun bagi pelakunya ia mengalami dharar mali (kerusakan pada harta, karena ia menyia-nyiakannya), dharar jasady (kerusakan tubuh, karena membahayakan kesehatan bahkan jiwa), dharar nafsi (merusak kepribadian-citra diri). Jika berbahaya bagi kesehatan saja sudah cukup untuk mengharamkan, apalagi jika sudah termasuk menghamburkan uang dan menurunkan harga diri. Tentu lebih kuat lagi pengharamannya.  Dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (Menghindari kerusakan, harus didahulukan dibanding mengambil manfaat). Kita tahu, para perokok –katanya- merasa tenang dan konsentrasi ketika merokok. Baik, taruhlah itu manfaat yang ada, namun ternyata dan terbukti bahwa mudharatnya sangat jauh lebih besar, maka menurut kaidah ini walau rokok punya manfaat, ia tetap wajib ditinggalkan, dalam rangka menghindari kerusakan yang ditimbulkannya. Faktanya, manfaatnya tidak ada, hanya sugesti dan mitos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;u&gt;4. Alasan Mereka dan Bantahannya&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Mereka beralasan bahwa “hukum asal segala sesuatu (urusan dunia) adalah mubah (boleh) kecuali ada dalil syariat yang mengharamkannya. Nah, kami tidak menemukan dalil pengharamannya.”  Alasan ini sudah terjawab secara tuntas dan rinci dari uraian di atas. Telah kami paparkan beberapa ayat, beberapa hadits, yang mengarah pada haramnya rokok (atau apa saja yang termasuk membahayakan kesehatan dan jiwa, dan mubadzir), beserta pandangan para Imam umat Islam. Ucapan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;“kami tidak menemukan dalil pengharamannya”&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #999999;"&gt;bukan berarti tidak ada dalilnya. Sebab, tidak menemukan bukan berarti tidak ada. Hal ini, tergantung kejelian, kemauan, dan –yang paling penting- kesadaran manusianya. Memang, masalah ilmu dan kebenaran, bukan tempatnya bagi orang malas dan pengekor hawa nafsu dan emosi.  Mereka beralasan bahwa,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; “Kami pusing jika tidak merokok, jika merokok, kami kembali tenang dan konsentrasi.”&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: #999999;"&gt;Alasan ini tidak layak keluar dari mulut orang Islam yang baik, apalagi da’i. Ucapan ini justru telah membuka kedok, bahwa orang tersebut telah ketergantungan dengan rokok, yang justru memperkuat keharamannya. Bahkan menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab, rokok telah menjadi berhala bagi orang ini, sehingga ia tidak layak menjadi imam shalat. Itu menurut Prof. Dr. Quraisy Syihab. Bagi kami, ia masih boleh menjadi imam shalat, sebab Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘Anhu pernah shalat menjadi makmum di belakang ahli maksiat, yaitu seorang gubernur zhalim di Madinah, Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafy.  Ya, ajaib memang. Jika, memang mengaku muslim (tidak usahlah mu’min kalau masih berat), seharusnya ia berdzikir kepada Allah Ta’ala supaya pikiran tenang, hati khusyu’ dan konsentrasi, bukan dengan merokok! Karena hanya dengan mengingat Allah Ta’ala hati menjadi tenang. Wallahul Musta’an!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;Allah Ta’ala berfirman:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #999999; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;الَّذِينَ آمَنُوا  وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ  الْقُلُوبُ&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="color: #999999;"&gt;“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt; (QS. Ar Ra’d (13): 28&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Alasan lainnya adalah, “Bagi kami merokok adalah makruh saja, makruh’kan tidak berdosa.”  Jawaban ini hanya keluar dari orang yang wahnun fid din (lemah dalam beragama)&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: #999999;"&gt;tidak wara’, mempermainkan fiqih, dan mutasahil (menggampang-gampangkan). Jika benar itu makruh, maka tahukah Anda apa itu makruh? Ia diambil dari kata karaha (membenci), makruh artinya sesuatu yang dibenci, siapa yang membenci? Allah Ta’ala! Muslim yang baik, yang mengaku Allah Ta’ala adalah kekasihnya, ia akan meninggalkan hal yang dibenci kekasihnya. Kekasih model apa yang hobi melakukan sesuatu yang dibenci olah sang kekasih?  Dahulu, kami pun sekadar memakruhkan rokok, sebagaimana pendapat Imam Hasan al Banna dan Syaikh Said Hawwa Rahimahumallah. Namun, apa yang kami yakini itu, dan apa yang difatwakan oleh dua ulama ini adalah pandangan lama ketika sains belum berkembang, penemuan tentang bahaya rokok tidak separah seperti yang terkuak sekarang. Kami yakin, jika dua ulama ini berumur panjang dan diberi kesempatan untuk melihat perkembangan bahaya rokok, niscaya mereka akan merubah pendapatnya. Sebab mereka berdua adalah ulama yang terkenal open mind (pikiran terbuka), tidak jumud (statis/diam di tempat), mereka selalu terus mencari kebenaran.  Sesungguhnya, perubahan pendapat atau ijtihad yang disebabkan perubahan kondisi, tempat, dan peristiwa, dalam sejarah khazanah fiqih Islam bukanlah hal yang aneh.[2] Imam Ahlus Sunnah, Asy Syafi’i Radhiallahu ‘Anhu ketika masih tinggal di Baghdad ia memiliki Qaul Qadim (pendapat lama), namun ketika ia hijrah ke Mesir dan wafat di sana, lantaran perubahan kondisi, tempat, dan juga kematangan usia dan ilmu, ia merubahnya menjadi Qaul Jadid (pendapat baru). Contoh lain sangat banyak dan bukan di sini tempatnya.  Yang pasti, kami telah merevisi apa yang kami yakini dahulu. Sebab para ahli telah menegaskan betapa bahayanya rokok bagi penghisapnya dan orang di sekitarnya, cepat atau lambat. Dahulu dengan keterbatasan pengetahuan yang ada, para pakar mengatakan bahaya rokok hanya ini dan itu. Namun sekarang ketika ilmu pengetahuan sudah maju, rahasia yang dahulu tertutup menjadi terbuka, racun yang dahulunya tersembunyi sekarang diketahui. Maka, tidak ragu lagi, bahwa saat ini kurang tepat jika rokok dihukumi makruh, melainkan haram. Masalahnya, adakah kesadaran dalam diri kita untuk merubah kebiasaan yang sudah mentradisi?  Sungguh, bersegera menuju kebenaran adalah lebih utama dari pada berlama-lama dalam kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;u&gt;5. Pandangan Ulama Dunia Tentang Rokok&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Ali Asy Syaikh berkata, &lt;/span&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;“Saya pernah ditanya tentang hukum tembakau yang sering dihisap oleh orang yang belum paham tentang haramnya rokok. Maka kami jawab, bahwa kami kalangan para ulama dan syaikhSyaikh kita yang dahulu, para ahli ilmu, para imam da’wah, ahli Najd (daerah antara Makkah dan Madinah), dahulu sampai sekarang menghukumi bahwa rokok itu haram, berdasarkan dalil yang shahih, dan akal yang waras, serta penelitian para dokter yang masyhur.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Lalu Syaikh menyebut dalil-dalil tersebut, beliau juga mengatakan bahwa haramnya rokok telah difatwakan oleh para ulama dari kalangan madzhab yang empat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Syaikh Abdurrahman bin Sa’di (Ulama tafsir terkenal) berkata,&lt;/span&gt; &lt;i&gt;“&lt;span style="color: red;"&gt;Perokok, penjualnya, dan orang yang membantunya, semuanya haram. Tidak halal bagi umat islam memperolehnya, baik untuk dihisap atau untuk dijual. Barangsiapa yang memperolehnya, hendaknya ia bertaubat dengan taubat nasuha dari semua dosa. Sebab rokok ini masuk kepada dalil keumuman nash (teks Al Qur’an) yang menunjukkan haram baik lafazh atau makna..dst.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Syaikh Musthafa al Hamami dalam An Nahdhatu al Ishlahiyah bekata tentang keanehan para perokok, &lt;/span&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;“Tembakau dan rokok adalah perkara yang hampir sama. Keduanya memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat bagi para pecandunya, sehingga begitu menakjubkan, seolah-olah tidak ada daya tarik yang melebihi rokok. Kita saksikan bersama, betapa gelisahnya para penghisap rokok jika dia ingin merokok, sedangkan ia tidak punya uang. Maka ia akan mencari temannya yang merokok untuk mengemis walau satu batang. Hal ini kami ceritakan, karena kami melihatnya sendiri. Yang lucu, pengemis rokok itu orang yang berkedudukan tinggi, tetapi karena kuatnya dorongan untuk merokok membuat dirinya menjual harga dirinya untuk mengemis rokok walau satu batang!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Fauzan hafizhahullah dalam Al I’lam bi Naqdi Kitab al Halal wal Haram, berkata setelah ia menjelaskan haramnya rokok,&lt;/span&gt;&lt;i style="color: red;"&gt; “Begitulah intisari nasihat dari dokter tentang bahaya rokok, yang kami ketengahkan setelah fatwa para ulama tentang bahaya rokok. Apakah pantas bagi mereka yang sudah memahami berbagai macam fatwa ulama ini dan pandangan para dokter ahli, mereka masih ragu tentang haramnya rokok dan enggan meninggalkannya? Tidaklah yang demikian itu melainkan suatu ketakabburan tanpa alasan.”  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt;Syaikh Yusuf al Qaradhawy hafizhahullah berkata dalam Al Halal wal Haram fil Islam,&lt;/span&gt; &lt;i style="color: red;"&gt;“Kami mengatakan bahwa rokok, selama hal itu telah dinyatakan membahayakan, maka hukumnya haram. Lebih-lebih jika dokter spesialis sudah menetapkan hal itu kepada orang tertentu.  Sekali pun tidak jelas bahayanya terhadap kesehatan, tetapi yang jelas hal itu termasuk membuang uang untuk yang tidak bermanfaat, baik untuk agama atau urusan dunia. Dalam hadits dengan tegas Rasulullah melarang membuang-buang harta. Keharamannya lebih kuat lagi, jika ternyata sebenarnya ia amat memerlukan uang itu untuk dirinya atau keluarganya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Inilah fatwa Syaikh al Qaradhawy saat kitabnya ini baru dibuat yakni tahun 1960-an. Dalam Hadyu al Islam Fatawa Mu’ashirah jilid 1, tahun 1988, Darul Ma’rifah Ia lebih panjang lagi menjelaskan tentang haramnya rokok setelah ia membandingkan seluruh alasan yang membolehkan, memakruhkan, dan mengharamkan. Dengan dalil yang ada, serta maksud dalil tersebut, beserta keterangn para dokter, Ia semakin mantap tentang haramnya rokok.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Di bawah ini akan kami sebutkan para ulama dunia (juga dalam negeri) yang mengharamkan rokok selain yang telah kami sebut di atas. Mereka adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abul A’la al Maududi (Pakistan)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Said Ramadhan al Buthy (Terakhir ia menetap di Swedia, dideportasi)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Sayyid Quthb (Mesir, pengarang Tafsir Fi Zhilalil Qur’an)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Muhammad Quthb (Adik Sayyid Quthb, tinggal di Mekkah)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdullah Nashih ‘Ulwan (Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Mahmud Syaltut (Mufti Mesir, ia sebenarnya seorang perokok, dengan kesadaran ia fatwakan bahwa rokok haram)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Musthafa al Maraghi (Rektor al Azhar, Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdul Halim Mahmud (Rektor al Azhar, mufti Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ahmad Syakir (Ahli Hadits Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Musthafa as Siba’i (Siria)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdul Halim Abu Syuqqah (Ahli Fiqih, Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Fathi Yakan (Libanon)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi (Anggota Komisi tetap fatwa Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Musthafa az Zarqa’ (Ahli Fiqih, Siria)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Muhammad nashirudin al Albany (Ahli Hadits, Jordania)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdullah ‘Azzam (Palestina)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh al Hajj Amin Husaini (mufti Palestina)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah (Ahli hadits, Siria)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Salman al Audah (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Safar al Hawaly (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh ‘Aidh al Qarny (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Umar Sulaiman Asyqar (Ahli tafsir, Kuwait)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq (Kuwait)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdul Majid Az Zindani (Rektor Universitas Al Iman di Shan’a, Yaman)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdul Karim Zaidan (Ahli Fiqih, Irak)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ali Al Khafif (Ahli Fiqih,Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Mutawalli asy Sya’rawi (Ahli Tafsir, Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Jad al haq (Rektor Al Azhar, Mesir)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Manna’ Khalil Qattan (Ketua Mahkamah Tinggi, Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ali Ash Shabuni (Ahli Tafsir, Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Mufti Saudi Arabia, ketua Lembaga Ulama Besar)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin (Saudi Arabia, anggota lembaga Ulama Besar)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota lembaga Ulama Besar Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Abdurrahman al Jibrin (Idem)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Hammud al ‘Uqla&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Hammud at Tuwaijiri (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ibrahim Jarullah (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Yahya an Najmi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’I (Yaman)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhaly (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Zaid bin Hadi al Madkhaly (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Falih al Harby (Saudi Arabia)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ibrahim ar Ruhaily (Yaman)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Salim Ied al Hilaly&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Shalih al Munajjid&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ibrahim Syaqrah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ali Hasan al Halaby&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;-       Syaikh Ubaid al Jabiri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;Demikianlah tulisan ini, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan menambah wawasan Ilmiah Islamiah, serta pertimbangan yang penting untuk siapa saja yang menghendaki kebaikan dunia dan akhirat.Amin...   &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-3823466519917264850?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/3823466519917264850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/bahaya-merokok-dan-permasalahannya.html#comment-form' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3823466519917264850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3823466519917264850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/bahaya-merokok-dan-permasalahannya.html' title='BAHAYA MEROKOK DAN PERMASALAHANNYA'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6jrKRVH7LI/AAAAAAAAAVw/LDepuK0GZ34/s72-c/rokok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-6390678995285594644</id><published>2010-03-16T14:13:00.001+07:00</published><updated>2010-03-16T14:14:34.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boycott Produk Israel'/><title type='text'>Masihkah anda menjamah produk-produknya ?????</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58taiWdAGI/AAAAAAAAAUw/z6pYHOKt9vg/s1600-h/kejahtan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58taiWdAGI/AAAAAAAAAUw/z6pYHOKt9vg/s320/kejahtan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Orang tua ini, dilepaskan dengan paksa pakaiannya dan dicampakkan ditengah-tengah jalan raya oleh tentara Israel, kemudian dibiarkan telanjang sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa ketika orang-orang melihatnya. Mereka ( Israel ) mempermalukan orang tua. Tidak ada ucapan yang pantas pada golongan ini ( Israel ) melainkan kecelakaan dan laknatullah pada bangsa ini ( Israel ) sampai hari kiamat...&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Janji Allah itu benar. kemanakan anggota-anggota PBB, Kesatuan diatas dasar Bangsa telah membuktikan bahwasannya hanya dibibir saja. Kenyataanya adalah ikut dan tunduk pada arahan dan suruhan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58tcEoT-JI/AAAAAAAAAU4/Bbg-DuoLk_g/s1600-h/kejhatan+yahudi1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58tcEoT-JI/AAAAAAAAAU4/Bbg-DuoLk_g/s320/kejhatan+yahudi1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini adalah gambar seorang anak Palestina yg mati dibunuh org yahudi laknatullah, setelah dibunuh. Kemudian mayatnya dicampak dijalan dengan darah masih mengalir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kejamnya mereka anda telah menyaksikan semua ini. Tolonglah jangan mengatakan anda kasihan dan jangan berani mengaku bahwa Islam Itu Bersaudara jika anda masih mampu tertawa terbahak-bahak dan bersenang-senang menikmati hidangan KFC,McD,Cola-Cola dll produk makanan maupun keperluan yang menyumbang kepada Negara Haram Israel yang penduduknya Yahudi Laknattullah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58vRxb3ZjI/AAAAAAAAAVA/-Qh4BtbG_SM/s1600-h/produk-yahudi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58vRxb3ZjI/AAAAAAAAAVA/-Qh4BtbG_SM/s320/produk-yahudi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-6390678995285594644?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/6390678995285594644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/masihkah-anda-menjamah-kfc.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6390678995285594644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6390678995285594644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/masihkah-anda-menjamah-kfc.html' title='Masihkah anda menjamah produk-produknya ?????'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S58taiWdAGI/AAAAAAAAAUw/z6pYHOKt9vg/s72-c/kejahtan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4330590067784190032</id><published>2010-03-14T21:26:00.001+07:00</published><updated>2010-03-14T21:29:19.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Bukhary'/><title type='text'>Sejarah Singkat Imam Bukhary</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5zx0sXzx2I/AAAAAAAAAUg/ahPbm0sJ4n8/s1600-h/Bukhari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5zx0sXzx2I/AAAAAAAAAUg/ahPbm0sJ4n8/s200/Bukhari.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Kelahiran dan Masa Kecil&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah &lt;b style="color: lime;"&gt;Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari&lt;/b&gt;, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo'a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya "Islam in the Sivyet Union" (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Keluarga dan Guru Imam Bukhari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab As-Siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara' dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), terlebih lebih terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatiannya kepada ilmu hadits yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti "al-Mubarak" dan "al-Waki". Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya "Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien" (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma'in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Kejeniusan Imam Bukhari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja "diputar-balikkan" untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Karya-karya Imam Bukhari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Karyanya yang pertama berjudul &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Ketika menginjak usia 22 tahun, Imam Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama-sama dengan ibu dan kakaknya yang bernama Ahmad. Di sanalah beliau menulis kitab "At-Tarikh" (sejarah) yang terkenal itu. Beliau pernah berkata, "Saya menulis buku "At-Tarikh" di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-Jami' ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al 'Ilal, Raf'ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du'afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami' as-Shahih yang lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat diceritakan, Imam Bukhari berkata: "Aku bermimpi melihat Rasulullah saw., seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta'bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadits-hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab Al-Jami' As-Sahih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghimpun hadits-hadits shahih dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahihan hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadits-hadits yang diriwayatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya dan memilih mana yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataannya: "Aku susun kitab Al Jami' ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya, diantaranya adalah Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim bin Al Hajjaj (pengarang kitab Shahih Muslim). Imam Muslim  menceritakan : "Ketika Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) datang ke Naisabur, aku tidak pernah melihat seorang kepala daerah, para ulama dan penduduk Naisabur yang memberikan sambutan seperti apa yang mereka berikan kepadanya." Mereka menyambut kedatangannya dari luar kota sejauh dua atau tiga marhalah (100 km), sampai-sampai Muhammad bin Yahya Az Zihli (guru Imam Bukhari) berkata : "Barang siapa hendak menyambut kedatangan Muhammad bin Ismail besok pagi, lakukanlah, sebab aku sendiri akan ikut menyambutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Penelitian Hadits&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat, diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat / pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami' as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, "perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam dari hal itu" sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan "Haditsnya diingkari". Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata "Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau "Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai intelektual muslim yang berdisiplin tinggi, Imam Bukhari dikenal sebagai pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, seperti tafsir, fikih, dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulama yang ijtihadnya independen), tidak terikat pada mazhab tertentu, sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam hal hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mazhab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami' as-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw., seolah-olah Nabi Muhammad saw. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab "Al-Jami 'as-Shahih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. "Saya susun kitab Al-Jami' as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih". Di Masjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih. Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. "Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih", katanya suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami' as-Shahih, Imam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap beberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Shalah, dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 hadits. Selain itu ada hadits-hadits yang dimuat secara berulang, dan ada 4000 hadits yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh Syekh Muhyiddin An Nawawi dalam kitab At-Taqrib. Dalam hal itu, Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab Fathul Bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari) menulis, semua hadits shahih yang dimuat dalam Shahih Bukhari (setelah dikurangi dengan hadits yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadits yang mu'allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadits shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli hadits tersebut dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Terjadinya Fitnah&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Yahya Az-Zihli berpesan kepada para penduduk agar menghadiri dan mengikuti pengajian yang diberikannya. Ia berkata: "Pergilah kalian kepada orang alim dan saleh itu, ikuti dan dengarkan pengajiannya." Namun tak lama kemudian ia mendapat fitnah dari orang-orang yang dengki. Mereka menuduh sang Imam sebagai orang yang berpendapat bahwa "Al-Qur'an adalah makhluk". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az-Zihli kepadanya. Kata Az-Zihli : "Barang siapa berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid'ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia." Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Imam Bukhari terlepas dari fitnah yang dituduhkan kepadanya itu. Diceritakan, seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Al-Qur'an, makhluk ataukah bukan?" Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: "Al-Qur'an adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid'ah." Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata : "Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah." Di lain kesempatan, ia berkata: "Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, ia adalah pendusta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;Wafatnya Imam Bukhari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika penduduk Samarkand mengirim surat kepada Imam Bukhari. Isinya, meminta dirinya agar menetap di negeri itu (Samarkand). Ia pun pergi memenuhi permohonan mereka. Ketika perjalanannya sampai di Khartand, sebuah desa kecil terletak dua farsakh (sekitar 10 Km) sebelum Samarkand, ia singgah terlebih dahulu untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Nantikan Sejarah-sejarah Imam Hanbalii, Imam Muslim, dan Imam Syafi'i &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sumber:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a color="CC0033" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari" target="new" title="Sobat"&gt;Wikipedia.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a color="CC0033" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari" target="new" title="Sobat"&gt;Wikipedia.org_Cara_Imam_Bukhari_dalam_menulis_kitab_hadits&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a color="CC0033" href="http://www.kotasantri.com/galeria.php?aksi=DetailArtikel&amp;amp;artid=173" target="new" title="Sobat"&gt;Kotasantri.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a color="CC0033" href="http://www.almuhajir.net/article.php?fn=seribukhari1" target="new" title="Sobat"&gt;almuhajir.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a color="CC0033" href="http://www.indomedia.com/bpost/012000/28/opini/opini3.htm" target="new" title="Sobat"&gt;indomedia.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4330590067784190032?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4330590067784190032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/sejarah-singkat-imam-bukhary.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4330590067784190032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4330590067784190032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/sejarah-singkat-imam-bukhary.html' title='Sejarah Singkat Imam Bukhary'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5zx0sXzx2I/AAAAAAAAAUg/ahPbm0sJ4n8/s72-c/Bukhari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4505300302116573357</id><published>2010-03-13T00:27:00.003+07:00</published><updated>2010-03-13T00:47:23.099+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Hukum Wanita Bekerja di Luar Rumah dan Gaji yang diperolehnya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5p4GO90uXI/AAAAAAAAAUY/SQntxpcqZEk/s1600-h/muslimah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5p4GO90uXI/AAAAAAAAAUY/SQntxpcqZEk/s200/muslimah.jpg" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memenuhi permintaan sobat ukhti &lt;a color="CC0033" href="http://dhanaarsega.blogspot.com/" target="new" title="Sobat"&gt;Dhanaarsega&lt;/a&gt; untuk memposting hukum wanita Muslimah yang bekerja diluar, kali ini saya tambahkan pula mengenai gaji yang diperoleh, sebenarnya dulu saya pernah posting mengenai &lt;a color="CC0033" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/01/bolehkah-suami-memakan-memakai-gaji.html" target="new" title="Oldpost"&gt;bolehkah suami memakan atau memakai gaji istri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Banyak persoalan yang dialami oleh kaum wanita di abad modern ini, oleh karena  tidak lah mudah untuk mengaplikasikan konsep-konsep kaum wanita terima di majelis ilmu and be perfect sebagai seorang muslimah. Terutama bagi kaum wanita yang sudah sampai merambah perguruan tinggi kemudian lulus serta dihadapkan pada kenyataan harus bekerja atau mencari nafkah. Jangan lah berputus asa wahai ukhti, tidak semua wanita mulus jalannya, setelah kelar study-nya kemudian ada pria sholeh yang melamarnya dan siap menempatkannya dalam istana dan ketenangan rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua wanita setelah menikah tinggal di bawah perlindungan seorang suami yang kokoh bangunan rumah tangga dan ekonominya. Dan tidak semua wanita memiliki orang tua yang siap men-supportnya dalam kondisi apapun yang dialaminya. Bagi ikhwah yang mengalami banyak hal-hal sulit dan harus berjuang dalam hidupnya, jangan lah runtuh semangatnya, cobaan adalah ujian keimanan bagi kita umat islam, wujud cinta dari Rabb kita. Di bawah ini ada beberapa fatwa Syaikh Bin Baz tentang hukum bekerja bagi wanita juga kedudukan gaji yang diperolehnya. Semoga bermanfaat bagi ukhti sekaliyan, dan menjadikan kita selalu berjalan diatas koridor ilmu, menggigit erat-erat sunnah, dan berjalan semampu kita, se-idealis yang bisa kita kerjakan. Wallohu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baz ditanya tentang apa hukum bekerja bagi seorang wanita dan apa lapangan pekerjaan yang dibolehkan bagi seorang wanita. Beliau pun  menjawab sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun ulama yang melarang kaum wanita untuk bekerja mencari uang. Perbedaan pendapat hanya terjadi mengenai lapangan pekerjaan apa yang boleh untuk dirambah oleh kaum wanita. Penjelasannya adalah bahwa seorang wanita memiliki tanggung jawab menyelesaikan beberapa tugas rumah tangga dalam keluarganya seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan semua jenis bantuan yang bisa ia lakukan untuk rumah tangga dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk lapangan pekerjaan di luar rumah yang diperbolehkan bagi kaum wanita adalah seperti menjadi seorang guru dan pedagang. Sebagai contoh kerja di pabrik jahit atau lapangan pekerjaan lain yang tidak membawa terbukanya maksiyat yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti berduaan di tempat kerja dengan laki-laki asing, atau bercampur di tempat kerja dengan laki-laki yang bukan mahram-nya (ikhtilat), karena besar kemungkinannya hal ini akan melahirkan fitnah bagi dirinya dan rumah tangganya. Pekerjaan lain yang membuat dirinya lalai melakukan tugas rumah tangganya (tanpa menunjuk seseorang untuk mengurusnya/pembantu atau saudara) juga dilarang dalam agama. Bekerja (Pekerjaan) tanpa izin keluarga dan atau suaminya juga larangan dalam agama islam (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa Kesimpulan yang bisa diambil:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kewajiban utama wanita adalah dirumahnya dan tetap dirumahnya, menjalankan segala aktivitas rumah tangganya. Itu adalah keutamaan yang tidak bisa dibeli dan dibandingkan dengan kesuksesan karirnya di luar rumah, begitu banyak hadist dan sunnah rasulullah menjelaskan tentang keutamaan dan kedudukan kaum wanita di dalam rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kewajiban dan keutamaan diatas menjadikan pertimbangan utama bagi kaum wanita ketika memutuskan untuk bekerja diluar rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cukup dan tidaknya penghasilan suami adalah tergantung pada bagaimana setiap diri muslim bersikap wara' dan zuhud terhadap dunia. Ilmu dan agama lah yang menjadi filternya. Hal ini juga pertimbangan tambahan untuk wanita bila memutuskan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bekerja boleh bagi wanita, hanya saja harus ada syarat-syarat syar'i yang harus dipenuhi seperti penjelasan Syaikh Bin Baz rahimahullahu ta'ala diatas. Adapun jika dihubungkan dengan kondisi Indonesia yang serba penuh dengan ikhtilat, di sekolah, kampus, perkantoran, pasar dan perdagangan. Wallahu a'lam bi shawwab. Hal ini menjadi PR dan bahan renungan bagi kita semua kaum wanita. Wanita yang sholeh dan cerdas adalah wanita yang tahu apa-apa yang dibutuhkannya bagi dunia dan terutama akhiratnya. Mengenali diri pribadi dan potensi diri, dengan pembekalan ilmu dan agama yang cukup sangat dibutuhkan bagi kaum wanita untuk tetap tegar, bersabar dalam kehidupan, wara' dan memilih serta mencari yang terbaik bagi dirinya dan agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)  Fatwa no. 4167 tanggal 11/11/1401 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baz ditanya apa hukumnya menggunakan gaji wanita yang bekerja di luar rumahnya, bagaimana halnya jika penampilannya waktu pergi bekerja seperti dandanan orang jahiliyah atau membuka aurat (tabaruj). Demikian pula bagaimana hukumnya memberi uang beasiswa pada mahasiswi yang belajar di perguruan tinggi sedangkan ia ke kampus dengan dandanan seperti orang jahiliyah (tabaruj)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawaban beliau:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;Pertama,&lt;/b&gt; hukum asalnya, seorang wanita tidak boleh keluar rumah kecuali atas izin suaminya (bagi yang sudah menikah). Bila suaminya telah mengizinkan, maka ia boleh keluar dengan dandanan yang tidak mengundang kaum laki-laki untuk tertarik melihatnya, ia mesti memakai hijab syar'i dan tidak tabarruj (1). Seperti larangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Qs. Al-Ahzab:33),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ  وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ  الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ  عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;yang artinya:&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: 12pt;"&gt;"Dan hendaklah  kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti  orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan  taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan  dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Para suami berhak melarang istrinya keluar rumah dalam keadaan berhias seperti orang jahiliyah. Sedangkan gaji wanita tersebut yang ia peroleh dari bekerja di luar rumah, dan dengan berhias seperti orang jahiliyah pun, boleh hukumnya untuk dikonsumsi asal pekerjaan yang dikerjaan sesuai syari'at (halal), Walaupun wanita tersebut tetap terkena dosa karena dandanan jahiliyahnya. Akan tetapi bila pekerjaan tersebut sifatnya haram, maka memakan gaji yang dihasilkannya juga haram (2). Dan wanita tersebut terkena dosa lipat karena melakukan pekerjaan yang haram dan berdandan yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: lime;"&gt;Kedua,&lt;/b&gt; mahasiswi yang pergi ke kampus wajib memakai hijab syar'i. Sedangkan uang beasiswa yang diserahkan kepadanya, hukumnya sama dengan gaji, yang ia peroleh dengan statusnya sebagai pelajar, halal. Akan tetapi jika uang itu ia peroleh sebagai upah atas pekerjaan yang haram, maka mengkonsumsinya hukumnya haram. Sementara dandanannya pergi kuliah yang seperti orang jahiliyah itu tidak mempengaruhi hukum mengkonsumsi uang yang diberikan kepadanya, yakni tetap halal. Dosa terletak karena perbuatannya yang berdandan ala jahiliyah tersebut. Wabillahittaufiq (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) mengenai hijab syar'i ada khilafiyah tentang memakai cadar/purdah bagi wanita di kalangan ulama, ada yang mewajibkan, sebagaimana sebagian besar ulama arab Saudi. Juga ada sebagian ulama yang mensunnahkannya, sebagai contoh, Beliau Syaikh Albani Rahimahullahu ta'ala. Namun satu hal penting yang harus dipegang, ulama yang mensunnahkan pemakaian penutup wajah, juga tetap mengakui bahwa yang terbaik bagi wanita adalah menutup seluruh anggota badannya, termasuk muka dan telapak tangannya. Adapun standart pemakaian hijab secara umum menurut syar'i sudah banyak kitab-kitab ulama yang membahasnya. Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dengan kata lain keharaman gaji dihubungkan dengan keharaman jenis pekerjaan yang dilakukannya bukan dandanan jahiliyahnya. Jika pekerjaannya halal, maka dosa tertimpa pada wanita tersebut karena dandanannya, tidak mempengaruhi hukum memakan gajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) fatwa No. 3429 tanggal 2/2/1401 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;183 Masalah Aktual Muslimah, Prof. Abdul Aziz Bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin. Ditambah foot note, kesimpulan juga pembuka dari penulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4505300302116573357?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4505300302116573357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/hukum-wanita-bekerja-di-luar-rumah-dan.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4505300302116573357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4505300302116573357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/hukum-wanita-bekerja-di-luar-rumah-dan.html' title='Hukum Wanita Bekerja di Luar Rumah dan Gaji yang diperolehnya'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5p4GO90uXI/AAAAAAAAAUY/SQntxpcqZEk/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-3723388994799365226</id><published>2010-03-08T20:29:00.000+07:00</published><updated>2010-03-13T00:48:04.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5OrQ7u9eiI/AAAAAAAAAUQ/p1Gi5T_NVjM/s1600-h/familly.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5OrQ7u9eiI/AAAAAAAAAUQ/p1Gi5T_NVjM/s200/familly.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…silahkan lanjutkan membaca Kabar-kabar gembira itu ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;الْخَبِيثَاتُ  لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ  وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ  مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(An Nuur : 26)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;وَأَنْكِحُوا الأيَامَى  مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ  يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(An Nuur: 32)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. &lt;/b&gt;&lt;i&gt;“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;  &lt;span style="color: lime;"&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ  لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْمَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”&lt;/i&gt;.&lt;b&gt; (Ar Ruum : 21)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي  أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي&lt;/span&gt; &lt;span style="color: lime;"&gt;سَيَدْخُلُونَ  جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al Mu’min : 60)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).&lt;/b&gt; [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim).&lt;/b&gt; [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ  آمَنُوا اسْتَعِينُوا &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”.&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (Al Baqarah : 153)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ  يُسْرًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: lime; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ  يُسْرًا&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(Alam Nasyrah : 5 – 6)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ  آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(Muhammad : 7)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: lime; font-size: x-large;"&gt;وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;/span&gt;.....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”&lt;/i&gt;.&lt;b&gt; (Al Hajj : 40)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: lime;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: lime; font-size: x-large;"&gt;أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;(Al Baqarah : 214)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Footnote:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[1] Lihat Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995, hal. 12&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab &amp;amp; Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 1 – 2&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[3] Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari 145, Muslim 758) (lihat Tahajjud Nabi, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani, Media Hidayah, Sept. 2003, hal. 27).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[4] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab &amp;amp; Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 8 – 14&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[5] Idem, hal. 15 – 22&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[6] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M, hal. 103&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[7] Idem, hal. 105&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[8] Idem, hal. 101 &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-3723388994799365226?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/3723388994799365226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/janji-allah-bagi-orang-yang-akan.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3723388994799365226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/3723388994799365226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/janji-allah-bagi-orang-yang-akan.html' title='Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5OrQ7u9eiI/AAAAAAAAAUQ/p1Gi5T_NVjM/s72-c/familly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4940236892203892815</id><published>2010-03-08T01:04:00.000+07:00</published><updated>2010-03-08T01:04:00.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Mengenal Seluk Beluk BID’AH : Dampak Buruk BID’AH 5</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5KaTdXGeKI/AAAAAAAAAUI/PyU4I35Vvc0/s1600-h/Buruk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5KaTdXGeKI/AAAAAAAAAUI/PyU4I35Vvc0/s200/Buruk.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah sepatutnya kita menjauhi berbagai macam bid’ah mengingat dampak buruk yang ditimbulkan. Berikut beberapa dampak buruk dari bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Amalan bid'ah tertolak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berbuat bid’ah inilah yang amalannya merugi. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Kahfi [18] : 103-104)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pelaku bid'ah terhalangi untuk bertaubat selama dia terus menerus dalam bid'ahnya. Oleh karena itu, ditakutkan dia akan mengalami su'ul khotimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَ اللهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعْ بِدْعَتَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Allah betul-betul akan menghalangi setiap pelaku bid’ah untuk bertaubat sampai dia meninggalkan bid’ahnya.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Thabrani. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 54)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Pelaku bid'ah tidak akan minum dari telaga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak akan mendapatkan syafa'at beliau shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari no. 7049)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dikatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari no. 7051)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Inilah do’a laknat untuk orang-orang yang mengganti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berbuat bid’ah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ibnu Baththol mengatakan, &lt;/b&gt;&lt;i&gt;“Demikianlah, seluruh perkara bid’ah yang diada-adakan dalam perkara agama tidak diridhoi oleh Allah karena hal ini telah menyelisihi jalan kaum muslimin yang berada di atas kebenaran (al haq). Seluruh pelaku bid’ah termasuk orang-orang yang mengganti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang membuat-buat perkara baru dalam agama. Begitu pula orang yang berbuat zholim dan yang menyelisihi kebenaran, mereka semua telah membuat sesuatu yang baru dan telah mengganti dengan ajaran selain Islam. Oleh karena itu, mereka juga termasuk dalam hadits ini.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Lihat Syarh Ibnu Baththol, 19/2, Asy Syamilah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai perkara bid’ah dan menjadikan kita sebagai umatnya yang akan menikmati al haudh sehingga kita tidak akan merasakan dahaga yang menyengsarakan di hari kiamat, Amin Ya Mujibad Du’a-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Pelaku bid'ah akan mendapatkan dosa jika amalan bid'ahnya diikuti orang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa melakukan suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim no. 1017)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, perhatikanlah hadits ini. Sungguh sangat merugi sekali orang yang melestarikan bid’ah dan tradisi-tradisi yang menyelisihi syari’at. Bukan hanya dosa dirinya yang akan dia tanggung, tetapi juga dosa orang yang mengikutinya. Padahal bid’ah itu paling mudah menyebar. Lalu bagaimana yang mengikutinya sampai ratusan bahkan ribuan orang? Berapa banyak dosa yang akan dia tanggung? Seharusnya kita melestarikan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa harus melestarikan tradisi dan budaya yang menyelisihi syari’at? Jika melestarikan ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam -seperti mentalqinkan mayit menjelang kematiannya bukan dengan talqin setelah dimakamkan- kita akan mendapatkan ganjaran untuk diri kita dan juga dari orang lain yang mengikuti kita. Sedangkan jika kita menyebarkan dan melestarikan tradisi tahlilan, yasinan, maulidan, lalu diikuti  oleh generasi setelah kita, apa yang akan kita dapat? Malah hanya dosa dari yang mengikuti kita yang kita peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah Bersatu di Atas Kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Saudaraku, kami menyinggung masalah bid’ah ini bukanlah maksud kami untuk memecah belah kaum muslimin sebagaimana disangka oleh sebagian orang jika kami menyinggung masalah ini. Yang hanya kami inginkan adalah bagaimana umat ini bisa bersatu di atas kebenaran dan di atas ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar.&lt;/b&gt; Yang kami inginkan adalah agar saudara kami mengetahui kebenaran dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang kami ketahui. Kami tidak ingin saudara kami terjerumus dalam kesalahan sebagaimana tidak kami inginkan pada diri kami. Semoga maksud kami ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Hud [11] : 88)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sedikit pembahasan mengenai bid’ah, kerancuan-kerancuan di dalamnya dan dampak buruk yang ditimbulkan. Semoga dengan tulisan yang singkat ini kita dapat semakin mengenalinya dengan baik. Hal ini bukan berarti dengan mengetahuinya kita harus melakukan bid’ah tersebut. Karena sebagaimana perkataan seorang penyair,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَرَّفْتُ الشَّرَّ لاَ لِلشَّرِّ لَكِنْ لِتَوَقِّيْهِ&lt;/span&gt; …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَنْ لاَ يَعْرِفُ الشَّرَّ مِنَ النَّاسِ يَقَعُ فِيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku mengenal kejelekan, bukan berarti ingin melakukannya, tetapi ingin menjauhinya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena barangsiapa tidak mengenal kejelekan, mungkin dia bisa terjatuh di dalamnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #38761d;"&gt;&lt;i&gt;Ya Hayyu, Ya Qoyyum. Wahai Zat yang Maha Hidup lagi Maha Kekal. Dengan rahmat-Mu, kami memohon kepada-Mu. Perbaikilah segala urusan kami dan janganlah Engkau sandarkan urusan tersebut pada diri kami, walaupun hanya sekejap mata. Amin Yaa Mujibbas Sa’ilin.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga Allah selalu memberikan ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyib, dan menjadikan amalan kita diterima di sisi-Nya. Innahu sami’un qoriibum mujibud da’awaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="CC0033" href="http://muslim.or.id/" target="new" title="Sumber"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4940236892203892815?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4940236892203892815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-dampak-buruk.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4940236892203892815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4940236892203892815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-dampak-buruk.html' title='Mengenal Seluk Beluk BID’AH : Dampak Buruk BID’AH 5'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5KaTdXGeKI/AAAAAAAAAUI/PyU4I35Vvc0/s72-c/Buruk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4078077356193322755</id><published>2010-03-06T23:38:00.002+07:00</published><updated>2010-03-07T10:27:22.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Mengenal Seluk Beluk Bid'ah "Berbagai Alasan Dalam Membela Bid’ah" 4</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5KEwIgaxEI/AAAAAAAAAUA/oiFki3G0q-I/s1600-h/peace.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5KEwIgaxEI/AAAAAAAAAUA/oiFki3G0q-I/s200/peace.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelumnya saya telah menyampaikan sanggahan mengenai bid’ah hasanah yang dasarnya adalah dari &lt;a color="0033FF" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-adakah-bidah.html" target="new" title="Artikel1"&gt;perkataan Umar Semoga Allah Meridhoinya&lt;/a&gt; bahwa sebaik-baik bid’ah yaitu shalat tarawih ini. Berikut kami sajikan beberapa alasan lain dalam membela bid’ah dan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;[1] Mobil, HP dan Komputer termasuk Bid’ah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui definisi bid’ah dan mengetahui bahwa setiap bid’ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kerancuan di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti mobil, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bid’ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Kalau  memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”&lt;/b&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami, perkataan ini muncul karena tidak memahami bid’ah dengan benar. Perlu sekali ditegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan bid’ah yang tercela sehingga membuat amalannya tertolak adalah bid’ah dalam agama dan bukanlah perkara baru dalam urusan dunia yang tidak ada contoh sebelumnya seperti komputer dan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kaedah yang perlu diketahui bahwa untuk perkara non ibadah (‘adat), hukum asalnya adalah tidak terlarang (mubah) sampai terdapat larangan. Hal inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (sebagaimana dalam Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/86) dan ulama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asy Syatibi juga mengatakan,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al I’tishom, 1/348)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca dapat memperhatikan bahwa tatkala para sahabat ingin melakukan penyerbukan silang pada kurma yang merupakan perkara duniawi-, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِذَا كَانَ شَىْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ بِهِ فَإِذَا كَانَ مِنْ أَمْر دِينِكُمْ فَإِلَىَّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulannya:&lt;span style="color: red;"&gt; Komputer, HP, pesawat, pabrik-pabrik kimia, berbagai macam kendaraan, dan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, itu semua adalah perkara yang dibolehkan dan tidak termasuk dalam bid’ah yang tercela.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Kalau mau kita katakan bid’ah, itu hanyalah bid’ah secara bahasa yaitu perkara baru yang belum ada contoh sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[2] Para Sahabat Pernah Melakukan Bid’ah dengan Mengumpulkan Al Qur’an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian kelompok dalam membela acara-acara bid’ahnya berdalil bahwa dulu para sahabat -Abu Bakar, ‘Utsman bin ‘Affan, Zaid bin Tsabit- saja melakukan bid’ah. Mereka mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya. Jika kita mengatakan bid’ah itu sesat, berarti para sahabatlah yang akan pertama kali masuk neraka. Inilah sedikit kerancuan yang sengaja kami temukan di sebuah blog di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa bid’ah bukanlah hanya sesuatu yang tidak ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bisa saja suatu amalan itu tidak ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan baru dilakukan setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, dan ini tidak termasuk bid’ah. Perhatikanlah penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa-nya berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bid’ah dalam agama adalah sesuatu yang tidak disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya yang tidak diperintahkan dengan perintah wajib ataupun mustahab (dianjurkan). Adapun jika sesuatu tersebut diperintahkan dengan perintah wajib atau mustahab (dianjurkan) dan diketahui dengan dalil syar’i maka hal tersebut merupakan perkara agama yang telah Allah syari’atkan, … baik itu dilakukan di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak. Segala sesuatu yang terjadi setelah masa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun berdasarkan perintah dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti membunuh orang yang murtad, membunuh orang Khowarij, Persia, Turki dan Romawi, mengeluarkan Yahudi dan Nashrani dari Jazirah Arab, dan semacamnya, itu termasuk sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Majmu’ Fatawa, 4/107-108, Mawqi’ Al Islam-Asy Syamilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengumpulan Al Qur’an dalam satu mushaf ada dalilnya&lt;/b&gt; dalam syari’at karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis Al Qur’an, namun penulisannya masih terpisah-pisah.&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/97) mengatakan, “Sesuatu yang menghalangi untuk dikumpulkannya Al Qur’an adalah karena pada saat itu wahyu masih terus turun. Allah masih bisa mengubah dan menetapkan sesuatu yang Dia kehendaki. Apabila tatkala itu Al Qur’an itu dikumpulkan dalam satu mushaf, maka tentu saja akan menyulitkan karena adanya perubahan setiap saat. Tatkala Al Qur’an dan syari’at telah paten setelah wafatnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam; begitu pula Al Qur’an tidak terdapat lagi penambahan atau pengurangan; dan tidak ada lagi penambahan kewajiban dan larangan, akhirnya kaum muslimin melaksanakan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan tuntutan (anjuran)-nya. Oleh karena itu, amalan mengumpulkan Al Qur’an termasuk sunnahnya. Jika ingin disebut bid’ah, maka yang dimaksudkan adalah bid’ah secara bahasa (yaitu tidak ada contoh sebelumnya, pen).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perlu diketahui pula bahwa mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf merupakan bagian dari maslahal mursalah. Apa itu maslahal mursalah?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maslahal mursalah adalah sesuatu yang didiamkan oleh syari’at, tidak ditentang dan tidak pula dinihilkan, tidak pula memiliki nash (dalil tegas) yang semisal sehingga bisa diqiyaskan. (Taysir Ilmu Ushul Fiqh, hal. 184, 186, Abdullah bin Yusuf Al Judai’, Mu’assasah Ar Royyan). Contohnya adalah maslahat ketika mengumpulkan Al Qur’an dalam rangka menjaga agama. Contoh lainnya adalah penulisan dan pembukuan hadits. Semua ini tidak ada dalil dalil khusus dari Nabi, namun hal ini terdapat suatu maslahat yang sangat besar untuk menjaga agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu catatan penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan maslahah mursalah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/101-103) mengatakan, “Setiap perkara yang faktor pendorong untuk melakukannya di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ada dan mengandung suatu maslahat, namun beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukannya, maka ketahuilah bahwa perkara tersebut bukanlah maslahat. Namun, apabila faktor tersebut baru muncul setelah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan hal itu bukanlah maksiat, maka perkara tersebut adalah maslahat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penerapan kaedah Syaikhul Islam di atas adalah adzan ketika shalat ‘ied. Apakah faktor pendorong untuk melakukan adzan pada zaman beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ada? Jawabannya: Ada (yaitu beribadah kepada Allah). Namun, hal ini tidak dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal ada faktor pendorong dan tidak ada penghalang. Pada zaman beliau ketika melakukan shalat ‘ied tidak ada adzan maupun iqomah. Oleh karena itu, adzan ketika itu adalah bid’ah dan meninggalkannya adalah sunnah.&lt;br /&gt;Begitu pula hal ini kita terapkan pada kasus mengumpulkan Al Qur’an. Adakah faktor penghalang tatkala itu? Jawabannya: Ada. Karena pada saat itu wahyu masih terus turun dan masih terjadi perubahan hukum. Jadi, sangat sulit Al Qur’an dikumpulkan ketika itu karena adanya faktor penghalang ini. Namun, faktor penghalang ini hilang setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena wahyu dan hukum sudah sempurna dan paten. Jadi, mengumpulkan Al Qur’an pada saat itu adalah suatu maslahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaedah beliau ini dapat pula diterapkan untuk kasus-kasus lainnya semacam perayaan Maulid Nabi, yasinan, dan ritual lain yang telah membudaya di tengah umat Islam. –Semoga Allah memberikan kita taufik agar memahami bid’ah dengan benar-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[3] Yang Penting Kan Niatnya!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula sebagian orang yang beralasan ketika diberikan sanggahan terhadap bid’ah yang dia lakukan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami katakan bahwa amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini telah kami jelaskan pada pembahasan awal di atas. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu [1] niatnya harus ikhlas dan [2] harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat shubuh empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Fudhail bin ‘Iyadh tatkala berkata mengenai firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk [67] : 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lalu Al Fudhail berkata&lt;/b&gt;,  &lt;i&gt;“Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak sesuai ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka beralasan di hadapan Ibnu Mas’ud,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah orang-orang ini berniat baik, namun cara mereka beribadah tidak sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud menyanggah perkataan mereka sembari berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Ad Darimi. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayid)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: Tidak cukup seseorang melakukan ibadah dengan dasar karena niat baik, tetapi dia juga harus melakukan ibadah dengan mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga kaedah yang benar “Niat baik semata belum cukup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[4] Ini Kan Sudah Jadi Tradisi di Tempat Kami…&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga perkataan yang muncul ketika seseorang disanggah mengenai bid’ah yang dia lakukan. Ketika ditanya, “Kenapa kamu masih merayakan 3 hari atau 40 hari setelah kematian?” Dia menjawab, “Ini kan sudah jadi tradisi kami…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban seperti ini sama halnya jawaban orang musyrik terdahulu ketika membela kesyirikan yang mereka lakukan. Mereka tidak memiliki argumen yang kuat berdasarkan dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Mereka hanya bisa beralasan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِنَّا وَجَدْنَا آَبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آَثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. Az Zukhruf [43] : 22)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang semoga selalu dirahmati Allah, setiap tradisi itu hukum asalnya boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan hukum syari’at dan selama tidak ada unsur ibadah di dalamnya. Misalnya, santun ketika berbincang-bincang dengan yang lebih tua, ini adalah tradisi yang bagus dan tidak bertentangan dengan syari’at. Namun, jika ada tradisi dzikir atau do’a tertentu pada hari ketiga, ketujuh, atau keempat puluh setelah kematian, maka ini adalah bid’ah karena telah mencampurkan ibadah dalam tradisi dan mengkhususkannya pada waktu tertentu tanpa dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bid’ah juga bisa terdapat dalam tradisi (adat) sebagaimana perkataan Asy Syatibi, “Perkara non ibadah (‘adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika  perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sedikit tambahan bahwa tradisi yang diposisikan sebagai ibadah sebenarnya malah akan menyusahkan umat Islam. Misalnya saja tradisi selamatan kematian pada hari ke-7, 40, 100, atau 1000 hari. Syari’at sebenarnya ingin meringankan beban pada hambanya. Namun, karena melakukan bid’ah semacam ini, beban hamba tersebut bertambah. Sebenarnya melakukan semacam ini tidak ada tuntunannya, malah dijadikan sebagai sesuatu yang wajib sehingga membebani hamba. Bahkan kadang kami menyaksikan sendiri di sebuah desa yang masih laris di sana tradisi selamatan kematian. Padahal kehidupan kebanyakan warga di desa tersebut adalah ekonomi menengah ke bawah. Lihatlah bukannya dengan meninggalnya keluarga, dia diringankan bebannya oleh tetangga sekitar. Malah tatkala kerabatnya meninggal, dia harus mencari utang di sana-sini agar bisa melaksanakan selamatan kematian yang sebenarnya tidak ada tuntunannya. Akhirnya karena kematian kerabat bertambahlah kesedihan dan beban kehidupan.  Kami memohon kepada Allah, semoga Allah memperbaiki kondisi bangsa ini dengan menjauhkan kita dari berbagai amalan yang tidak ada tuntunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;b&gt;5] Semua Umat Islam Indonesia bahkan para Kyai dan Ustadz Melakukan Hal Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang berargumen ketika ritual bid’ah –seperti &lt;a color="RED" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html" target="new" title="Maulid"&gt;Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/a&gt; yang ia lakukan dibantah sembari mengatakan, &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Perayaan (atau ritual) ini kan juga dilakukan oleh seluruh umat Islam Indonesia bahkan oleh para Kyai dan Ustadz. Kok hal ini dilarang?!”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ini justru adalah alasan orang yang tidak pandai berdalil. Suatu hukum dalam agama ini seharusnya dibangun berdasarkan Al Kitab, As Sunnah dan Ijma’ (kesepakatan kaum muslimin). Adapun adat (tradisi) di sebagian negeri, perkataan sebagian Kyai/Ustadz atau ahlu ibadah, maka ini tidak bisa menjadi dalil untuk menyanggah perkataan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Barangsiapa meyakini bahwa adat (tradisi) yang menyelisihi sunnah ini telah disepakati karena umat telah menyetujuinya dan tidak mengingkarinya, maka keyakinan semacam ini jelas salah dan keliru. Ingatlah, akan selalu ada dalam umat ini di setiap waktu yang melarang berbagai bentuk perkara bid’ah yang menyelisihi sunnah seperti perayaan maulid ataupun tahlilan. Lalu bagaimana mungkin kesepakatan sebagian negeri muslim dikatakan sebagai ijma’ (kesepakatan umat Islam), apalagi dengan amalan sebagian kelompok?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku semoga Allah selalu memberi taufik padamu, mayoritas ulama tidak mau menggunakan amalan penduduk Madinah (di masa Imam Malik) –tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah- sebagai dalil dalam beragama. Mereka menganggap bahwa amalan penduduk Madinah bukanlah sandaran hukum dalam beragama tetapi yang menjadi sandaran hukum adalah sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu bagaimana mungkin kita berdalil dengan kebiasaan sebagian negeri muslim yang tidak memiliki keutamaan sama sekali dibanding dengan kota Nabawi Madinah?! (Disarikan dari Iqtidho’ Shirothil Mustaqim, 2/89 dan Al Bid’ah wa Atsaruha Asy Syai’ fil Ummah, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali, 49-50, Darul Hijroh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan pula, tersebarnya suatu perkara atau banyaknya pengikut bukan dasar bahwa perkara yang dilakukan adalah benar. Bahkan apabila kita mengikuti kebanyakan manusia maka mereka akan menyesatkan kita dari jalan Allah dan ini berarti kebenaran itu bukanlah diukur dari banyaknya orang yang melakukannya. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS. Al An’am [6] : 116)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi kita taufik untuk mengikuti kebenaran bukan mengikuti kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[6] Baca Al Qur’an kok dilarang?!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga di antara argumen dari pelaku bid’ah ketika diberitahu mengenai bid’ah yang dilakukan, “Saudaraku, perbuatan seperti ini kan bid’ah.” Lalu dia bergumam, “Masa baca Al Qur’an saja dilarang?!” Atau ada pula yang berkata, “Masa baca dzikir saja dilarang?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyanggah perkataan di atas, perlu sekali kita ketahui mengenai dua macam bid’ah yaitu bid’ah hakikiyah dan idhofiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah hakikiyah adalah setiap bid’ah yang tidak ada dasarnya sama sekali baik dari Al Qur’an, As Sunnah, ijma’ kaum muslimin, dan bukan pula dari penggalian hukum yang benar menurut para ulama baik secara global maupun terperinci. (Al I’tishom, 1/219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh bid’ah hakikiyah adalah puasa mutih (dilakukan untuk mencari ilmu sakti), mendekatkan diri pada Allah dengan kerahiban (hidup membujang seperti para biarawati), dan mengharamkan yang Allah halalkan dalam rangka beribadah kepada Allah. Ini semua tidak ada contohnya dalam syari’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah idhofiyah adalah setiap bid’ah yang memiliki 2 sisi yaitu [1] dari satu sisi memiliki dalil, maka dari sisi ini bukanlah bid’ah dan [2] di sisi lain tidak memiliki dalil maka ini sama dengan bid’ah hakikiyah. (Al I’tishom, 1/219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bid’ah idhofiyah dilihat dari satu sisi adalah perkara yang disyari’atkan. Namun ditinjau dari sisi lain yaitu dilihat dari enam aspek adalah bid’ah. Enam aspek tersebut adalah waktu, tempat, tatacara (kaifiyah), sebab, jumlah, dan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya bid’ah idhofiyah adalah dzikir setelah shalat atau di berbagai waktu secara berjama’ah dengan satu suara. Dzikir adalah suatu yang masyru’ (disyari’atkan), namun pelaksanaannya dengan tatacara semacam ini tidak disyari’atkan dan termasuk bid’ah yang menyelisihi sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah puasa atau shalat malam hari nishfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Begitu pula shalat rogho’ib pada malam Jum’at pertama dari bulan Rajab. Kedua contoh ini termasuk bid’ah idhofiyah. Shalat dan puasa adalah ibadah yang disyari’atkan, namun terdapat bid’ah dari sisi pengkhususan zaman, tempat dan tatacara. Tidak ada dalil dari Al Kitab dan As Sunnah yang mengkhususkan ketiga hal tadi.&lt;br /&gt;Begitu juga hal ini dalam acara yasinan dan tahlilan. Bacaan tahlil adalah bacaan yang disyari’atkan. Bahkan barangsiapa mengucapkan bacaan tahlil dengan memenuhi konsekuensinya maka dia akan masuk surga. Namun, yang dipermasalahkan adalah pengkhususan waktu, tatacara dan jenisnya. Perlu kita tanyakan manakah dalil yang mengkhususkan pembacaan tahlil pada hari ke-3, 7, dan 40 setelah kematian. Juga manakah dalil yang menunjukkan harus dibaca secara berjama’ah dengan satu suara. Mana pula dalil yang menunjukkan bahwa yang harus dibaca adalah bacaan laa ilaha illallah, bukan bacaan tasbih, tahmid atau takbir. Dalam acara yasinan juga demikian. Kenapa yang dikhususkan hanya surat Yasin, bukan surat Al Kahfi, As Sajdah atau yang lainnya? Apa memang yang teristimewa dalam Al Qur’an hanyalah surat Yasin bukan surat lainnya? Lalu apa dalil yang mengharuskan baca surat Yasin setelah kematian? Perlu diketahui bahwa kebanyakan dalil yang menyebutkan keutamaan (fadhilah) surat Yasin adalah dalil-dalil yang lemah bahkan sebagian palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang kami permasalahkan adalah bukan puasa, shalat, bacaan Al Qur’an maupun bacaan dzikir yang ada. Akan tetapi, yang kami permasalahkan adalah pengkhususan waktu, tempat, tatacara, dan lain sebagainya. Manakah dalil yang menunjukkan hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sanggahan-sanggahan di atas dapat memuaskan pembaca sekalian. Kami hanya bermaksud mendatangkan perbaikan selama kami masih berkesanggupan. Tidak ada yang dapat memberi taufik kepada kita sekalian kecuali Allah. Semoga kita selalu mendapatkan rahmat dan taufik-Nya ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantikan Artikel tentang Dampak Buruk Bid'ah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-4078077356193322755?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/4078077356193322755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-berbagai.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4078077356193322755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/4078077356193322755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-berbagai.html' title='Mengenal Seluk Beluk Bid&apos;ah &quot;Berbagai Alasan Dalam Membela Bid’ah&quot; 4'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S5KEwIgaxEI/AAAAAAAAAUA/oiFki3G0q-I/s72-c/peace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-7385215498840668017</id><published>2010-03-06T00:05:00.001+07:00</published><updated>2010-03-07T01:16:58.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Mengenal Seluk Beluk Bid'ah "ADAKAH BID'AH HASANAH" 3</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4_LjmO_xiI/AAAAAAAAAT4/dxRnMgKnFeM/s1600-h/BULAN.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4_LjmO_xiI/AAAAAAAAAT4/dxRnMgKnFeM/s320/BULAN.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;BERALASAN DENGAN SHALAT TARAWIH YANG DILAKUKAN OLEH UMAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Sanggahan pertama]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun shalat tarawih (yang dihidupkan kembali oleh Umar) maka dia &lt;b style="color: red;"&gt;bukanlah bid’ah secara syar’i&lt;/b&gt;. Bahkan shalat tarawih adalah sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dilihat dari perkataan dan perbuatan beliau. &lt;b style="color: red;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat tarawih secara berjama’ah pada awal Ramadhan selama dua atau tiga malam.&lt;/b&gt; Beliau juga pernah shalat secara berjama’ah pada sepuluh hari terakhir selama beberapa kali. Jadi shalat tarawih bukanlah bid’ah secara syar’i. &lt;b style="color: blue;"&gt;Sehingga yang dimaksudkan bid’ah dari perkataan Umar bahwa ’sebaik-baik bid’ah adalah ini’ yaitu bid’ah secara bahasa dan bukan bid’ah secara syar’i.&lt;/b&gt; Bid’ah secara bahasa itu lebih umum (termasuk kebaikan dan kejelekan) karena mencakup segala yang ada contoh sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Perlu diperhatikan, apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan dianjurkan atau diwajibkannya suatu perbuatan setelah beliau wafat, atau menunjukkannya secara mutlak, namun hal ini tidak dilakukan kecuali setelah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat (maksudnya dilakukan oleh orang sesudah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), maka boleh kita menyebut hal-hal semacam ini sebagai bid’ah secara bahasa. Begitu pula agama Islam ini disebut dengan muhdats/bid’ah (sesuatu yang baru yang diada-adakan) –sebagaimana perkataan utusan Quraisy kepada raja An Najasiy mengenai orang-orang Muhajirin-. Namun yang dimaksudkan dengan muhdats/bid’ah di sini adalah muhdats secara bahasa karena setiap agama yang dibawa oleh para Rasul adalah agama baru.  (Disarikan dari Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/93-96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Sanggahan Kedua]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kalau kita mau menerima perkataan Umar bahwa ada bid’ah yang baik. Maka kami sanggah bahwa perkataan sahabat jika menyelisihi hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa menjadi hujah (pembela). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat sedangkan Umar menyatakan bahwa ada bid’ah yang baik. Sikap yang tepat adalah kita tidak boleh mempertentangkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan perkataan sahabat. Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mencela bid’ah secara umum tetap harus didahulukan dari perkataan yang lainnya. (Faedah dari Iqtidho’ Shirotil Mustaqim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Sanggahan Ketiga]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap saja kita katakan bahwa perbuatan Umar adalah pengkhususan dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersifat umum yang menyatakan bahwa setiap bid’ah itu sesat. Jadi perbuatan Umar dengan mengerjakan shalat tarawih terus menerus adalah bid’ah yang baik (hasanah). Namun, ingat bahwa untuk menyatakan bahwa suatu amalan adalah bid’ah hasanah harus ada dalil lagi baik dari Al Qur’an, As Sunnah atau ijma’ kaum muslimin. Karena ingatlah –berdasarkan kaedah ushul fiqih- bahwa sesuatu yang tidak termasuk dalam pengkhususan dalil tetap kembali pada dalil yang bersifat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya mengenai acara selamatan kematian. Jika kita ingin memasukkan amalan ini dalam bid’ah hasanah maka harus ada dalil dari Al Qur’an, As Sunnah atau ijma’. Kalau tidak ada dalil yang menunjukkan benarnya amalan ini, maka dikembalikan ke keumuman dalil bahwa setiap perkara yang diada-adakan dalam masalah agama (baca : setiap bid’ah) adalah sesat dan tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang lebih tepat, lafazh umum yang dimaksudkan dalam hadits ’setiap bid’ah adalah sesat’ adalah termasuk lafazh umum yang tetap dalam keumumannya (‘aam baqiya ‘ala umumiyatihi) dan tidak memerlukan takhsis (pengkhususan). Inilah yang tepat berdasarkan berbagai hadits dan pemahaman sahabat mengenai bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pantaskah kita orang-orang saat ini memakai istilah sebagaimana yang dipakai oleh sahabat Umar?&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa umat Islam saat ini tidaklah seperti umat Islam di zaman Umar radhiyallahu ‘anhu. Umat Islam saat ini tidak seperti umat Islam di generasi awal dahulu yang memahami maksud perkataan Umar. Maka tidak sepantasnya kita saat ini menggunakan istilah bid’ah (tanpa memahamkan apa bid’ah yang dimaksudkan) sehingga menimbulkan kerancuan di tengah-tengah umat. Jika memang kita mau menggunakan istilah bid’ah namun yang dimaksudkan adalah definisi secara bahasa, maka selayaknya kita menyebutkan maksud dari perkataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Misalnya HP ini termasuk bid’ah secara bahasa. Tidaklah boleh kita hanya menyebut bahwa HP ini termasuk bid’ah karena hal ini bisa menimbulkan kerancuan di tengah-tengah umat.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan: Berdasarkan berbagai dalil dari As Sunnah maupun perkataan sahabat, setiap bid’ah itu sesat. Tidak ada bid’ah yang baik (hasanah). Tidak tepat pula membagi bid’ah menjadi lima: wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram karena pembagian semacam ini dapat menimbulkan kerancuan di tengah-tengah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HUKUM BID’AH DALAM ISLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum semua bid’ah adalah terlarang.  Namun, hukum tersebut bertingkat-tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkatan Pertama:&lt;/b&gt; Bid’ah yang menyebabkan kekafiran sebagaimana bid’ah orang-orang Jahiliyah yang telah diperingatkan oleh Al Qur’an. Contohnya adalah pada ayat,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَائِنَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al An’am [6]: 36)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkatan Kedua : &lt;/b&gt;Bid’ah yang termasuk maksiat yang tidak menyebabkan kafir atau dipersilisihkan kekafirannya. Seperti bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang Khowarij, Qodariyah (penolak takdir) dan Murji’ah (yang tidak memasukkan amal dalam definisi iman secara istilah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkatan Ketiga:&lt;/b&gt; Bid’ah yang termasuk maksiat seperti bid’ah hidup membujang (kerahiban) dan berpuasa diterik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkatan Keempat:&lt;/b&gt; Bid’ah yang makruh seperti berkumpulnya manusia di masjid-masjid untuk berdo’a pada sore hari saat hari Arofah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap bid’ah tidak berada dalam satu tingkatan. Ada bid’ah yang besar dan ada bid’ah yang kecil (ringan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Namun bid’ah itu dikatakan bid’ah yang ringan jika memenuhi beberapa syarat sebagaimana disebutkan oleh Asy Syatibi, yaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;1. Tidak dilakukan terus menerus.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;2. Orang yang berbuat bid’ah (mubtadi’) tidak mengajak pada bid’ahnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;3. Tidak dilakukan di tempat yang dilihat oleh orang banyak sehingga orang awam mengikutinya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;4. Tidak menganggap remeh bid’ah yang dilakukan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apabila syarat di atas terpenuhi, maka bid’ah yang semula disangka ringan lama kelamaan akan menumpuk sedikit demi sedikit sehingga jadilah bid’ah yang besar. Sebagaimana maksiat juga demikian. (Pembahasan pada point ini disarikan dari Al Bida’ Al Hawliyah, Abdullah At Tuwaijiri, www.islamspirit.com)&lt;br /&gt;Pembahasan berikut adalah jawaban dari beberapa alasan dalam membela bid’ah. Semoga kita selalu mendapatkan petunjuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-7385215498840668017?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/7385215498840668017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-adakah-bidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7385215498840668017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/7385215498840668017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-adakah-bidah.html' title='Mengenal Seluk Beluk Bid&apos;ah &quot;ADAKAH BID&apos;AH HASANAH&quot; 3'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4_LjmO_xiI/AAAAAAAAAT4/dxRnMgKnFeM/s72-c/BULAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-6177308712143474697</id><published>2010-03-05T00:08:00.002+07:00</published><updated>2010-03-05T00:08:00.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Mengenal Seluk Beluk Bid'ah "Pengertian Bid'ah" 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4_DWWDPx3I/AAAAAAAAATw/gLta1nHHs8s/s1600-h/iblis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4_DWWDPx3I/AAAAAAAAATw/gLta1nHHs8s/s320/iblis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya manusia akan selalu berada dalam kerugian",&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; demikian firman Allah Azza wa jalla dalam surat Al-'Ashr. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kecuali orang-orang beriman yang beramal shalih, yaitu mereka yang saling berwasiat pada kebaikan dan kesabaran."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Karenanya sungguh rugi orang yang dalam hidupnya tidak pernah berwasiat atau menerima wasiat kebaikan, Termasuk yang rugi pula orang yang tidak mempedulikan wasiat kebaikan. Lebih rugi lagi mereka yang menganggap wasiat kebaikan sebagai sebuah penghalang aktivitas duniawinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik kita lanjutkan pembahasan &lt;b&gt;PENGERTIAN BID'AH&lt;/b&gt; di bagian ke dua ini ;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Definisi Secara Bahasa]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bid’ah secara bahasa berarti membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 1/91, Majma’ Al Lugoh Al ‘Arobiyah-Asy Syamilah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hal ini sebagaimana dapat dilihat dalam firman Allah Ta’ala,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Allah Pencipta langit dan bumi.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Baqarah [2] : 117, Al An’am [6] : 101)&lt;/b&gt;, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksudnya adalah mencipta (membuat) tanpa ada contoh sebelumnya. Juga firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah: ‘Aku bukanlah yang membuat bid’ah di antara rasul-rasul’.” &lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Ahqaf [46] : 9)&lt;/b&gt;, maksudnya aku bukanlah Rasul pertama yang diutus ke dunia ini. (Lihat Lisanul ‘Arob, 8/6, Barnamej Al Muhadits Al Majaniy-Asy Syamilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[Definisi Secara Istilah]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi bid’ah secara istilah yang paling bagus adalah definisi yang dikemukakan oleh Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom. Beliau mengatakan bahwa bid’ah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi di atas adalah untuk definisi bid’ah yang khusus ibadah dan tidak termasuk di dalamnya adat (tradisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang memasukkan adat (tradisi) dalam makna bid’ah, mereka mendefinisikan bahwa bid’ah adalah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;طَرِيْقَةٌ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا مَا يُقْصَدُ بِالطَّرِيْقَةِ الشَّرْعِيَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah)"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Al I’tishom, 1/26, Asy Syamilah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi yang tidak kalah bagusnya adalah dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالْبِدْعَةُ : مَا خَالَفَتْ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ أَوْ إجْمَاعَ سَلَفِ الْأُمَّةِ مِنْ الِاعْتِقَادَاتِ وَالْعِبَادَاتِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Bid’ah adalah i’tiqod (keyakinan) dan ibadah yang menyelishi Al Kitab dan As Sunnah atau ijma’ (kesepakatan) salaf.”&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (Majmu’ Al Fatawa, 18/346, Asy Syamilah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya pengertian bid’ah secara istilah adalah suatu hal yang baru dalam masalah agama setelah agama tersebut sempurna. (Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al Fairuz Abadiy dalam Basho’iru Dzawit Tamyiz, 2/231, yang dinukil dari Ilmu Ushul Bida’, hal. 26, Dar Ar Royah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya terjadi perselisihan dalam definisi bid’ah secara istilah. Ada yang memakai definisi bid’ah sebagai lawan dari sunnah (ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), sebagaimana yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Asy Syatibi, Ibnu Hajar Al Atsqolani, Ibnu Hajar Al Haitami, Ibnu Rojab Al Hambali dan Az Zarkasi. Sedangkan pendapat kedua mendefinisikan bid’ah secara umum, mencakup segala sesuatu yang diada-adakan setelah masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik yang terpuji dan tercela. Pendapat kedua ini dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Al ‘Izz bin Abdus Salam, Al Ghozali, Al Qorofi dan Ibnul Atsir. Pendapat yang lebih kuat dari dua kubu ini adalah pendapat pertama karena itulah yang mendekati kebenaran berdasarkan keumuman dalil yang melarang bid’ah. Dan penjelasan ini akan lebih diperjelas dalam penjelasan selanjutnya. (Lihat &lt;a color="RED" href="http://www.islamspirit.com" target="new" title="Argument"&gt;Argumen&lt;/a&gt; masing-masing pihak dalam Al Bida’ Al Hawliyah, Abdullah At Tuwaijiri )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sedikit muqodimah mengenai definisi bid’ah dan berikut kita akan menyimak beberapa kerancuan seputar bid’ah. Pada awalnya kita akan melewati pembahasan ‘apakah setiap bid’ah itu sesat?’. Semoga kita selalu mendapat taufik Allah Azzala wa jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a color="RED" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-pengetian.html" target="new" title="Artikel1"&gt;Lihat artikel terkait&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-6177308712143474697?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/6177308712143474697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-pengertian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6177308712143474697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/6177308712143474697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-pengertian.html' title='Mengenal Seluk Beluk Bid&apos;ah &quot;Pengertian Bid&apos;ah&quot; 2'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4_DWWDPx3I/AAAAAAAAATw/gLta1nHHs8s/s72-c/iblis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-1258121493210176086</id><published>2010-03-04T21:06:00.001+07:00</published><updated>2010-03-04T21:34:33.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Mengenal Seluk Beluk Bid'ah "Pengertian Bid'ah" 1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4--Pf4UfuI/AAAAAAAAATo/ajVBpEpVta0/s1600-h/why.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4--Pf4UfuI/AAAAAAAAATo/ajVBpEpVta0/s320/why.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Azza wa jalla, yang senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap Istiqomah menjalakan perintah-Nya, pada postingan &lt;a color="RED" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html" target="new" title="Maulid"&gt;Larangan Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/a&gt; banyak sekali yang berkomentar bahwa ini adalah Bid'ah Hassanah, dan adapula sobat yang belum paham makna atau arti bid'ah, bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya. Tulisan ini -insya Allah- akan sedikit membahas permasalahan bid’ah dengan tujuan agar kaum muslimin bisa lebih mengenalnya sehingga dapat mengetahui hakikat sebenarnya. Sekaligus pula tulisan ini akan sedikit menjawab berbagai kerancuan tentang bid’ah yang timbul beberapa saat yang lalu di blog ini. kali ini kita akan bahas sejelas-jelasnya mengenai ;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengertian Bid'ah meliputi ;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1.  Definisi Secara Bahasa&lt;br /&gt;2.  Definisi Secara Istilah&lt;br /&gt;3.  KERANCUAN: BID’AH ADA YANG TERPUJI ? ( Bid'ah Hassanah )&lt;br /&gt;4.  SANGGAHAN TERHADAP KERANCUAN:&lt;br /&gt;5.  HUKUM BID’AH DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alasan-alasan mengenai Bid'ah yang mereka lakukan ;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Mobil, HP dan Komputer termasuk Bid’ah?&lt;br /&gt;2.  Para Sahabat Pernah Melakukan Bid’ah dengan Mengumpulkan Al Qur’an&lt;br /&gt;3.  Ada yang berkata "Yang Penting Kan Niatnya!"&lt;br /&gt;4.  Ini Kan Sudah Jadi Tradisi di Tempat Kami…&lt;br /&gt;5.  Semua Umat Islam Indonesia bahkan para Kyai dan Ustadz Melakukan Hal Ini&lt;br /&gt;6.  Baca Al Qur’an kok dilarang?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dampak Buruk akibat mengerjakan Bid'ah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Amalan bid'ah tertolak&lt;br /&gt;2.  Pelaku bid'ah terhalangi untuk bertaubat selama dia terus menerus dalam bid'ahnya. Oleh karena itu, ditakutkan dia akan mengalami su'ul khotimah&lt;br /&gt;3.  Pelaku bid'ah tidak akan minum dari telaga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak akan mendapatkan syafa'at beliau shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;4.  Pelaku bid'ah akan mendapatkan dosa jika amalan bid'ahnya diikuti orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AGAMA ISLAM TELAH SEMPURNA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, agama Islam ini telah sempurna sehingga tidak perlu adanya penambahan atau pengurangan dari ajaran Islam yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita renungkan hal ini pada firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Ma’idah [5] : 3)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seorang ahli tafsir terkemuka –Ibnu Katsir rahimahullah- berkata tentang ayat ini&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;“Inilah  nikmat Allah ‘azza wa jalla yang tebesar bagi umat ini di mana Allah telah menyempurnakan agama mereka, sehingga  mereka pun tidak lagi membutuhkan agama lain selain agama ini, juga tidak membutuhkan nabi lain selain nabi mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah menjadikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi, dan mengutusnya kepada kalangan jin dan manusia. Maka perkara yang halal adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam halalkan dan perkara yang haram adalah yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam haramkan.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ma’idah ayat 3)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SYARAT DITERIMANYA AMAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang semoga dirahmati Allah, seseorang yang hendak beramal hendaklah mengetahui bahwa amalannya bisa diterima oleh Allah jika memenuhi dua syarat diterimanya amal. Kedua syarat ini telah disebutkan sekaligus dalam sebuah ayat,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan Rabbnya dengan sesuatu pun.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Kahfi [18] : 110)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ibnu Katsir mengatakan mengenai ayat ini,&lt;/b&gt; “Inilah dua rukun diterimanya amal yaitu [1] ikhlas kepada Allah dan [2] mencocoki ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim no. 1718)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Hadits ini adalah hadits yang sangat agung mengenai pokok Islam. Hadits ini merupakan timbangan amalan zhohir (lahir). Sebagaimana hadits innamal a’malu bin niyat [sesungguhnya amal tergantung dari niatnya] merupakan timbangan amalan batin. Apabila suatu amalan diniatkan bukan untuk mengharap wajah Allah, pelakunya tidak akan mendapatkan ganjaran. Begitu pula setiap amalan yang bukan ajaran Allah dan Rasul-Nya, maka amalan tersebut tertolak. Segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama yang tidak ada izin dari Allah dan Rasul-Nya, maka perkara tersebut bukanlah agama sama sekali.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 77, Darul Hadits Al Qohiroh)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Secara tekstual (mantuq), hadits ini menunjukkan bahwa setiap amal yang tidak ada tuntunan dari syari’at maka amalan tersebut tertolak. Secara inplisit (mafhum), hadits ini menunjukkan bahwa setiap amal yang ada tuntunan dari syari’at maka amalan tersebut tidak tertolak. …Jika suatu amalan keluar dari koriodor syari’at, maka amalan tersebut tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘yang bukan ajaran kami’ mengisyaratkan bahwa setiap amal yang dilakukan hendaknya berada dalam koridor syari’at. Oleh karena itu, syari’atlah yang nantinya menjadi hakim bagi setiap amalan apakah amalan tersebut diperintahkan atau dilarang. Jadi, apabila seseorang melakukan suatu amalan yang masih berada dalam koridor syari’at dan mencocokinya, amalan tersebutlah yang diterima. Sebaliknya, apabila seseorang melakukan suatu amalan keluar dari ketentuan syari’at, maka amalan tersebut tertolak. (Jami’ul Ulum wal Hikam,  hal. 77-78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jadi, ingatlah wahai saudaraku. Sebuah amalan dapat diterima jika memenuhi dua syarat ini yaitu harus ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika salah satu dari dua syarat ini tidak ada, maka amalan tersebut tertolak.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-1258121493210176086?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/1258121493210176086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-pengetian.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1258121493210176086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/1258121493210176086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/mengenal-seluk-beluk-bidah-pengetian.html' title='Mengenal Seluk Beluk Bid&apos;ah &quot;Pengertian Bid&apos;ah&quot; 1'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4--Pf4UfuI/AAAAAAAAATo/ajVBpEpVta0/s72-c/why.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-2320965685900437434</id><published>2010-03-01T03:22:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T03:22:12.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah / Sirah'/><title type='text'>Biografi Salahudin Al-Ayubi (1138 - 1193 M)</title><content type='html'>Dalam artikel sebelumnya saya menulis akan mempostingkan mengenai &lt;b&gt;Biografi Salahudin Al-Ayubi&lt;/b&gt; dan disini akan saya tepati janji saya, selamat membaca dengan baik dan perlahan - lahan agar tidak timbul kesalahan dalam mengartikan sejarah ;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4rOuJQQjFI/AAAAAAAAATY/yS2Tfx0hQ0w/s1600-h/salahuddin+al-ayubi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4rOuJQQjFI/AAAAAAAAATY/yS2Tfx0hQ0w/s320/salahuddin+al-ayubi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Shalahuddin Al-Ayubi terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Data lengkap tentang King Salahudin Al-Ayubi&lt;br /&gt;Memerintah 1174 M. – 4  Maret-1193 M.&lt;br /&gt;Dinobatkan 1174 M.&lt;br /&gt;Nama lengkap Yusuf Ayyubi&lt;br /&gt;Lahir  1138 M. di Tikrit, Iraq&lt;br /&gt;Meninggal 4 Maret-1193 M. di Damaskus, Syria&lt;br /&gt;Dimakamkan  Masjid Umayyah, Damaskus, Syria&lt;br /&gt;Pendahulu Nuruddin Zengi&lt;br /&gt;Pengganti  Al-Aziz&lt;br /&gt;Dinasti Ayyubid&lt;br /&gt;Ayah Najmuddin Ayyub&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salahudin Al-Ayubi atau tepatnya Sholahuddin Yusuf bin Ayyub, Salah Ad-Din Ibn Ayyub atau Saladin/salahadin (menurut lafal orang Barat) adalah salah satu pahlawan besar dalam tharikh (sejarah) Islam. Beliau bersama Al-Wahab &lt;a color="RED" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html" target="new" title="Maulid"&gt;memerangi peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/a&gt;, bukan kebalikan yang selama ini beredar sejarah bahwa beliau yang &lt;a color="RED" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/yang-pertama-membuat-maulid-nabi.html" target="new" title="Maulid"&gt;mempelopori Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain belajar Islam, Shalahuddin pun mendapat pelajaran kemiliteran dari pamannya Asaddin Shirkuh, seorang panglima perang Turki Seljuk. Kekhalifahan. Bersama dengan pamannya Shalahuddin menguasai Mesir, dan mendeposisikan sultan terakhir dari kekhalifahan Fatimid (turunan dari Fatimah Az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinobatkannya Shalahuddin menjadi sultan Mesir membuat kejanggalan bagi anaknya Nuruddin, Shalih Ismail. Hingga setelah tahun 1174 Nuruddin meninggal dunia, Shalih Ismail bersengketa soal garis keturunan terhadap hak kekhalifahan di Mesir. Akhirnya Shalih Ismail dan Shalahuddin berperang dan Damaskus berhasil dikuasai Sholahuddin. Shalih Ismail terpaksa menyingkir dan terus melawan kekuatan dinasti baru hingga terbunuh pada tahun 1181. Shalahuddin memimpin Syria sekaligus Mesir serta mengembalikan Islam di Mesir kembali kepada jalan Ahlus Sunnah wal Jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menumbuhkan wilayah kekuasaannya Shalahuddin selalu berhasil mengalahkan serbuan para Crusader dari Eropa, terkecuali satu hal yang tercatat adalah Shalahuddin sempat mundur dari peperangan Battle of Montgisard melawan Kingdom of Jerusalem (kerajaan singkat di Jerusalem selama Perang Salib). Namun mundurnya Sholahuddin tersebut mengakibatkan Raynald of Châtillon pimpinan perang dari The Holy Land Jerusalem memrovokasi muslim dengan mengganggu perdagangan dan jalur Laut Merah yang digunakan sebagai jalur jamaah haji ke Makkah dan Madinah. Lebih buruk lagi Raynald mengancam menyerang dua kota suci tersebut, hingga akhirnya Shalahuddin menyerang kembali Kingdom of Jerusalem di tahun 1187 pada perang Battle of Hattin, sekaligus mengeksekusi hukuman mati kepada Raynald dan menangkap rajanya, Guy of Lusignan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya seluruh Jerusalem kembali ke tangan muslim dan Kingdom of Jerusalem pun runtuh. Selain Jerusalem kota-kota lainnya pun ditaklukkan kecuali Tyres/Tyrus. Jatuhnya Jerusalem ini menjadi pemicu Kristen Eropa menggerakkan Perang Salib Ketiga atau Third Crusade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Salib Ketiga ini menurunkan Richard I of England ke medan perang di Battle of Arsuf. Shalahuddin pun terpaksa mundur, dan untuk pertama kalinya Crusader merasa bisa menjungkalkan invincibilty Sholahuddin. Dalam kemiliteran Sholahuddin dikagumi ketika Richard cedera, Shalahuddin menawarkan pengobatan di saat perang di mana pada saat itu ilmu kedokteran kaum Muslim sudah maju dan dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4rOzQp_FOI/AAAAAAAAATg/Mk_BFgIJSVI/s1600-h/hattinmedievalmanuscript.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4rOzQp_FOI/AAAAAAAAATg/Mk_BFgIJSVI/s320/hattinmedievalmanuscript.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1192 Shalahuddin  dan Richard sepakat dalam perjanjian Ramla, di mana Jerusalem tetap  dikuasai Muslim dan terbuka kepada para peziarah Kristen. Setahun  berikutnya Shalahuddin meninggal dunia di Damaskus setelah Richard  kembali ke Inggris. Bahkan ketika rakyat membuka peti hartanya ternyata  hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya, hartanya banyak dibagikan  kepada mereka yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dikagumi Muslim, Shalahuddin atau Saladin/salahadin mendapat  reputasi besar di kaum Kristen Eropa, kisah perang dan kepemimpinannya  banyak ditulis dalam karya puisi dan sastra Eropa, salah satunya adalah  The Talisman (1825) karya Walter Scott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu memang tidak  mudah pergi meskipun kita seperti tak&lt;br /&gt;ingin menengoknya. Bahkan di  salah satu tembok Masjid&lt;br /&gt;Umayyah yang dulu adalah Katedral Yahya  Pembaptis yang&lt;br /&gt;dipermak jadi masjid yang indah di tahun 700-an itu,  seorang&lt;br /&gt;sejarawan masih menemukan sisa inskripsi ini: "Kerajaan-Mu,  ya,&lt;br /&gt;Kristus, adalah kerajaan abadi...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika masa lalu  tak mudah pergi, dari bagian manakah dari&lt;br /&gt;Saladin yang akan datang  kepada kita kini? Dari ruang makamnya&lt;br /&gt;yang kusam, mitos apa yang akan  kita teruskan? Kisah Saladin&lt;br /&gt;adalah kisah peperangan. Dari zamannya  kita dengar cerita&lt;br /&gt;dahsyat bagaimana agama-agama telah menunjukkan&lt;br /&gt;kemampuannya  untuk memberi inspirasi keberanian dan ilham&lt;br /&gt;pengorbanan - yang  kalau perlu dalam bentuk pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian besar kisah  Saladin - yang tersebar baik di Barat&lt;br /&gt;maupun di Timur dari sejarah  Perang Salib yang panjang di abad&lt;br /&gt;ke- 12 itu - adalah juga cerita  tentang seorang yang pemberani&lt;br /&gt;dalam pertempuran, yang sebenarnya tak  ingin menumpahkan&lt;br /&gt;darah. Saladin merebut Jerusalem kembali di musim  panas 1187.&lt;br /&gt;Tapi menjelang serbuan, ia beri kesempatan penguasa  Kristen&lt;br /&gt;kota itu untuk menyiapkan diri agar mereka bisa melawan&lt;br /&gt;pasukannya  dengan terhormat. Dan ketika pasukan Kristen itu&lt;br /&gt;akhirnya kalah  juga, yang dilakukan Saladin bukanlah menjadikan&lt;br /&gt;penduduk Nasrani  budak-budak. Saladin malah membebaskan&lt;br /&gt;sebagian besar mereka, tanpa  dendam, meskipun dulu, di tahun&lt;br /&gt;1099, ketika pasukan Perang Salib  dari Eropa merebut&lt;br /&gt;Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai  dan sisa-sisa&lt;br /&gt;orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku,"  konon begitulah pesan Sultan itu kepada anaknya,&lt;br /&gt;az-Zahir, menjelang  wafat, "...Jangan tumpahkan darah... sebab&lt;br /&gt;darah yang terpercik tak  akan tertidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidupnya yang cuma 55 tahun, ikhtiar itulah  yang&lt;br /&gt;tampaknya dilakukan Saladin. Meskipun tak selamanya ia tanpa&lt;br /&gt;cacat,  meskipun ia tak jarang memerintahkan pembunuhan, kita&lt;br /&gt;toh tahu,  bagaimana pemimpin pasukan Islam itu bersikap baik kepada Raja Richard&lt;br /&gt;Berhati  Singa yang datang dari Inggris untuk mengalahkannya.&lt;br /&gt;Ketika Richard  sakit dalam pertempuran, Saladin mengiriminya&lt;br /&gt;buah pir yang segar  dingin dalam salju, dan juga seorang dokter.&lt;br /&gt;Lalu perdamaian pun  ditandatangani, 1 September 1192, dan&lt;br /&gt;pesta diadakan dengan pelbagai  pertandingan, dan orang Eropa&lt;br /&gt;takjub bagaimana agama Islam bisa  melahirkan orang sebaik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang juga mungkin takjub  bagaimana masa lalu bisa&lt;br /&gt;melahirkan orang sebaik itu. Terutama ketika  orang hanya&lt;br /&gt;mencoba menghidupkan kembali apa yang gagah berani dari&lt;br /&gt;abad  ke- 12 tapi meredam apa yang sabar dan damai dari sebuah&lt;br /&gt;zaman yang  penuh peperangan. Tapi pentingkah sebenarnya&lt;br /&gt;masa silam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  makam telantar orang Kurdi yang besar itu, suatu hari di&lt;br /&gt;tahun  1970-an, saya kembali ke pusat Damaskus, lewat lorong&lt;br /&gt;bazar yang  sibuk di depan Masjid Umayyah. Kota itu riuh,&lt;br /&gt;keriuhan yang mungkin  tanpa sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-2320965685900437434?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/2320965685900437434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/biografi-salahudin-al-ayubi-1138-1193-m.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/2320965685900437434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/2320965685900437434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/03/biografi-salahudin-al-ayubi-1138-1193-m.html' title='Biografi Salahudin Al-Ayubi (1138 - 1193 M)'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4rOuJQQjFI/AAAAAAAAATY/yS2Tfx0hQ0w/s72-c/salahuddin+al-ayubi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-8072249164663589011</id><published>2010-02-28T18:51:00.005+07:00</published><updated>2010-02-28T20:33:24.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah / Sirah'/><title type='text'>PELOPOR Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4paxnjyqFI/AAAAAAAAATQ/MHM-uSTs_CE/s1600-h/SESAT.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4paxnjyqFI/AAAAAAAAATQ/MHM-uSTs_CE/s320/SESAT.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika ana memposting &lt;a color="RED" href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html" target="new" title="Maulid"&gt;Larangan Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;banyak yang mengomentari dari yang "Pro" sampai yang "Kontra" hingga komentar mereka ada yang pedas dan yang biasa, tapi ana anggap itu adalah suatu ujian, karena walau bagaimanapun tidak akan naik derajat atau mendapat pahala seseorang apabila tidak ada ujian dari Allah Azza wa jalla, seperti dalam Hadits berikut ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal sesungguhnya ana memposting artikel tersebut untuk memberikan mereka pencerahan mana yang benar sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist atau yang menyimpang, sehingga Allah Azza wa Jalla murka, mari kita lihat balik sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;Jika kita menelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;, tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perlu diketahui pula bahwa - menurut pakar sejarah yang terpercaya-, &lt;b style="color: #cc0000;"&gt;yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyun&lt;/b&gt; (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Sebagai buktinya adalah penjelasan berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan,&lt;/b&gt; &lt;b style="color: blue;"&gt;“Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah al Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.”&lt;/b&gt; (Al Mawa’izh wal I’tibar bi Dzikril Khutoti wal Atsar, 1/490. Dinukil dari Al Maulid, hal. 20 dan Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 145-146)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy&lt;/b&gt;, mufti negeri Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam ( hal. 44) mengatakan &lt;b style="color: blue;"&gt;"bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt;, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H."&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu pula &lt;b&gt;Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh&lt;/b&gt; dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’(hal. 251) dan &lt;b&gt;Al Ustadz ‘Ali Fikriy&lt;/b&gt; dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa &lt;b style="color: blue;"&gt;"yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun)."&lt;/b&gt; (Dinukil dari Al Maulid, hal. 20)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fatimiyyun yang Sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;Kebanyakan orang belum mengetahui siapakah Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun. Seolah-olah Fatimiyyun ini adalah orang-orang sholeh dan punya i’tiqod baik untuk mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi ternyata tidak demikian. Banyak ulama menyatakan sesatnya mereka dan berusaha membongkar kesesatan mereka&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Al Qodhi Al Baqillaniy&lt;/b&gt; menulis kitab khusus untuk membantah Fatimiyyun yang beliau namakan Kasyful Asror wa Hatkul Astar &lt;b style="color: red;"&gt;(Menyingkap rahasia dan mengoyak tirai)&lt;/b&gt;. Dalam kitab tersebut, beliau membuka kedok Fatimiyyun dengan mengatakan, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Mereka adalah suatu kaum yang menampakkan pemahaman Rafidhah (Syi’ah) dan menyembunyikan kekufuran semata.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqiy &lt;/b&gt;mengatakan, &lt;i&gt;“Tidak disangsikan lagi, jika kita melihat pada sejarah kerajaan Fatimiyyun, kebanyakan dari raja (penguasa) &lt;span style="color: red;"&gt;mereka adalah orang-orang yang zholim&lt;/span&gt;, sering menerjang perkara yang haram, jauh dari melakukan perkara yang wajib, &lt;b style="color: red;"&gt;paling semangat dalam menampakkan bid’ah yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah,&lt;/b&gt; dan menjadi &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;pendukung orang munafik dan ahli bid’ah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perlu diketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Al ‘Abbas (’Abbasiyah) lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih berilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun. Dua daulah tadi lebih sedikit berbuat bid’ah dan maksiat daripada Daulah Fatimiyyun. Begitu pula khalifah kedua daulah tadi lebih utama daripada Daulah Fatimiyyun. Beliau rahimahullah juga mengatakan, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bani Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak bermaksiat) dan paling kufur.” &lt;/i&gt;(Majmu’ Fatawa, 35/127)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bani Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun juga menyatakan bahwa mereka memiliki nasab (silsilah keturunan) sampai Fatimah. Ini hanyalah suatu kedustaan. Tidak ada satu pun ulama yang menyatakan demikian. Ahmad bin ‘Abdul Halim juga mengatakan dalam halaman yang sama, “&lt;b style="color: red;"&gt;Sudah diketahui bersama dan tidak bisa disangsikan lagi bahwa siapa yang menganggap mereka di atas keimanan dan ketakwaan atau menganggap mereka memiliki silsilah keturunan sampai Fatimah, sungguh ini adalah suatu anggapan tanpa dasar ilmu sama sekali.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Allah Ta’ala berfirman&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ  بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ  عَنْهُ مَسْئُولا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Al Israa’: 36)&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Begitu juga Allah Ta’ala berfirman,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَلا يَمْلِكُ الَّذِينَ  يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ  يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Kecuali orang yang bersaksi pada kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya.”&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;QS. Az Zukhruf: 86).&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Allah Ta’ala juga mengatakan,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ  فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلا بِمَا عَلِمْنَا  وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui.”(QS. Yusuf: 81).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun ulama yang menyatakan benarnya silsilah keturunan mereka sampai pada "Fatimah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Begitu pula Ibnu Khallikan&lt;/b&gt; mengatakan, &lt;i&gt;“Para ulama peneliti nasab mengingkari klaim mereka dalam nasab [yang katanya sampai pada Fatimah].”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(Wafayatul A’yan, 3/117-118)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Perhatikanlah&lt;/b&gt; pula perkataan Al Maqrizy di atas, begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun, kurang lebih ada 25 perayaan. &lt;b&gt;Bahkan &lt;span style="color: red;"&gt;lebih parah&lt;/span&gt; lagi mereka juga mengadakan perayaan hari raya orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Al Khomisul ‘Adas (perayaan tiga hari selelum Paskah).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanda bahwa mereka jauh dari Islam. Bahkan perayaan-perayaan maulid yang diadakan oleh Fatimiyyun tadi hanyalah untuk menarik banyak masa supaya mengikuti madzhab mereka. Jika kita menilik aqidah mereka, maka akan nampak bahwa mereka memiliki aqidah yang rusak dan mereka adalah pelopor dakwah Batiniyyah yang sesat. (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 146, 158)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;‘Abdullah At Tuwaijiriy&lt;/b&gt; mengatakan, “Al Qodhi Abu Bakr Al Baqillaniy dalam kitabnya ‘yang menyingkap rahasia dan mengoyak tirai Bani ‘Ubaidiyyun’, &lt;b style="color: red;"&gt;beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cara beragama mereka lebih parah dari Yahudi dan Nashrani. Bahkan y&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;ang paling ekstrim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di antara mereka &lt;b style="color: red;"&gt;mengklaim ‘Ali sebagai ilah (Tuhan yang disembah)&lt;/b&gt; atau ada sebagian mereka yang mengklaim &lt;span style="color: black;"&gt;‘Ali memiliki kenabian. &lt;/span&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur dari Yahudi dan Nashrani.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Al Qodhi Abu Ya’la&lt;/b&gt; dalam kitabnya Al Mu’tamad menjelaskan panjang lebar mengenai kemunafikan dan kekufuran Bani Fatimiyyun. Begitu pula &lt;b&gt;Abu Hamid Al Ghozali &lt;/b&gt;membantah aqidah mereka dalam kitabnya Fadho-ihul Bathiniyyah ( Mengungkap kesalahan aliran Batiniyyah ).” (Al Bida’ Al Hawliyah, 142-143)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Inilah sejarah yang kelam dari Maulid Nabi&lt;/b&gt;. Namun,&lt;b style="color: red;"&gt; kebanyakan orang tidak mengetahui sejarah ini&lt;/b&gt; atau mungkin sengaja menyembunyikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Maulid Nabi tidak ada asal usulnya sama sekali dari salafush sholeh&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt; Tidak kita temukan pada sahabat atau para tabi’in yang merayakannya, bahkan dari imam madzhab.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. &lt;b style="color: red;"&gt;Munculnya Maulid Nabi adalah pada masa Daulah Fatimiyyun sekitar abad tiga Hijriyah. &lt;/b&gt;Daulah Fatimiyyun sendiri dibinasakan oleh Shalahuddin Al Ayubi pada tahun 546 H.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. &lt;b style="color: red;"&gt;Fatimiyyun memiliki banyak penyimpangan dalam masalah aqidah sampai aliran ekstrim di antara mereka mengaku Ali sebagai Tuhan.&lt;/b&gt; Fatimiyyun adalah orang-orang yang gemar berbuat bid’ah, maksiat dan jauh dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. &lt;b style="color: red;"&gt;Merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun yang pertama kali memunculkan perayaan maulid.&lt;/b&gt; Dan ini berarti telah ikut-ikutan dalam tradisi orang yang jauh dari Islam, senang berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunannya, telah menyerupai di antara orang yang paling fasiq dan paling kufur. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Lihat Hadits berikut ;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6.&lt;b&gt; “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho"&lt;/b&gt;[1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian Sekilas tentang asal usul Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam,&lt;/i&gt; Ana membuat atau memposting ini bukan untuk memecahbelah umat, tetapi memberikan pencerahan dan pemahaman agar tidak menyesal di akhirat kelak dan tidak mengerjakan sesuatu yang sia - sia, Insya Allah akan saya poting mengenai &lt;/span&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Shalahuddin Al-Ayubi ( Semoga Allah Meridhoi nya )..Amin...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html" target="new" title="Maulid"&gt;Artikel Terkait&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-8072249164663589011?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/8072249164663589011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/yang-pertama-membuat-maulid-nabi.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8072249164663589011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8072249164663589011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/yang-pertama-membuat-maulid-nabi.html' title='PELOPOR Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4paxnjyqFI/AAAAAAAAATQ/MHM-uSTs_CE/s72-c/SESAT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-8545688077445982885</id><published>2010-02-26T23:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T23:05:00.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Nabawiyah'/><title type='text'>Penjelasan Tentang Pembagian-pembagian Waktu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4ZpWKxZbvI/AAAAAAAAATA/Xf4Uu0ufHXY/s1600-h/Waktu.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4ZpWKxZbvI/AAAAAAAAATA/Xf4Uu0ufHXY/s320/Waktu.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelum kita mulai merinci kehidupan beliau semasa risalah dan nurbuwah, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu pembagian-pembagian wahyu, yang merupakan sumber risalah dan batasan-batasan dakwah, Ibnu-Qayyim berkata menyebutkan tingkatan-tingkatan wahyu, yaitu ;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mimpi yang hakiki.&lt;/b&gt; Ini merupakan permulaan wahyu yang turun kepada Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apa yang disusupkan kedalam jiwa dan hati beliau, tanpa dilihatnya, sebagaimana yang dikatakan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam,&lt;/i&gt; &lt;b&gt;"Sesungguhnya Ruhul-Qudus menghembuskan kedalam diriku, bahwa suatu jiwa sama sekali tidak akan mati hingga disempurnakan rezkinya, Maka bertaqwalah kepada Allah, baguskanlah dalam meminta, dan janganlah kalian menganggap lamban datangnya rezeki, sehingga kalian mencarinya dengan cara mendurhakai Allah, karena apa yang ada di sisi Allah tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan mentaati-Nya,"&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malaikat muncul dihadapan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; dalam rupa seorang laki-laki, lalu berbicara dengan beliau hingga beliau bisa menangkap secara langsung apa yang dibicarakannya. Dalam tingkatan ini kadang-kadang para sahabat juga bisa melihatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu datangnya menyerupai bunyi gemerincing lonceng. Ini merupakan wahyu yang paling berat dan malaikat tidak terlihat oleh pandangan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam,&lt;/i&gt; hingga dahi beliau berkerut mengeluarkan keringat sekalipun pada waktu yang sangat dingin, dan hingga hewan tunggangan beliau menderum ke tanah jika beliau sedang menaikinya. Wahyu seperti ini sekali pernah datang tatkala paha beliau berada diatas Zaid bin Tsabit, sehingga Zaid merasa keberatan dan hampir saja dia tidak kuat menyangganya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam,&lt;/i&gt; bisa melihat malaikat dalam rupa aslinya, lalu menyampaikan wahyu seperti yang dikehendaki Allah kepada beliau, Wahyu seperti ini pernah datang dua kali, sebagaimana yang disebutkan Allah dalam surat An-Najm.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahyu yang disampaikan Allah kepada beliau, yaitu diatas lapisan-lapisan langit pada malam Mi'raj, berisi kewajiban shalat dan lain-lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah berfirman secara langsung dengan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; tanpa menggunakan perantara, sebagaimana Allah berfirman dengan Musa bin Imran. Wahyu semacam ini secara pasti berlaku bagi Musa berdasarkan &lt;i&gt;Nash&lt;/i&gt; Al-Qur'an dan menurut penuturan beliau dalam hadits Isra'&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sebagian pakar menambahi dengan tigkatan wahyu yang kedelapan, yaitu Allah berfirman secara langsung di hadapan beliau tanpa ada tabir. Ini termasuk masalah yang dipertentangkan orang-orang salaf maupun khalaf. Begitulah uraian singkat tentang tingkatan-tingkatan wahyu, dari yang pertama hingga ke delapan. Namun yang pasti , tingkatan yang terakhir ini merupakan pendapat yang tidak kuat di dalam keterangan &lt;i&gt;Zadul-Ma'ad, 1/18&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-8545688077445982885?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/8545688077445982885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/penjelasan-tentang-pembagian-pembagian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8545688077445982885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8545688077445982885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/penjelasan-tentang-pembagian-pembagian.html' title='Penjelasan Tentang Pembagian-pembagian Waktu'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4ZpWKxZbvI/AAAAAAAAATA/Xf4Uu0ufHXY/s72-c/Waktu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-8429822128983676306</id><published>2010-02-26T00:00:00.002+07:00</published><updated>2010-02-26T00:00:10.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Himbauan'/><title type='text'>Larangan Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Menurut Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4aRNSNIbMI/AAAAAAAAATI/V3g4IiK8oqk/s1600-h/Muhammad.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4aRNSNIbMI/AAAAAAAAATI/V3g4IiK8oqk/s320/Muhammad.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yang diikuti. Semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, dan para Shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama Islam bagi umatnya, menyempurnakan nikmat-Nya bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak mewafatkan Nabi-Nya &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; kecuali setelah beliau selesai menyampaikan segala sesuatu yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dengan jelas, baik berupa perkataan maupun perbuatan; juga setelah beliau &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; menjelaskan bahwa &lt;b&gt;setiap hal baru yang diada-adakan oleh manusia dan disandarkan kepada agama Islam, baik berupa i’tiqâd (keyakinan), perkataan maupun perbuatan semua itu adalah bid’ah dan tertolak, walaupun maksudnya baik.&lt;/b&gt; Melakukan bid’ah berarti pelecehan terhadap agama Islam dan menganggapnya tidak sempurna. Keyakinan ini mengandung kerusakan yang besar dan bertentangan dengan firman Allah Azza wa jalla dan sabda Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; yang memperingatkan terhadap bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengada-ada hal baru dalam agama,&lt;/b&gt; seperti peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam,&lt;/i&gt; berarti beranggapan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala belum menyempurnakan agama-Nya bagi umat ini, atau beranggapan Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; belum menyampaikan segala sesuatu yang mesti dikerjakan umatnya. Tidak diragukan lagi, anggapan seperti ini mengandung bahaya besar lantaran menentang Allah dan Rasul-Nya. Karena Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; adalah Nabi paling mulia dan terakhir. Nabi yang paling sempurna penyampaian dan ketulusannya. Seandainya Peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; itu benar-benar termasuk ajaran agama yang diridhai Allah Azza wa Jalla, niscaya Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; telah menerangkannya kepada umatnya, Atau paling tidak, pasti telah dikerjakan oleh para Shahabatnya. Tetapi, semua itu tidak terjadi. Dengan demikian, jelaslah hal itu bukan bagian dari ajaran Islam dan termasuk perkara yang diada-adakan (bid’ah) dan termasuk tasyabbuh (menyerupai) Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam hari-hari besar mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal aneh dan mengherankan ialah banyak orang yang giat dan bersemangat menghadiri acara-acara yang bid’ah, bahkan membelanya, sementara mereka meninggalkan kewajiban-kewajiban yang Allah Azza wa Jalla syari’atkan seperti shalat wajib, shalat Jum’at, dan shalat berjama’ah bahkan sebagian mereka terbiasa dengan perbuatan maksiat dan dosa-dosa besar. Mereka sadar bahwa mereka telah melakukan kemungkaran yang besar. Ini semua dikarenakan oleh lemahnya iman, dangkalnya pemikiran, serta banyaknya noda yang mengotori hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih aneh lagi, &lt;b&gt;sebagian pendukung maulid mengklaim bahwa Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; datang menghadiri acara tersebut.&lt;/b&gt; Karena itu, mereka berdiri untuk menghormati dan menyambutnya. Ini merupakan kebatilan yang paling besar dan kebodohan yang amat buruk. Karena Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; tidak akan bangkit dari kuburnya sebelum hari Kiamat, tidak berkomunikasi dengan seorang manusia pun, dan tidak menghadiri pertemuan-pertemuan umatnya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mencintai Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; bukanlah dengan menyelenggarakan acara-acara perayaan maulid semacam itu, akan tetapi dengan mentaati perintahnya, membenarkan semua yang dikabarkannya, menjauhi segala yang dilarang dan diperingatkannya, dan tidak beribadah kepada Allah Azza wa Jalla kecuali dengan yang beliau syari’atkan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. ORANG YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN MAULID NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; adalah &lt;b&gt;bid’ah yang mungkar.&lt;/b&gt; Kelompok yang pertama kali mengadakannya adalah Bani ‘Ubaid al-Qaddah yang menamakan diri mereka dengan kelompok Fathimiyah pada abad ke- 4 Hijriyah. Mereka menisbatkan diri kepada putra ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu. Padahal mereka adalah pencetus aliran kebatinan. Nenek moyang mereka adalah Ibnu Dishan yang dikenal dengan al-Qaddah, salah seorang pendiri aliran Bathiniyah di Irak.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ummat, para pemimpin, dan para pembesarnya bersaksi bahwa mereka adalah orang-orang munafik zindiq, yang menampakkan Islam dan menyembunyikan kekafiran. Bila ada orang yang bersaksi bahwa mereka orang-orang beriman, berarti dia bersaksi atas sesuatu yang tidak diketahuinya, karena tidak ada sesuatu pun yang menunjukkan keimanan mereka, sebaliknya banyak hal yang menunjukkan atas kemunafikan dan kezindikan mereka.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. BEBERAPA ALASAN DILARANGNYA MEMPERINGATI MAULID NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dahulu dan sekarang telah menjelaskan kebathilan bid’ah memperingati Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; dan membantah para pendukungnya. &lt;b&gt;Memperingati Maulid (kelahiran) Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; itu adalah bid’ah dan haram berdasarkan alasan-alasan berikut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; adalah bid’ah yang dibuat-buat dalam agama ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menurunkan keterangan sedikit pun dan ilmu tentang itu. Nabi &lt;i&gt;Shallallahu Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; tidak pernah mensyariatkannya baik melalui lisan, perbuatan maupun ketetapan beliau. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَّا أَفَاء اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاء مِنكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah...”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[al-Hasyr/59:7]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Juga berfirman :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="margin-left: auto; margin-right: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: right;"&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&lt;span class="arabic" lang="ar" style="font-size: large;" xml:lang="ar"&gt; لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="30"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah Azza wa Jalla.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[al-Ahzâb/33: 21]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِـيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang mengadakan suatu yang baru yang tidak ada dalam urusan agama kami, maka amalan itu tertolak".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Imam Muslim, &lt;i&gt;“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak atas dasar urusan kami, amalan tersebut tertolak".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Khulafa-ur Rasyidîn dan para Shahabat Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; lainnya tidak pernah mengadakan peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan tidak pernah mengajak untuk melakukannya. Padahal mereka adalah sebaik-baik umat ini setelah Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;...فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْـخُلَـفَاءِ الْـمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ ، تَـمَسَّكُوْا بِـهَـا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَإِيَّاكُمْ وَمُـحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ ؛ فَإِنَّ كُلَّ مُـحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”…Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafâ-ur Râsyidîn yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid‘ah, dan setiap bid‘ah adalah kesesatan.”&lt;/i&gt; [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan maulid tidak pernah dilakukan Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para Shahabatnya. Seandainya perbuatan itu baik niscaya mereka telah lebih dahulu melakukannya. &lt;b&gt;al-Hâfizh Ibnu Katsîr t berkata,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;“Ahlus Sunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa setiap perkataan dan perbuatan yang tidak ada dasarnya dari Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bid’ah. Karena bila hal itu baik, niscaya mereka akan lebih dahulu melakukannya daripada kita. Sebab mereka tidak pernah mengabaikan satu kebaikan pun kecuali mereka telah lebih dahulu melaksanakannya.”&lt;/i&gt;[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga: &lt;/b&gt;Peringatan hari kelahiran (ulang tahun/maulid) adalah kebiasaan orang-orang sesat dan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Karena yang pertama kali menciptakan kebiasaan tersebut adalah para penguasa generasi Fathimiyah Ubaidiyah, sebagaimana keterangan diatas. Mereka sebenarnya berasal dari kalangan Yahudi, bahkan ada pendapat mereka berasal dari kalangan Majusi. Bisa jadi, mereka adalah orang-orang Atheis.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pertama menciptakannya adalah al-Mu’iz Lidînillah al-‘Ubaidi al-Maghribi yang keluar dari Maroko menuju Mesir pada bulan Ramadhan tahun 362 H.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah layak bagi orang Muslim berakal untuk mengikuti Rafidhah dan mengikuti kebiasaan mereka serta menyelisihi petunjuk Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat.:&lt;/b&gt; Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[al-Mâ-idah/5:3]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al-Hâfizh Ibnu Katsîr rahimahullah (wafat th. 774 H) menjelaskan,&lt;/b&gt; “Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta'alal terbesar yang diberikan kepada umat ini, tatkala Allah Azza wa Jalla menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga, tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَتَـمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَّعَدْلاًً&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; “Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil ...”&lt;/i&gt; [al-An’âm/6:115]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, benar dalam kabar yang disampaikan dan adil dalam seluruh perintah dan larangan. Setelah agama disempurnakan bagi mereka, maka sempurnalah nikmat yang diberikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ridhailah Islam untuk diri kalian, karena ia agama yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang paling utama dan menurunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur`an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (al-Mâ-idah/5:3), ‘Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu 'anhuma, &lt;i&gt;“Maksudnya adalah Islam. Allah Azza wa Jalla telah mengabarkan kepada Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum Mukminin bahwa Dia telah menyempurnakan keimanan untuk mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan penambahan sama sekali. Dan Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan Islam sehingga Allah Azza wa Jalla tidak akan pernah menguranginya, bahkan telah meridhainya sehingga Allah Azza wa Jalla tidak akan memurkainya selamanya.”&lt;/i&gt;[7]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang yang melaksanakan Sunnah-Sunnah dan meninggalkan bid’ah-bid’ah -termasuk bid’ah Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam- maka mereka menjadi asing di masyarakat, pendukung perayaan ini. Padahal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dengan sangat jelas&lt;/b&gt;. Beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tidak membiarkan satu jalan pun yang dapat menghantarkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah beliau jelaskan kepada umatnya. Kalau peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; itu termasuk ajaran agama yang diridhai Allah Azza wa Jalla, tentu beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah menjelaskannya atau melakukannya. Beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;مَا بَعَثَ اللهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَـهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَـهُمْ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tidaklah Allah Azza wa Jalla mengutus seorang Nabi, kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang diketahuinya kepada ummatnya dan memperingatkan mereka terhadap keburukan yang diketahuinya kepada mereka." &lt;/i&gt;[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima:&lt;/b&gt; Dengan mengadakan bid’ah-bid’ah semacam itu, timbul kesan bahwa Allah Azza wa Jalla belum menyempurnakan agama ini, sehingga perlu dibuat ibadah lain untuk menyempurnakannya. Juga menimbulkan kesan, Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; belum tuntas menyampaikan agama ini kepada umatnya sehingga kalangan ahli bid’ah merasa perlu menciptakan hal baru dalam agama ini. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyempurnakan agama dan nikmat-Nya bagi hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Dalam Islam tidak ada bid’ah hasanah, semua bid’ah adalah sesat sebagaimana sabda Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Imam asy-Syâfi’i rahimahullah berkata.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa menganggap baik sesuatu (ibadah) maka ia telah membuat satu syari’at"&lt;/i&gt; [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kaidah ahli ilmu yang telah ma’ruf ialah bahwa &lt;i&gt;“Perbuatan baik ialah yang dipandang baik oleh syari’at dan perbuatan buruk ialah apa yang dipandang buruk oleh syari’at.”&lt;/i&gt;[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Hâfizh bin Ahmad bin ‘Ali al-Hakami rahimahullah (wafat th. 1377 H) berkata,&lt;i&gt; “Kemudian ketahuilah bahwa semua bid’ah itu tertolak tidak ada sedikitpun yang diterima; Semuanya jelek tidak ada kebaikan padanya; semuanya sesat tidak ada petunjuk sedikitpun di dalamnya; Semuanya adalah dosa tidak berpahala; Semuanya batil tidak ada kebenaran di dalamnya. Dan makna bid’ah ialah syari’at yang tidak diizinkan Allah Azza wa Jalla dan tidak termasuk urusan (agama) Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Shahabatnya.”&lt;/i&gt;[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama Islam dan para peneliti kaum Muslimin secara terus-menerus mengingkari budaya perayaan maulid tersebut dan mengingkarinya demi mengamalkan nash-nash dari Kitabullah dan Sunnah Rasul yang memang memperingatkan bahaya bid’ah dalam Islam, memerintahkan agar mengikuti Sunnah Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, serta memperingatkan juga agar tidak menyelisihi beliau dalam ucapan, perbuatan, dan amalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh: &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Memperingati kelahiran Nabi &lt;/span&gt;&lt;i style="color: #cc0000;"&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: #cc0000;"&gt;tidak membuktikan kecintaan terhadap Rasululah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; karena kecintaan itu hanya dapat dibuktikan dengan mengikuti beliau &lt;/span&gt;&lt;i style="color: #cc0000;"&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;, mengamalkan Sunnah beliau, dan mentaati beliau &lt;/span&gt;&lt;i style="color: #cc0000;"&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah Azza wa Jalla, maka ikutilah aku, niscaya Allah Azza wa Jalla mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Dan Allah Azza wa jalla Maha Pengampun, Maha Penyayang.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[Ali Imrân:31]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Hâfizh Ibnu Katsîr rahimahullah berkata, “Ayat yang mulia ini sebagai pemutus hukum atas setiap orang yang mengaku mencintai Allah Subhanahu wa Ta'ala tetapi tidak berada di atas jalan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam maka ia dusta dalam pengakuannya mencintai Allah Azza wa Jalla sampai ia mengikuti syari’at dan agama yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setiap perkataan, perbuatan, dan keadaannya. Disebutkan dalam kitab ash-Shahîh, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak atas dasar urusan kami, amalan tersebut tertolak.”&lt;/i&gt;[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, maksud firman Allah Azza wa Jalla yang maknya : &lt;i&gt;“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah Azza wa Jalla, maka ikutilah aku. Niscaya Allah Azza wa Jalla mengasihimu” adalah kalian akan mendapatkan sesuatu yang melebihi kecintaan kalian kepada-Nya, yaitu kecintaan-Nya kepada kalian. Ini lebih besar daripada kecintaan kalian kepada-Nya. Seperti yang dikatakan ulama ahli hikmah, “Yang jadi ukuran bukanlah jika engkau mencintai, tetapi yang jadi ukuran adalah jika engkau dicintai.”&lt;/i&gt; al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, &lt;i&gt;“Ada suatu kaum yang mengaku mencintai Allah Azza wa Jalla, lalu Allah Azza wa Jalla menguji mereka melalui ayat ini ...”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian firman Allah Azza wa Jalla yang maknanya, &lt;i&gt;“Dan mengampuni dosa-dosamu.’ Dan Allah Azza wa Jalla Maha Pengampun, Maha Penyayang.”&lt;/i&gt; Maksudnya adalah dengan mengikuti Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, kalian akan memperoleh pengampunan, berkat keberkahan utusan-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan:&lt;/b&gt; &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Memperingati Maulid Nabi &lt;/span&gt;&lt;i style="color: #cc0000;"&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; dan menjadikannya sebagai perayaan berarti menyerupai orang-orang Yahudi dan Nashrani dalam hari raya mereka, padahal kita telah dilarang untuk menyerupai mereka dan mengikuti gaya hidup mereka.&lt;/span&gt; [15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesembilan:&lt;/b&gt; Orang yang berakal tidak mudah terperdaya dengan banyaknya orang yang memperingati maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, karena tolok ukur kebenaran itu bukan jumlah orang yang mengamalkannya, namun berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih menurut pemahaman Salafush Shâlih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesepuluh:&lt;/b&gt; Berdasarkan kaidah syariat yaitu mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul&lt;i&gt; Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" … Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur-an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah k dan hari Kemudian"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[an-Nisâ'/ 4:59]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan firman-Nya yang bermakna: Tentang sesuatu apa pun yang kamu berselisihkan, maka putusannya (terserah) kepada Allah Azza wa Jalla.” [asy-Syûra/42: 10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengembalikan persoalan maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; ini kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, dia akan mendapati bahwa Allah Azza wa Jalla memerintahkan manusia agar mengikuti Nabi-Nya. Dan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tidak pernah memerintahkan ataupun memperingati kelahiran beliau dan beliau sendiri, juga para sahabat beliau. Dengan demikian dapat diketahui bahwa peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bukanlah berasal dari Islam, tetapi merupakan perbuatan bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesebelas:&lt;/b&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;Yang disyariatkan bagi seorang Muslim pada hari Senin adalah berpuasa, bila ia mau. Karena Nabi &lt;/span&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; pernah ditanya tentang puasa pada hari Senin, beliau bersabda, &lt;/span&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;“Itu adalah hari kelahirkanku, hari aku diutus sebagai nabi, serta hari aku diberikan wahyu.”&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; [16]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disyariatkan adalah meneladani beliau, yaitu berpuasa pada hari Senin, bukan merayakan hari kelahiran beliau&lt;i&gt; Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua belas:&lt;/b&gt; Perayaan hari kelahiran Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; merupakan perbuatan ghuluw (berlebih-lebihan/melampaui batas) terhadap beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, padahal Allah Ta’ala dan Rasul-Nya melarang berbuat ghuluw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ اَلْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jauhkanlah diri kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya sikap ghuluw dalam agama ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.” &lt;/i&gt;[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tidak suka disanjung melebihi dari ssanjungan yang Allah berikan dan ridhai. Tetapi banyak orang melanggar larangan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tersebut, sampai-sampai ada yang berdo’a dan meminta pertolongan kepadanya, bersumpah dengan namanya serta meminta kepadanya sesuatu yang tidak boleh diminta kecuali kepada Allah. Sebagian dari perbuatan-perbuatan ini dilakukan ketika peringatan maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Abdullah bin asy-Syikhkhir Radhiyallahu 'anhu berkata, &lt;i&gt;“Ketika aku pergi bersama delegasi Bani ‘Amir untuk menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (tuan/penguasa) kami!”&lt;/i&gt; Spontan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلسَّيِّدُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sayyid (tuan/penguasa) kita adalah Allah Tabaaraka wa Ta’aala!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami berkata,&lt;i&gt; “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُوْلُوْا بِقَوْلِكُمْ أَو بَعْضِ قَوْلِكُمْ وَلاَ يَسْتَجْرِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaithan" &lt;/i&gt;[18]&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Kebanyakan qashidah dan puji-pujian yang dinyanyikan oleh yang melaksanakan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; itu tidak lepas sikap berlebih-lebihan dan kultus individu terhadap Rasulullah bahkan terkadang mengandung ucapan-ucapan syirik. Beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَا تُطْرُوْنِـيْ كَمَـا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ ، فَإِنَّمَـا أَنَا عَبْدُهُ ، فَقُوْلُوْا : عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kalian mengkultuskan diriku sebagaimana orang-orang Nashrani mengkultuskan Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku tidak lain hanyalah seorang hamba, maka katakanlah, ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya"&lt;/i&gt; [19]&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Maksudnya, janganlah kalian memujiku dengan cara bathil dan janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang Nasrani terhadap ‘Isa Alaihissalam. Sehingga mereka menganggapnya memiliki sifat Ilahiyyah. Karenanya, sifatilah aku sebagaimana Rabb-ku memberi sifat kepadaku. Katakanlah: “Hamba Allah dan Rasul (utusan)-Nya.”[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga belas:&lt;/b&gt; Berbagai perbuatan syirik, bid’ah, dan haram yang terjadi dalam peringatan maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Dalam perayaan maulid Nabi &lt;/span&gt;&lt;i style="color: #cc0000;"&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt; sering terjadi hal-hal yang diharamkan, seperti kesyirikan, bid’ah, bercampur baurnya kaum laki-laki dan wanita, menggunakan nyanyian dan alat musik, rokok, dan lainnya. Bahkan sering terjadi perbuatan syirik Akbar (besar), seperti istigâtsah kepada Rasulullah&amp;nbsp; atau para wali, penghinaan terhadap Kitabullah, di antaranya dengan merokok pada saat majelis Al-Qur’an, sehingga terjadilah kemubadziran dan membuang-buang harta. Sering juga diadakan dzikir-dzikir yang menyimpang di masjid-masjid pada acara Maulid Nabi tersebut dengan suara keras diiringi tepuk tangan yang tak kalah kerasnya dari pemimpin dzikirnya. Semuanya itu adalah perbuatan yang tidak disyariatkan berdasarkan kesepakatan para ulama yang berpegang teguh kepada kebenaran&lt;/span&gt;.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat belas:&lt;/b&gt; Dalam peringatan maulid terdapat keyakinan batil bahwa ruh Nabi Muhammad &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menghadiri acara-cara maulid yang mereka adakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan itu mereka berdiri dengan mengucapkan selamat dan menyambut kedatangan beliau &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Itu jelas perbuatan paling bathil dan paling buruk sekali. Karena Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tidak akan keluar dari kubur beliau sebelum hari kiamat dan tidak akan berhubungan dengan seseorang (dalam keadaan sadar), tidak pula hadir dalam pertemuan-pertemuan mereka. Beliau akan tetap berada dalam kubur beliau hingga hari Kiamat. Ruh beliau berada di ‘Illiyyin yang tertinggi di sisi Rabb beliau dalam Dârul Karâmah.[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya,&lt;i&gt; “Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).”&lt;/i&gt; (Qs az-Zumar/39:30). Dan dalam ayat yang lain, Allah  berfirman yang maknanya, &lt;i&gt;“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat.”&lt;/i&gt; [al-Mukminûn/23: 15-16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Aku adalah penghulu manusia di hari Kiamat nanti dan orang yang pertama kali keluar dari alam kubur, serta orang yang pertama kali memberi syafa’at dan yang menyampaikan syafa’at"&lt;/i&gt;[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dan hadits di atas serta berbagai ayat dan hadits senada lainnya menunjukkan bahwa Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dan orang-orang yang sudah mati lainnya akan keluar dari kubur mereka pada hari Kiamat nanti. al-Allâmah Abdul Aziz bin Abdullâh bin Bâz rahimahullah menyatakan, “Ini adalah pendapat yang sudah disepakati oleh para ulama kaum Muslimin, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan mereka.” [24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, ketika Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; masih hidup, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mau dihormati dengan berdiri. Lalu bagaimana bisa mereka menghormati beliau n dengan cara berdiri setelah beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. HAKIKAT MENCINTAI RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang benar-benar mencintai Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; adalah orang yang menampakkan tanda-tanda tertentu pada dirinya. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;1). Mengikuti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, mentauhidkan Allah Azza wa Jalla, menjauhi syirik, mengerjakan Sunnahnya, mengikuti perkataan dan perbuatan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beradab dengan adabnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;2). Lebih mendahulukan perintah dan syari’at Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam daripada hawa nafsu dan keinginan dirinya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;3). Banyak bershalawat untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sesuai dengan Sunnahnya. Allah Azza wa Jalla berfirman,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi k dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya"&lt;/i&gt; [al-Ahzâb/33:56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;4). Mencintai orang yang dicintai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, baik keluarga maupun Shahabatnya yang Muhajirin dan Anshar serta memusuhi orang-orang yang memusuhi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan membenci orang yang membencinya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;5). Mencintai al-Qur’ân yang diturunkan kepada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, mencintai Sunnahnya, dan mengetahui batas-batasnya.[25]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. FATWA PARA ULAMA TENTANG BID’AHNYA PERAYAAN MAULID NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa fatwa para ulama yang menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bid’ah dhalâlah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. al-‘Allâmah asy-Syaikh Tâjuddin al-Fakihani rahimahullah (wafat th. 734 H) berkata :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Saya tidak mengetahui dasar dari peringatan Maulid ini, baik dari al-Qur-an, Sunnah, dan tidak pernah dinukil pengamalan salah seorang ulama umat yang diikuti dalam agama dan berpegang teguh dengan atsar-atsar generasi yang telah lalu. Bahkan perayaan (maulid) tersebut adalah bid’ah yang diada-adakan oleh para pengekor hawa nafsu...”&lt;/i&gt;[26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Menjadikan suatu hari raya selain dari hari raya yang disyari’atkan, seperti sebagian malam di bulan Rabi’ul Awwal yang disebut dengan malam Maulid, atau sebagian malam di bulan Rajab, atau hari ke-18 di bulan Dzul Hijjah, atau hari Jum’at pertama di bulan Rajab, atau hari ke-8 bulan Syawwal yang dinamakan ‘îdul abrâr oleh orang-orang bodoh, maka semua itu termasuk bid’ah yang tidak pernah dianjurkan dan tidak pernah dilakukan oleh para ulama Salaf. Wallâhu a’lam.”&lt;/i&gt;[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. al-‘Allâmah Ibnul Hajj rahimahullah (wafat th. 737) menjelaskan tentang peringatan Maulid Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“...Hal itu adalah tambahan dalam agama, bukan perbuatan generasi Salaf. Mengikuti Salaf, lebih utama bahkan lebih wajib daripada menambahkan berbagai niat (tujuan) yang menyelisihi apa yang pernah dilakukan Salafush Shalih. Sebab, Salafush Shalih adalah manusia yang paling mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan (paling) mengagungkan beliau dan Sunnahnya Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka lebih dahulu bersegera kepada hal itu, namun tidak pernah dinukil dari salah seorang dari mereka bahwa mereka melakukan maulid. Dan kita adalah pengikut mereka, maka telah mencukupi kita apa saja yang telah mencukupi mereka.”&lt;/i&gt;[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Syaikh ‘Abdullâh bin ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz rahimahullâh berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tidak diperbolehkan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan peringatan hari kelahiran selain beliau karena hal itu merupakan bid’ah dalam agama. Sebab, Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya, tidak juga para Khulâfâ-ur Râsyidîn, dan tidak pula para Shahabat lainnya, dan tidak juga dilakukan oleh orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pada generasi-generasi yang diutamakan. Padahal mereka adalah manusia yang paling mengetahui Sunnah, paling mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan paling mengikuti syari’at dibandingkan orang-orang setelah mereka...”&lt;/i&gt;[29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Syaikh Hamûd bin ‘Abdillah at-Tuwaijiri rahimahullah berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“...Dan hendaklah juga diketahui bahwa memperingati malam Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan menjadikannya sebagai peringatan tidak termasuk petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tetapi ia adalah perbuatan yang diada-adakan yang dibuat setelah zaman beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam setelah berlalu sekitar enam ratus tahun. Oleh karena itu, memperingati perayaan yang diada-adakan ini masuk dalam larangan keras yang Allah Azza wa Jalla sebutkan dalam firman-Nya,&lt;/i&gt;[30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“...Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.”&lt;/i&gt; [an-Nûr/24:63]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam acara maulid yang diada-adakan ini ada sedikit saja kebaikan maka para Shahabat telah bergegas melakukannya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pertama: bahwa malam kelahiran Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti, bahkan sebagian ahli sejarah menetapkan bahwa malam kelahiran Rasul adalah malam ke-9 Rabi’ul Awwal, bukan malam ke-12. Dengan demikian, menjadikannya malam dua belas bulan Rabi’ul Awwal tidak memiliki dasar dari sudut pandang sejarah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; dari sudut pandang syari’at maka peringatan ini tidak memiliki dasar. Karena jika ia termasuk syari’at Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah melakukannya atau menyampaikannya kepada umatnya. Seandainya beliau telah melakukannya atau telah menyampaikannya maka hal itu pasti terjaga karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.” [al-Hijr/15:9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada sesuatu pun yang terjadi dari hal itu maka dapat diketahuilah bahwa Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak termasuk agama Allah. Jika tidak termasuk agama Allah maka kita tidak boleh beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengannya. Apabila Allah Subhanahu wa Ta'ala telah meletakkan jalan tertentu agar dapat sampai kepada-Nya yaitu apa yang dibawa Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka bagaimana bisa kita selaku hamba Allah diperbolehkan untuk membuat jalan sendiri yang mengantarkan kepada Allah ? Ini merupakan kejahatan terhadap hak Allah Azza wa Jalla, yaitu mensyari’atkan dalam agama Allah sesuatu yang bukan bagian darinya. Juga hal ini mengandung pendustaan terhadap firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya : “…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu…” [al-Mâidah/5: 3]” [31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Syaikh Shâlih bin Fauzân bin ‘Abdullâh al-Fauzan hafizhahullâh berkata&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Melaksanakan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bid’ah. Tidak pernah dinukil dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak dari para Khulafâ-ur Râsyidîn, dan tidak juga dari generasi yang diutamakan bahwa mereka melaksanakan peringatan ini. Padahal mereka adalah orang yang paling cinta kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan paling semangat melakukan kebaikan. Mereka tidak melakukan suatu bentuk ketaatan pun kecuali yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya sebagai pengamalan dari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang maknanya : “…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah...”&lt;/i&gt; [al-Hasyr/59:7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika mereka tidak melakukan peringatan maulid ini, dapat diketahuilah bahwa perbuatan itu adalah bid’ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Kesimpulannya bahwa menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk perbuatan bid’ah yang diharamkan yang tidak memiliki dalil baik dari Kitabullâh maupun dari Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam…”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;[32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian uraian yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat. Semoga shalawat serta salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad n, juga kepada keluarganya, para Shahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Akhir. Dan akhir seruan kami ialah segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Marâji’ :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1. Tafsîr Ibni Katsîr, cet. Dâr Thayyibah.&lt;br /&gt;2. Majmû Fatâwâ, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt;3. Iqtidhâ ash-Shirâtil Mustaqîm.&lt;br /&gt;4. al-Madkhal, Imam Ibnul Hajj.&lt;br /&gt;5. Siyar A’lâmin Nubalâ.&lt;br /&gt;6. al-Bâ’its ‘ala Inkâril Bida’ wal Hawâdits.&lt;br /&gt;7. Ma’ârijul Qabûl, Syaikh Hafizh al-Hakami.&lt;br /&gt;8. al-Bida’ fii Madhâril ‘Ibtida’, Syaikh ‘Ali Mahfuzh.&lt;br /&gt;9. Rasâ-il fii Hukmil Ihtifâl bil Maulidin Nabawi.&lt;br /&gt;10. Nûrus Sunnah wa Zhulumaatul Bid’ah, Syaikh Sa’id al-Qahthani.&lt;br /&gt;11. Tanbîhu Ulil Abshâr, Syaikh Shâlih as-Suhaimi.&lt;br /&gt;12. ‘Ilmu Ushûl Bida’, Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi.&lt;br /&gt;13. al-Bida’ al-Hauliyyah.&lt;br /&gt;14. Majmû Fatâwâ Syaikh ‘Utsaimin.&lt;br /&gt;15. al-Muntaqa min Fatâwâ Syaikh Shâlih Fauzân.&lt;br /&gt;16. Fatâwa al-Lajnah ad-Dâ-imah.&lt;br /&gt;Dan kitab-kitab lainnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1187484543247281639-8429822128983676306?l=adarossyat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adarossyat.blogspot.com/feeds/8429822128983676306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html#comment-form' title='46 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8429822128983676306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1187484543247281639/posts/default/8429822128983676306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adarossyat.blogspot.com/2010/02/larangan-peringatan-maulid-nabi.html' title='Larangan Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam Menurut Syariat Islam'/><author><name>Rossy R</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01600376031574379022</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S6rhbuGT9yI/AAAAAAAAAWI/6d53kzZr3_8/S220/saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4aRNSNIbMI/AAAAAAAAATI/V3g4IiK8oqk/s72-c/Muhammad.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>46</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1187484543247281639.post-4390764702407169643</id><published>2010-02-25T07:36:00.002+07:00</published><updated>2010-02-25T20:00:03.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sirah Nabawiyah'/><title type='text'>Wahyu yang Kedua</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_aV9x0yOKgmU/S4W9NyHHFzI/AAAAAAAAASs/QuIwapklIKg/s1600-h/wahyu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border
